Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Natsir Menjawab Subhat Sesat Isu Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2023 15:51 3:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Oktober 2023 16:25
Bagikan
[Ilustrasi] Hubungan erat: M Natsir bersama Syeikh Muhammad Amin Al-Husaini (Mufti Palestina) dan Hassan Al-Hudaibi adalah Mursyid Am Ikhwanul Muslimin
Bagikan

Dulu ketika Netherland Indies Civil Administration (NICA),  menduduki wilayah Indonesia sebagaian warga mengungsi dan menyelamatkan diri, apa tepat jika dikatakan NICA berhak hidup dan dikasihani?

Hidayatullah.com | PADA tahun 1971, Buya Mohammad Natsir menerbitkan buku berjudul “Masalah Palestina”. Merupakan pengalam nyata beliau saat berkunjung ke Timur Tengah atas gagasan Rabithah Alam Islami.

Cerita itu disampaikan secara verbal sebanyak dua kali di Masjid Munawwawah, kemudian diterbitkan menjadi buku atas kerjasama Penerbit Hudaya dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Di dalam buku ini, ada banyak fakta menarik. Di antaranya syubhat-syubhat yang timbul dari cendikiawan atau cerdik pandai yang notabene juga beragama Islam.

Ada yang memposisikan Yahudi secara playing victim. Yahudi perlu dikasihani, mereka ini sejatinya korban.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Karena itu Yahudi berhak hidup. Kalau mereka menyerang bangsa Arab, itu dianggap sebagai mempertahankan diri, bukan genosida. Tokoh bangsa ini menganggap Israel sebagai korban yang dizalimi, bukan penjajah.

Ada juga cendekiawan yang cuek alias masa bodoh dan memposisikan diri bak orang bijak dengan mengatakan, “Ini soal Arab saja.” Artinya, itu konflik internal bangsa Arab.

Karenanya tidak perlu semua orang repot-repot membantu. Kalau bahasa orang sekarang,  “Jangan bawa-bawa agama dalam urusan Palestina!”

Bahkan sekarang ada yang menambahkan: “Udahlah fokus pada negeri kita saja. Banyak tuh masyarakat melarat yang perlu dibantu. “

Untuk menjawab ini, Buya Natsir membuat analogi cerdas. “Dulu ketika Netherland Indies Civil Administration (NICA),  menduduki wilayah Indonesia seperti Semarang dan Surabya, dan bangsa Indonesia berpencaran mengungsi, menyelamatkan diri, apa tepat jika dikatakan; “Wah tentara NICA itu berhak hidup. Kasihan dia, mentang-mentang orang Surabaya dan orang Semarang itu orang Islam, apa kita musti bantu dia itu, dia orang Nica itu berhak hidup!”

NICA adalah lembaga pemerintahan Sipil Hindia Belanda, sebuah organisasi semi-militer yang dibentuk 3 April 1944, bertujuan agar dapat menjadi penghubung pemerintah kolonial Hindia Belanda dengan Komandan pasukan Sekutu di Wilayah Pasifik Barat Daya atau SWPA (South West Pacific Area).

Kira-kita adakah yang akan memakai argumen sama dalam menyikapi masalah tersebut? Besar kemungkinan tidak, sebab sering kali mereka memiliki standar penilain ganda.

M Natsir mempertegas lagi dalam bukunya;

“Djadi supaja pandangan kita djangan dikaburkan oleh orang-orang jang pintar-pintar bagaimana pokok persoalannja, saja berikanlah satu tjontoh jang terang tadi itu. Bagaimana kalau tentara Nica dengan orang-orang Belanda jang dibawanja kedalam menjerbu ke Magelang atau Purwokerto, ke Malang umpamanja, memperluas daerah recombanja itu. Bagaimana itu? Apakah kita harus menganggap recomba itu berhak hidup di sana? Djagan kita ganggu-ganggu. Persis itulah kejadiannya.”

Maka kehadiran buku anggitan Natsir ini salah satunya bisa memberi pencerahan mengenai fakta sebernarnya terhadap orang-orang sinis –meski mengaku Islam– terhadap masalah Palestina.

Apalagi, Natsir tidak berangkat dari ruang hampa. Beliau benar-benar pergi ke Palestina, dan merasakan betapa menderitanya bangsa Palestina saat itu akibat kebiadaban ‘Israel’.

Makin ke sini, orang-orang yang sinis ke Palestina kian menjamur. Bahkan acap kali muncul dari kalangan cendikiawan dan intelektual muslim yang dengan statemen-statemennya bisa menyesatkan fakta sebenarnya. Syubhatnya kian liar dan parah.

Karenanya. dibuatlah isu-isu miring seputar kelompok pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsha, termasuk Hamas, dibuat berbagai konspirasi tentangnya, dan hal-hal negatif yang melingkupinya.

Bagi umat Islam tentu tak boleh tinggal diam. Ini bukan sekadar masalah kemanusiaan yang direnggut.

Sebagai saudara sesama muslim, umat Islam memang sudah seharusnya peduli kepada mereka bangsa Palestina. Dikotomi masalah pada urusan-urusan parsial, justru mengaburkan fakta yang sebenarnya.*/ Mahmud Budi Setiawan

Baca juga: Pesan Mohammad Natsir: Palestina Bukan Soal Tanah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaHeadlineindonesiaisu PalestinaMohammad NatsirNetherland Indies Civil AdministrationNICApalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anwar Ibrahim: Saya Tidak Takut Ancaman Eropa karena Mendukung Palestina
Tulisan selanjutnya Ilmuwan Tiongkok Temukan Delapan Virus Misterius

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Berita
5 September 2026 14:50
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
  • Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
  • Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
  • Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
  • Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
  • Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • ‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?