Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Tolak Wajib Militer, Demo Yahudi Haredi di ‘Israel’ Berakhir Ricuh

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2024 22:10 10:10 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 Agustus 2024 16:00
Bagikan
Komunitas Yahudi ultra-ortodoks
Bagikan

Hidayatullah.com – Aksi demo yang digelar ratusan Yahudi Haredi di depan pusat wajib militer di Yerusalem pada Rabu (21/08/2024) berakhir ricuh.

Para demonstran yang berasal dari Yahudi Haredi atau Yahudi ultra-Ortodoks bentrok dengan polisi yang berupaya membubarkan mereka dengan kekerasan.

Pada bulan lalu, militer ‘Israel’ mulai mengirimkan perintah wajib militer kepada para pria ultra-Ortodoks yang berusia 18 hingga 26 tahun setelah Mahkamah Agung pada bulan Juni memerintahkan untuk mengakhiri pengecualian yang telah berlaku selama beberapa dekade.

Wajib militer merupakan hal yang wajib bagi sebagian besar pemukim ‘Israel’ yang berusia di atas 18 tahun, dengan beberapa pengecualian, seperti bagi sebagian besar warga Arab.

Sebelum keputusan tersebut, lebih dari 60.000 pelajar agama ultra-Ortodoks yang berusia wajib militer juga secara resmi dibebaskan dari wajib militer.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Pada protes hari Rabu, para demonstran ultra-Orthodoks, banyak di antaranya yang tampaknya berusia wajib militer, bentrok dengan petugas dan juga dengan para pengunjuk rasa yang menginginkan agar militer meneruskan wajib militer untuk mengakhiri apa yang mereka anggap sebagai pembagian beban yang tidak seimbang pada saat perang dan meningkatnya ketegangan regional.

Polisi ‘Israel’ mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan bala bantuan untuk mencoba menjaga ketertiban, dan media berita Israel melaporkan bahwa para petugas telah menutup beberapa jalan, menggunakan meriam air untuk membubarkan kerumunan massa dan memukuli beberapa pengunjuk rasa dengan pentungan.

Polisi berdalih bahwa petugas telah “dipaksa untuk bertindak dengan menggunakan berbagai cara” ketika demo terus berlanjut dan para demonstran menerobos blokade, dengan beberapa pengunjuk rasa melemparkan botol-botol air. Lima orang ditangkap, tambah pernyataan polisi.

Bentrokan ini memperlihatkan naiknya gesekan antara masyarakat sekuler ‘Israel’ dengan kelompok Yahudi Haredi.

Ultra-Orthodox Jews have staged a protest outside the IDF recruitment office in Jerusalem, leading to arrests and clashes with officers

Read more: https://t.co/rzpKopn76k pic.twitter.com/dIVrennyCi

— RT (@RT_com) August 21, 2024

Beberapa Yahudi Haredi ‘Israel’ tidak sepenuhnya mengakui negara Israel, menolak kedaulatan Yahudi sekuler dan wajib militer. Banyak kaum mereka memandang pentingnya pendidikan Taurat penuh waktu, dengan alasan bahwa keilmuan inilah yang menjamin kelangsungan hidup orang Yahudi selama berabad-abad.

Perpecahan di ‘Israel’ yang awalnya berpusat pada isu kesetaraan kini telah berubah menjadi perselisihan tentang keamanan.

Penjajah ‘Israel’ telah melancarkan perang selama 10 bulan dengan kelompok perlawanan Palestina di Gaza, dan pertempuran dengan kelompok militan Hizbullah Lebanon semakin meningkat.

Ketakutan akan perang regional masih membayangi di tengah kekhawatiran bahwa Hizbullah dan pendukungnya, Iran, dapat melancarkan serangan pembalasan atas pembunuhan baru-baru ini yang dikaitkan dengan ‘Israel’.

Militer ‘Israel’ berharap dapat meredakan ketegangan terkait isu wajib militer bagi kaum Yahudi Haredi – sekitar 4.800 orang akan mengikuti wajib militer tahun ini – dengan memfokuskan wamil pada para pria yang belum menikah dan berada dalam angkatan kerja, dan bukan pada para pelajar agama.

Namun minggu lalu, ratusan ultra-Ortodoks melakukan demonstrasi di luar pangkalan militer Alon. Dari 90 calon anggota militer ultra-Ortodoks yang dipanggil ke pangkalan pada hari itu, hanya 12 orang yang hadir dan menyelesaikan proses yang diperlukan untuk wamil.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demonstrasiisraelwajib militerYahudi HarediYahudi Ultra Ortodoks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kepala Intelijen ‘Israel’ Ini Ungkap Alasan Mundur Melawan Pejuang Palestina: Ini Kegagalan Saya
Tulisan selanjutnya Kelompok Perlawanan Palestina: Israel Tidak Mundur, Kesepakatan Gencatan Senjata Gugur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?