Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemilu Iraq Terlaksana, tapi Konflik Masih Panjang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2005 09:46 9:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Januari 2005 09:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebanyak 72% pemilih Iraq dikabarkan telah memberikan suara mereka dalam Pemilu pertama di negeri itu setelah dijajah Amerika Serikat (AS). Tentu saja, informasi ini bersumber dari media dan pejabat Amerika Serikat (AS). Sumber-sumber lain dari rakyat Iraq sendiri belum banyak diperoleh. Sementara itu, pada saat yang sama, serangkaian serangan bom bunuh diri, roket, dan mortir terus menyalak dan menewaskan sedikitnya 37 orang. Bom-bom dan mortir itu sebagai tanda ketidak setujuan rakyat Iraq atas Pemilu yang diselenggarakan atas prakarsa AS.

Meski berbagai media masa mengabarkan rakyat Iraq telah melaksanakan Pemilihan Umum untuk pertama kalinya semenjak dijajah AS dan sekutunya, gelombang serangan oleh pejuang Iraq yang bertekad mengacaukan pemilihan itu terus berlangsung.

Perdana Menteri Iyad Allawi, yang memilih di daerah Zona Hijau di Baghdad yang dikawal sangat ketat, mengatakan pemilihan itu adalah awal sebuah era baru di Iraq. Presiden Ghazi al-Yawar, termasuk orang pertama yang memilih, dan dia mendorong seluruh warga Iraq untuk mendatangi tempat tempat pemungutan suara. Para pejabat menyatakan lebih dari 5000 tempat pemungutan suara dibuka di seluruh Iraq bagi 14 juta warga Iraq yang berhak memilih.

Sebagian besar pemilih di wilayah selatan Iraq yang didominasi etnis Syi’ah tampak antusias mengikuti Pemilu. Misalnya, Taha Lufta. Lelaki tua itu sudah menunggu di luar TPS di sekolah Al Amaali, Basra, saat tempat itu dibuka pukul 07.00 (pukul 11.00 WIB) waktu setempat.

“Saya ingin menjadi yang pertama datang ke sini dan mendorong orang-orang untuk memilih. Saya orang tua dan ingin menjadi contoh bagi yang lain,” ujarnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Antrian panjang dilaporkan terjadi di Kota Sadr, di Baghdad, tempat tinggal lebih dari 2,5 juta warga Syi’ah, dan juga di daerah warga Kurdi di Iraq utara. Tapi hampir tidak ada pemilihan dilakukan di Fallujah, Ramadi dan Samarra, di sebelah barat dan utara Baghdad, yang berpenduduk mayoritas warga Muslim Sunni. Di kota Mosul di Iraq utara yang berpenduduk campuran warga Sunni dan warga Kurdi, jalan jalan tampak lengang dan tempat tempat pemungutan suara kosong.

Tingkat kehadiran pemilih dari kalangan kaum muslim Sunni tampak rendah. Mengomentari hal itu, Kepala Dewan Pemerintahan Kota Samarra Taha Hussein mengatakan, situasi keamanan yang buruk menyebabkan kaum Sunni enggan mendatangi TPS. Di kota itu, tidak ada pemilih yang menggunakan haknya. Di kota Sunni lainnya, seperti Falluja, Ramadi, dan Mosul, TPS-TPS terlihat lengang. TPS di kawasan Segi Tiga Kematian, yakni Latifiyah, Mahmudiyah, dan Yusufiyah, malah tidak dibuka.

Sebaliknya, kaum muslim Syi’ah antusias memberikan suara. Mereka berharap kandidat dari kaum Syi’ah bisa memenangi pemilu pertama pascatumbangnya Presiden Saddam Hussein April 2003 itu. Warga Kurdi juga terlihat banyak yang mendatangi TPS-TPS.

Protes Pemilu

Meski media Barat menyebut Pemilu itu sukses, sejumlah ledakan bom dan serangan roket serta mortir tetap terjadi hampir di seluruh Iraq, termasuk di Baquba. Militer AS mengatakan, sedikitnya terjadi sembilan serangan bunuh diri di sekitar Bagdad. Sementara itu, kelompok Abu Mussab al-Zarqawi dalam satu situs internet menyatakan bertanggung jawab atas 13 serangan bom bunuh diri di hari pencoblosan itu.

