Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Muslimah Pasar Talun, Penggerak Pengajian di Lereng Merapi (1)

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2014 11:40 11:40 am
Ahmad
Dipublikasikan 18 Agustus 2014 11:40
Bagikan
Perempuan penggerak dakwah di Lerang Merapi
Bagikan

JIKA kaki ini berat melangkah untuk berdakwah, jika diri ini takut tidak bisa bertahan hidup karena berjuang di jalan Allah, maka tiliklah peran para wanita yang juga pedagang di pasar Talun, Kecamatan Dukun, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini.

Mereka tak segan-segan menutup warung-warungnya dan meninggalkannya untuk mengenalkan Islam pada warga di lereng gunung Merapi.

Adalah Nurhayati. Wanita yang dikenal sebagai pedagang sembako dan sepatu di Pasar Talun, Muntilan. Dua puluh tahun berkutat dengan barang dagangan,  menyadarkan untuk menyibukkan diri dalam dunia dakwah.

Sebelumnya, ia mengaku telah  banyak menghabiskan waktu di pasar dan urusan dunia dan hanya berkutat dengan buka-tutup warung setiap pagi dan petang tanpa ada asupan ruhani. Hidupnya terasa hampa.

“Cuma gitu aja, cari uang. Pergi jam 5 pagi, pulang jam 4 sore. Begitu saja selama 20 tahun,” tutur Nur, panggilan akrab Nurhayati mengenai kegelisahannya 2010 silam.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Ia teringat pada seorang kakak kelasnya saat bersekolah di SMA Muhammadiyah, Muntilan. Pada Herlina, kakak kelasnya, Nur menyampaikan kegelisahannya untuk segera membentuk pengajian. Herlina yang pada saat itu menjadi pimpinan sebuah sekolah Islam, senang hati membantunya.

Nur juga menggandeng adik kelasnya, Anik. Keduanya pernah satu sekolah di MTS Muhammadiyah, Muntilan. “Dik Anik nggak melanjutkan sekolah. Lulus MTS ibunya minta supaya dik Anik dagang saja di pasar. Ngurus warung orangtuanya,”imbuh Nur.
Bagai gayung bersambut, Anik yang telah sukses memiliki beberapa toko di pasar Talun, setuju dengan ide itu. Perempuan itu merasakan kehampaan yang sama. Mereka bergerak cepat membagikan undangan pengajian perdana untuk seratus pedagang muslimah di pasar Talun.

Pengajian hari pertama dihadiri oleh 75 orang pedagang. Nur ternyata tidak sendiri. Kekosongan spiritual juga dirasakan oleh hampir seluruh pedagang. Lokasinya bertempat di rumah Nur di kampung Kutan, Sedayu, Muntilan.

Mulai pertemuan kedua, pengajian langsung ditempatkan di Masjid Al Barokah yang terletak di seberang pasar Talun. Mereka sepakat menggulirkan pengajian setiap Ahad di sana dengan nama Pengajian Al Barokah. Jaringan pendidikan yang dimiliki Herlina, mampu mendatangkan ustadz untuk mengajar di masjid itu. Setiap pekan, anggota pengajian bertambah banyak. Jumlahnya bahkan lebih dari seratus orang.

Erupsi Merapi bulan Oktober 2010, menggerakkan Nurhayati, Anik dan Herlina.

Kala itu ketersediaan sembako, minus. Perekonomian kampung lumpuh total. Pasar ditutup. Ketiganya menghubungi berbagai pihak untuk mendapatkan sembako. Nur bahkan sampai turun ke Yogyakarta demi mencari sembako bagi masyarakat. Bahkan tak segan Ia merogoh kecek pribadinya.

“Saya cari sembako kemana-mana. Begitu dapat, tak kasih Pak Kadus (Kepala Dusun),” cerita Nur saat hidayatullah.com menemui di warungnya yang penuh sesak barang dagangan.

Oleh Kepala Dusun, sembako itu dibagi merata termasuk untuk Nur dan keluarganya.

Selama 40 hari, rumah Nur dijadikan penampungan pengungsi.

Setiap hari Nur bergerak mencari dan menyalurkan bantuan. Telepon genggam miliknya tidak henti-hentinya berdering. Ia berkoordinasi dengan para relawan, pengusaha bahkan dengan para ustadz.

Belum lagi selesai memenuhi kebutuhan sembako kampungnya, ada telepon dari sang adik yang tinggal di Tempon. Dusun yang berada di lereng Merapi itu belum teraliri sembako sama sekali.

Tempon hanya satu diantara puluhan dusun disana yang juga kekurangan air bersih. Kembali Nur mengajak Anik dan Herlina bergerak ke pelosok Merapi yang baru kali itu mereka kunjungi.

Keikhlasan memberi, berbuah baik. Penduduk di lereng Merapi simpatik pada mereka dan akhirnya mau diajak membentuk pengajian.

Karena tidak mau seperti pemberi bantuan kemanusiaan pada umumnya, yang melepas tanggungjawab setelah menyalurkan bantuan, akhirnya momen ini digunakan Nur, Anik dan Herlina untuk mengenalkan masyarakat mengenal Al Qur’an.

Mereka bertekad agar kalam ilahi juga berpendar sampai ke lereng Merapi.

Tentu saja tidak serta merta diajak mengaji. Nur berusaha empati terlebih dahulu.

“Ya, mosok kita datang nggak bawa apa-apa. Misalnya mereka butuh air bersih, kami carikan air bersih,”ulasnya.

Ketiganya berbagi tugas. Jika Herlina punya andil dalam menyediakan para pengajar, maka Nur dan Anik sibuk membawa ribuan makanan ringan yang dibagikan gratis untuk para peserta pengajian. Sembari membawa panganan, mereka turut mensurvei dusun mana saja yang membutuhkan para Dai.*/bersambung Binaannya meluas menjadi 22 Dusun

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahMerapimisionarispengajian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Kekalahan, Penulis Zionis Tuding Militer Israel tutupi Kerugian di Shujaiyah
Tulisan selanjutnya Soal ISIS, Munarman: Amerika Ketakutan lahirnya Khilafah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?