Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Ramadhan Sepanjang Zaman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 April 2023 12:20 12:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 April 2023 12:07
Bagikan
Bagikan

Meski tetap pusatnya adalah Ramadhan, tapi nila-nilai Ramadhan tetap dijalankan para ulama salaf sepanjang tahun, bahkan tidak pilih-pilih bulan beramal

Hidayatullah.com | DI KALANGAN masyarakat Indonesia, setidaknya ada dua penyikapan terhadap bulan Ramadhan. Pertama, yang menjadikannya sebagai madrasah atau wahana penempaan jiwa-raga yang hasilnya bisa dilihat pada bulan-bulan setelahnya. Ini yang lebih umum.

Kedua, sebagai pusat dan muara untuk menjalankan segala bentuk ketaatan yang sudah disiapkan sejak bulan-bulan sebelumnya dan terus diapresiasi pada bulan-bulan setelahnya sehingga terkesan: Ramadhan Sepanjang Zaman.

Terlepas dari mana yang paling tepat, kedua padangan ini bisa bertemu pada satu kesadaran penting tentang keagungan Ramadhan yang perlu dijaga dan dirawat nilai-nilainya dengan berbagai amal yang bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Hanya, saja, penulis jadi tertarik menelusuri bagaimana pandangan orang-orang terdahulu terkait Ramadhan sehingga pembaca sekalian nanti bisa tahu mana yang lebih tepat: Ramadhan sebagai pusat bagi bulan lain atau ia titik tolak menuju bulan-bulan lainnya?

Baca Juga

Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
Jihad Santri di Era Modern
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat

Akan penulis awali dengan doa-doa para orang saleh terdahulu (salafush-shālih). Di antara yang sering disebut dalam hal ini misalnya:

Pertama, keterangan dari al-Mu’alla bin Fadhl:

كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ تَعَالَى سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ رَمَضَانَ يَدْعُوْنَهُ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَ مِنْهُمْ

“Mereka (para orang saleh terdahulu) berdoa kepada Allah pada enam bulan (sebelumnya) agar disampaikan pada bulan Ramadhan. Kemudian pada enam bulan berikutnya berdoa agar amal selama bulan Ramadhan diterima.” (Ibnu Rajab, Lathā`ifu al-Ma’ārif, 2004: 148).

Di sini, Ramadhan menjadi pusat perhatian sejak enam bulan sebelumnya dan enam bulan sesudahnya. Kedua, doa yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad ﷺ:

اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkatilah untuk kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.” (Ibnu Rajab, Lathā`ifu al-Ma’ārif, 2004: 148) Doa ini, juga mengisyaratkan bahwa Ramadhan sebagai tujuan.         

Ketiga, keterangan Yahya bin Abi Katsir terkait doa orang saleh terdahulu:

اللّٰهُمَّ سَلِّمْنِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلًا.

“Ya Allah anugerahkanlah keselamatan kepadaku sampai Ramadhan, dan sampaikanlah Ramadhan kepadaku, serta terimalah amalku.” (Ibnu Rajab, Lathā`ifu al-Ma’ārif, 2004: 148)  Pada doa ini, Ramadhan menjadi pusat tujuan.

Sebagai tambahan, kalau dilihat dari amalan Nabi Muhammad, para sahabat dan generasi saleh setelahnya, mereka sangat antusias mempersiapkan Ramadhan dengan berbagai ibadah sunnah. Persiapan-persiapan ini seolah menjadikan Ramadhan sebagai pusat perhatian.

Setelah doa, akan penulis kemukakan beberapa cerita terkait persepsi tentang Ramadan bagi orang saleh terdahulu.

Pertama,

باع قوم من السلف جارية فلما قرب شهر رمضان رأتهم يتأهبون له ويستعدون بالأطعمة وغيرها فسألتهم فقالوا نتهيأ لصيام رمضان فقالت: وأنتم لا تصومون إلا رمضان لقد كنت عند قوم كل زمانهم رمضان ردوني عليهم.

“Suatu kaum dari kalangan salaf menjual hamba sahaya wanita. Ketika bulan Ramadhan sudah dekat, budak wanita (yang telah berada di rumah tuan barunya) melihat mereka sedang bersiap-siap untuknya, menyiapkan makanan dan lain sebagainya. Lantas ia bertanya (mengenai persiapan itu). Merekapun menjawab, “Kami sedang bersiap-siap (menyambut) puasa Ramadhan.” Lalu, budak wanita itu merespon, “Kalian tidak berpuasa melainkan Ramadhan. Dulu, aku berada pada kaum yang semua zamannya adalah Ramadhan. Kembalikanlah aku kepada mereka!” (Ibnu Rajab, Lathā`ifu al-Ma’ārif, 2004: 147)