Pemilu Ahad kemarin sedikitnya menewaskan lebih dari 20 orang, sebagian besar tewas dalam serentetan pemboman bunuh diri yang ditujukan ke tempat tempat pemungutan suara di sekitar Baghdad. Beberapa ledakan juga terjadi di kota kota lain, termasuk di kota Baquba dan di kota Basra.

Kementerian Dalam Negeri Iraq menyatakan, serangan di hari pemungutan suara itu menewaskan sedikitnya 30 warga, enam polisi Iraq, dan seorang serdadu AS. Warga yang tewas meliputi tiga perempuan dan seorang bocah. Korban tewas itu belum termasuk pelaku pengeboman bunuh diri. Sedikitnya 26 warga Iraq dan tiga warga Mesir tersangka anggota kelompok perlawanan telah ditangkap.

Di Hilla, sebuah bom meledak di bus yang membawa para pemilih Sunni. Lima orang tewas dan 14 luka-luka dalam serangan itu. Sementara itu, seorang pengebom yang menggunakan ikat pinggang penuh bahan peledak beraksi dan menewaskan tujuh orang dan dua polisi di luar sebuah TPS.

Seorang pengebom berusaha masuk ke kediaman Menteri Kehakiman Malik Douhan al-Hassan di Bagdad. Seorang penjaga tewas ketika dia meledakkan bomnya di luar gerbang penjagaan. Dalam serangan bom bunuh diri di sebuah pasar di Distrik Mansur, seorang warga tewas dan empat lainnya luka-luka.

Selain bom bunuh diri, sejumlah TPS dihajar serangan mortir. Satu mortir mendarat di sebuah TPS di Sadr City, yang mayoritas warganya penganut Syiah. Empat pemilih tewas dan tujuh luka-luka akibat serangan itu. Serangan serupa juga terjadi di Balad, Bagdad utara, dan membunuh seorang wanita dan seorang bocah. Serangan lainnya di Balad menewaskan seorang pemilih. Dalam serangan lainnya terhadap pasukan AS, di al-Anbar, seorang serdadu AS tewas.

Malam menjelang pemilu tersebut, dua warga AS tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan bom ke kompleks Kedutaan Besar AS di Zona Hijau, Bagdad.

Pemilu Iraq hari Ahad kemarin menurut rencana akan memilih 275 anggota Majelis Nasional yang akan menyusun konstitusi untuk pembentukan pemerintahan permanen yang akan dipilih nanti.

Sebelumnya, rakyat Iraq berharap ingin menentukan nasib negara sendiri tanpa di bawah pengaruh Amerika Serikat (AS), warga Iraq lain berharap agar Iraq di bawah konstusi Islam. Namun nampaknya, Amerika tak mau melepaskan kepentingannya di Iraq. Peristiwa ini kemudian membuat beberapa kelompok melakukan bentuk protes diantaranya melakukan boikot karena merasa Pemilu kali ini hanya untuk kepentingan Amerika Serikat (AS) semata.

Beberapa pengamat mengatakan, meski AS berhasil memaksakan Pemilu –yang menurut AS dianggap demokratis—konflik antar kepentingan pasca Pemilu masih bakal lama. Mantan Dubes RI di Iraq Dahlan Abdul Hamid misalnya, mengatakan, pasca Pemilu dimungkinkan konflik antar kelompok bakal terjadi. Apalagi, sudah banyak orang tau, sejak awal sudah ada bau AS. “Bagi banyak orang Iraq AS itu bukan akhi (saudara), “ujarnya seperti dukutip Elshinta Ahad (30/1) kemarin.(el/ap/rtr/afp/voa/hid/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Refreshing, Relawan di Aceh Main Sepak Bola
Tulisan selanjutnya Kepentingan AS di Iraq Masih terus berlanjut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Berita
13 Juni 2026 14:36
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?