Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lesbian, Church of England Melarang Putri Desmond Tutu Memimpin Pemakaman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 September 2022 07:15 7:15 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 September 2022 07:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Putri mendiang uskup agung Anglikan Desmond Tutu dilarang oleh Church of England untuk memimpin prosesi pemakaman ayah baptisnya, karena dia seorang lesbian yang berstatus kawin dengan seorang wanita.

Mpho Tutu van Furth, seorang pendeta yang ditahbiskan di gereja Anglikan, diundang untuk memimpin pemakaman Martin Kenyon yang meninggal dunia dalam usia 92 tahun.

Church of England mengatakan keputusan itu sejalan dengan panduan House of Bishops perihal perkawinan sesama jenis.

Pasangan Tutu van Furth, seorang akademisi asal Belanda bernama Marceline, menuding Church of England homofobia. Dia mengatakan bahwa ketika mereka berdua mengunjungi Kenyon pada bulan April, ayah baptis meminta Mpho agar memimpin prosesi pemakamannya apabila dia meninggal dunia.

Hari Kamis (22/9/2022), keluarga Kenyon terpaksa memindahkan prosesi pemakaman dari gereja St Michael and All Angels, di Wentnor, dekat Bishops Castle, ke tenda di halaman bekas rumah pendeta di samping gereja supaya Tutu van Furth dapat memimpin prosesi pemakaman dalam kapasitas tidak resmi, lapor The Guardian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang teman dari keluarga Kenyon mengatakan bahwa mereka marah atas keputusan Church of England itu dan menuding gereja bersikap tidak sesuai ajaran Kristen dan tidak adil.

Dalam sebuah pernyataan Keuskupan Hereford mengatakan, “Kami mengakui ini adalah situasi yang sulit.”

Kenyon berkawan dengan Desmond Tutu selama puluhan tahun. Mereka saling menjadi ayah baptis bagi anak-anak perempuannya.

Tutu, mantan uskup agung Cape Town yang memenangkan hadiah Nobel Perdamaian tahun 1984, meninggal Desember 2021. Dia memberikan “restunya sebagai ayah” bagi perkawinan sesama jenis yang dilakukan putrinya itu, tetapi dilarang oleh gereja Afrika Selatan untuk memimpin prosesi perkawinannya.

Desmond Tutu membela hak-hak LGBTQ. Pada 2013 dia mengatakan, “Saya menolak untuk memasuki surga homofobia … Saya tidak bersedia menyembah Tuhan yang homofobia dan begitulah perasaan mendalam saya dalam masalah ini.”

Tutu juga mengatakan bahwa dia sangat bersemangat mengkampanyekan homoseksual sama seperti ketika dia melawan apartheid.

Tutu van Furth terpaksa berhenti bekerja sebagai pendeta di Afrika Selatan pada tahun 2016, karena gereja Anglikan di sana tidak mengizinkan pendetanya menikah dengan sesama jenis, meskipun perkawinan homoseksual sudah dilegalkan di Afrika Selatan sejak 2006.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika Selatananglikanchurch of EnglandDesmond TutugerejalesbianLGBTQMpho Tutu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis ‘Israel’ Ingin Normalisasi Hubungan dengan Indonesia, Kemlu Beri Jawaban Tegas
Tulisan selanjutnya ASN Malaysia 50 Persen Belum Memiliki Rumah Sendiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Berita
28 Agustus 2026 09:48
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?