Kedua,

باع الحسن بن صالح جارية له فلما انتصف الليل قامت فنادتهم: يا أهل الدار الصلاة الصلاة قالوا: طلع الفجر؟ قالت: أنتم لا تصلون إلا المكتوبة ثم جاءت الحسن فقالت: بعتني على قوم سوء لا يصلون إلا المكتوبة ردني ردني

Al-Hasan bin Shalih menjual hamba sahaya wanita miliknya. Ketika pertengahan malam (di rumah tuan barunya), budak ini bangun dan memanggil : “Wahai penghuni rumah! Shalat, shalat!” Mereka menjawab, “Apa sudah terbit fajar?” Ia menimpali, “Kalian tidak shalat melainkan yang wajib saja.” Kemudian, ketika suatu hari Al-Hasan datang ke sana, hamba sahaya wanita itu berkata, “Anda telah menjual saya pada kaum yang jelek. Mereka tidak shalat melainkan yang wajib saja. Kembalikan aku, kembalikan aku!”

Dua kisah ini, meski ada sedikit kemiripan, menggambarkan hal penting dan menarik mengenai pandangan orang saleh terdahulu mengenai Ramadhan. Bagi mereka, Ramadhan adalah sepanjang zaman.

Amal ibadah yang ada pada bulan Ramadhan, bisa secara konsisten di jalankan pada bulan lainnya. Seperti shalat malam, tadarus Al-Qur`an, sedekah, puasa sunnah dan amal sunnah lainnya bisa terus dilakukan tak harus menunggu Ramadhan.

Selanjutnya, akan penulis ketengahkan quote-quote menari dari kalangan salaf mengenai persepsi tentang Ramadhan.

Pertama, ketika Bisyr ditanya mengenai orang yang bersunguh-sungguh ibadah pada bulan Ramadhan saja, maka beliau berkata:

بئس القوم لا يعرفون لله حقا إلا في شهر رمضان إن الصالح الذي يتعبد ويجتهد السنة كلها

“Seburuk-baruk kaum adalah yang tidak mengenal hak Allah melainkan pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya orang saleh adalah yang beribadah dan bersungguh-sungguh sepanjang tahun.” (Ibnu Rajab, Lathā`ifu al-Ma’ārif, 2004: 222) Kata-kata ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Ramadhan jangan hanya berhenti pada bulan suci saja, tapi bisa dilaksanakan sepanjang tahun.

Kedua, perkataan Syibli:

شهر رجب شهر للزرع وشعبان شهر السقي للزرع ورمضان شهر حصاد الزرع وعنه قال: مثل شهر رجب مثل الريح ومثل شعبان مثل الغيم ومثل رمضان مثل القطر

“Bulan Rajab adalah bulan menanam; Sya’ban adalah bulan menyiram tanaman; sedangkan Ramadahn adalah bulan memanen tanaman.” Beliau juga pernah berkata, “Perumpamaan bulan Rajab adala seperti angina, sedangkan Sya’ban seperti awan, dan Ramadhan laksana hujan.” (Ibnu Rajab, Lathā`ifu al-Ma’ārif, 2004: 121)

Ketiga, sebagian salaf berkata:

السنة مثل الشجرة وشهر رجب أيام توريقها وشعبان أيام تفريعها ورمضان أيام قطفها والمؤمنون قطافها

“Tahun laksana pohon, sedangkan bulan Rajab seperti hari-hari bertumbuhnya daun, sementara Sya’ban adalah masa bertumbuhnya ranting (dahan), dan Ramadhan adalah masa memetik (buahnya). Adapun orang-orang beriman adalah para pemetiknya.” (Ibnu Rajab, Lathā`ifu al-Ma’ārif, 2004: 121) Dibaca dari quote ini, yang terkesan adalah bahwa Ramadhan sebagai pusat memanen amal. Sedangkan yang bisa memanennya adalah orang-orang beriman.

Dari beberapa keterangan ini, penulis menyimpulkan bahwa bagi para generasi saleh terdahulu, Ramadhan berikut nilai-nilai yang terkandung di dalamnya semacam bulatan utuh yang bersanding dengan bulan-bulan lainnya.

Meski tetap pusatnya adalah Ramadhan, tapi nila-nilai Ramadhan tetap dijalankan sepanjang tahun. Mereka tidak pilih-pilih bulan untuk istiqamah beramal. Rahimahumullah rahmatan waasi’ah.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinePilihan RedaksiPuasa RamadhanRamadhanRamadhan sepanjang zaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya shaf shalat Dukung Kenaikan Biaya Haji, Cholil Nafis: Tidak Perlu Disubsidi
Tulisan selanjutnya Mengaku Ada Baku Tembak, Densus 88 Tembak Dua Orang Jaringan JI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

Berita
30 Oktober 2026 16:27
Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi

Terbaru

  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
  • Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
  • LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

Mungkin Anda Juga Suka

Lentera Hidup

Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!

30 September 2026 19:34
Sejarah

Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

29 September 2026 12:00
Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?