Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
BeritaPalestina Terkini

(Video) Cucu Deklarator ‘Israel’ Minta Presiden Jokowi dan Rakyat Indonesia Tolak Timnas Zionis

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Maret 2023 17:20 5:20 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Maret 2023 13:43
Bagikan
Miko Peled, seorang aktivis hak asasi manusia yang terkenal karena pendiriannya terhadap gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS)
Bagikan

Hidayatullah.com—Cucu deklarator ‘Israel’Niko Peled, memberikan pesan khusus kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menolak kehadiran Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia. Dalam sebuah unggahanya hari Senin (13/3/2023), aktivis HAM dan penulis buku ini mengatakan, memberi izin Timnas Israel sama dengan memberikan izin penindasan kepada bangsa Paletina.

“Sudah beberapa negara mayoritas Arab dan Muslim membuka diri terhadap Israel. Ini adalah fenomena yang sangat berbahaya. Ini memberikan Israel izin untuk menindas Palestina. Palestina tidak dapat memenangkan ini sendirian: mereka membutuhkan dukungan kita!,” ujar Miko di akun twitter @mikopeled.

Please Indonesia: say no to Israeli⚽️football!

Already some Arab and Muslim majority countries are opening up to Israel. This is a very dangerous phenomenon. This gives Israel permission to oppress Palestinians

Palestinians cannot win this alone: they need our support! @PSSI pic.twitter.com/8sF0CtrRbI

— Miko Peled (@mikopeled) March 12, 2023

Selain ditujukan secara khusus kepada Presiden Jokowi, ia juga mendesak organisasi kemasyarakatan ikut ambil bagian dalam aksi penolakan. “Tolong jangan izinkan Timnas Israel masuk ke Indonesia dan bertanding. Saya memohon kepada Pak Presiden (Jokowi, red), kepada organisasi masyarakat, dan kepada seluruh rakyat Indonesia, mengizinkan Timnas sepakbola Israel untuk bertanding, itu berarti memberikan izin kepada Israel untuk terus membunuh dan menindas rakyat Palestina,” tambahnya.

Menurutnya, aksi ini, adalah bagian unjuk gigi kepada penjajah, bahwa dia tidak boleh melepas diri dari aksi-aksi kejahatan dan penindasan yang telah dilakukanya kepada bangsa Palestina. Karena itu, Indonesia, sebagai sebuah negeri Muslim terbesar di dunia, tidak bisa mengabaikan, sebab bangsa Palestina tidak bisa melakukannya sendirian.

“Dan bahkan,  sebuah negara Muslim besar, seperti Indonesia tidak bisa mengabaikan ini begitu saja. Palestina tidak bisa sendiri memenangkannya. Mereka tidak bisa meraih kemerdekaan tanpa dukungan dari kita. Kita telah menyaksikan negara-negara Arab dan beberapa negara Muslim membuka tanganya untuk Israel,” katanya.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Dalam keteranganya, Miko juga mengatakan, dirinya adakah kakek seorang pendiri negara penjajah bernama ‘Israel’. “Ini adalah fenomena yang sangatlah berbahaya. Saya adalah Miko Peled, kakek saya ikut menandatangani deklarasi kemerdekaan ‘Israel’, “ katanya.

Meski kakeknya ikut mendukung pendirian Israel, namun dirinya tahu mana yang benar dan mana yang salah. “Saya tahu Israel, saya tahu apartheid. Saya memohon kepada Anda, pertahankan sikap moral Anda, berdirilah bersama Palestina dan bersama-sama, kita bisa membebaskan Palestina. Bersama-sama kita bisa melihat akhir dari penderitaan dan akhir dari rezim apartheid. Terima kasih banyak,” ujarnya mengakhiri.

Siapa Peled?

Miko Peled, seorang aktivis hak asasi manusia yang terkenal karena pendiriannya terhadap gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) terhadap Israel. Peled, yang merupakan keturunan Israel, memilih untuk bergabung dengan gerakan ini setelah terpapar dengan realitas di lapangan di Palestina.

BDS adalah sebuah gerakan global yang bertujuan untuk memboikot, mengurangi investasi, dan memberlakukan sanksi terhadap Israel untuk memaksa negara tersebut menghormati hak-hak rakyat Palestina. Miko Peled menjadi pendukung setia gerakan ini dan secara terbuka menyuarakan dukungannya pada berbagai forum internasional.

Melalui gerakan BDS, Peled berjuang untuk memperjuangkan hak asasi manusia di Palestina dan menentang kebijakan Israel yang dianggap merugikan rakyat Palestina. Dia telah bekerja sama dengan berbagai organisasi hak asasi manusia di seluruh dunia, termasuk organisasi-organisasi di Palestina.

Lahir di Yerusalem tahun 1961, Peled dibesarkan di Motza Illit dari keluarga Zionis terkemuka. Kakeknya, Avraham Katsnelson, ikut menjadi deklarator “Kemerdekaan Israel”. Ayahnya, Mattityahu Peled , ikut dalam Perang Arab–Israel 1948, mewakili penjajah dan bertugas sebagai jenderal dalam Perang Enam Hari tahun 1967.

Awalnya, Miko Peled mengikuti jejak ayahnya bergabung Pasukan Khusus Israel hingga mendapatkan baret merah. Namun belakangan dia muak dengan perang Lebanon 1982 dan mengubur pin dinasnya di tanah.

Peled akhirnya menjauhkan diri dari aktivitas militer dan memiliki aktif di dunia karate dan pindah pertama ke Jepang, kemudian ke San Diego , California , Amerika Serikat (AS). Hingga suatu hari, tepatnya tahun 1997, keponakannya yang berusia 13 tahun, Smadar, (putri saudara perempuannya Nurit Peled-Elhanan) tewas dalam aksi bom Palestina.

Ia menilai, tewasnya Smadar, bagian dari dampak penjajahan yang dilakukan Israel kepada Palestina. Aktivitas yang dulunya berhubungan dengan Israel dan Palestina yang sempat dia kubur akhirnya bangkit kembali.

“Tiba-tiba meledak. Itu menjadi lebih kuat dari apa pun,” kata dia.

Peled kemudia banyak bergabung dengan kelompak HAM yang menolak penjajahan Palestina. Dia pernah menyebut pemerintah ‘Israel’ sebagai “rezim Zionis radikal”.

tSelain menjadi aktivis, Peled juga menulis beberapa buku. Di antatanya; “The General’s Son, Journey of an Israel in Palestine,” dan “Injustice, The Story of The Holy Land Foundation Five”.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMiko Peledpenjajah IsraelTimnas IsraelZionis Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makkah: Jantung Agama Ulama Nusantara dan Pengobar Perang Kolonial
Tulisan selanjutnya Dikawal Kokam, Ustadz Adi Hidayat Hadiri Tabligh Akbar RS PKU Muhammadiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?