Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Korea Selatan Mencatat Kasus Pertama ‘Amoeba Pemakan Otak’

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Desember 2022 16:12 4:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Desember 2022 16:30
Bagikan
Korea Selatan melaporkan kasus pertama infeksi Naegleria fowleri yang biasa disebut sebagai 'amoeba pemakan otak'
Bagikan

Hidayatullah.com—Korea Selatan melaporkan kasus pertama infeksi Naegleria fowleri yang biasa disebut sebagai ‘amoeba pemakan otak’, kata otoritas kesehatan, Senin (26/12/2022). Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengkonfirmasi kematian seorang warga setempat berusia 50-an setelah korban kembali dari Thailand pada 10 Desember setelah tinggal di sana selama empat bulan.

“Dia dirawat di rumah sakit keesokan harinya dan meninggal Rabu lalu. Kami telah melakukan tes genetik pada tiga jenis patogen yang menyebabkan Naegleria fowleri untuk memastikan penyebab kematiannya,” demikian keterangan KDCA kepada The Korea Times.

“Hasil tes menunjukkan gen di tubuh pria itu 99,6 persen sama dengan yang ditemukan pada pasien meningitis di luar negeri,” jelas KDCA.

Diketahui bahwa ini adalah kasus infeksi pertama yang dilaporkan di Seoul setelah Naegleria fowleri muncul di Virginia pada tahun 1937. Naegleria fowleri adalah amoeba atau organisme bersel tunggal yang hidup di tanah dan air tawar hangat seperti sumber air panas, danau, dan sungai di seluruh dunia.

Itu memasuki tubuh manusia melalui hidung dan pergi ke otak. Gejala awal termasuk sakit kepala parah, demam, mual atau muntah dan masa inkubasi Naegleria fowleri biasanya dua sampai tiga hari atau bisa mencapai hingga 15 hari.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Sebagai tindakan pencegahan, KDCA mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berenang di daerah yang telah terdeteksi penyakit tersebut meskipun penularan dari manusia ke manusia tidak mungkin terjadi.

Hingga tahun 2018, sebanyak 381 kasus Naegleria fowleri telah dilaporkan di seluruh dunia termasuk India, Thailand, Amerika Serikat (AS), China, dan Jepang.

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS, total 154 kasus infeksi ‘amoeba pemakan otak’ dilaporkan dari tahun 1962 hingga 2021 dan hanya empat pasien yang selamat dengan tingkat kematian lebih dari 97 persen.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amoeba pemakan otakKorea SelatanNaegleria fowleri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya H. Muzakir Manaf Diangkat sebagai Waliyul ‘Ahdi, Pemangku Wali Nanggroe
Tulisan selanjutnya Potensi Banjir Besar dan Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Basarnas Siapkan Langkah Antisipasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Berita
19 Oktober 2026 21:48
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim

Terbaru

  • Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
  • Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?