Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Bekas Tawanan Israel: Klaim Media tentang Penyiksaan oleh Hamas Tidak Benar

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2024 00:38 12:38 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 25 Agustus 2024 05:00
Bagikan
Bekas Tawanan Israel
Bagikan

Hidayatullah.com – Noa Argamani, bekas tawanan Israel membantah laporan media yang salah mengutip kesaksiannya seusai ditahan oleh kelompok perlawanan Palestina Hamas.

“Saya tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi di media dalam 24 jam terakhir. Banyak hal yang diambil di luar konteks,” kata Argamani dalam sebuah unggahan Instagram pada 23 Agustus.

“Saya tidak dipukuli dan rambut saya tidak dipotong. Saya berada di sebuah gedung yang dibom oleh Angkatan Udara. Kutipan yang tepat adalah: ‘Akhir pekan lalu, setelah penembakan, seperti yang saya katakan, saya mengalami luka di seluruh kepala dan terluka di sekujur tubuh saya. Saya tegaskan bahwa saya tidak dipukuli, tetapi terluka di sekujur tubuh saya akibat runtuhnya bangunan yang menimpa saya,” tambah Argamani.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa sebagai “korban 7 Oktober, saya tidak akan membiarkan diri saya menjadi korban sekali lagi.”

Media ‘Israel’ secara keliru mengutip bekas tawanan di Gaza tersebut dengan mengatakan bahwa Hamas menyiksanya dan memotong rambutnya ketika ia berada dalam tawanan dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan kedutaan G7 di Tokyo.

Baca Juga

OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

Sebelum direveisi, sebuah artikel di Jerusalem Post yang menggambarkan pengalaman Argamani di tawanan diterbitkan dengan judul: “Hamas memukuli sekujur tubuh saya.”

Pada awal Juni, penjajah ‘Israel’ melancarkan operasi penyelamatan di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah untuk membebaskan Argamani dan tiga tawanan lainnya. Hampir 300 warga Palestina dibantai dalam proses tersebut.

Argamani diarak oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat berpidato di depan Kongres Amerika Serikat pada bulan Juli.

Kesaksiannya pada hari Jumat senada dengan kesaksian para tawanan Israel lainnya yang, sejak dibebaskan, menggambarkan pengalaman mereka dengan Hamas jauh dari kata menakutkan di banding serangan udara ‘Israel’ yang terus-menerus menghujani mereka.

“Kami berada di terowongan, ketakutan bahwa bukan Hamas, tapi Israel, yang akan membunuh kami, dan kemudian mereka akan mengatakan bahwa Hamas yang membunuhmu,” kata seorang tawanan yang dibebaskan saat bertemu dengan Netanyahu pada bulan Desember.

Pasukan Zionis ‘Israel’ telah membunuh banyak tawanan mereka yang ditahan oleh pejuang Palestina di Jalur Gaza, baik melalui serangan udara maupun operasi darat.

Mayat enam tawanan ‘Israel’ dikembalikan ke Israel minggu ini setelah operasi militer semalam.

Menurut situs berita berbahasa Ibrani, Ynet, para tawanan tersebut telah tewas beberapa bulan lalu, mati lemas setelah serangan udara ‘Israel’ membanjiri terowongan tempat mereka berada dengan gas beracun.

Unggahan Argamani di media sosial muncul kurang dari dua minggu setelah Brigade Qassam Hamas mengumumkan pembunuhan yang tidak disengaja terhadap seorang tawanan Israel.

“Setelah menyelidiki pembunuhan seorang tawanan musuh oleh pengawalnya, menjadi jelas bahwa tentara yang bertanggung jawab atas pengawalan itu bertindak dengan cara yang penuh dendam, bertentangan dengan instruksi, setelah menerima berita tentang kesyahidan dua anaknya dalam salah satu pembantaian musuh,” kata juru bicara Brigade Qassam, Abu Obeida, dalam sebuah pernyataan pada tanggal 15 Agustus.

“Kami menekankan bahwa kejadian tersebut tidak mewakili etika dan ajaran agama kami dalam menangani tawanan, dan kami akan memperketat instruksi setelah kejadian tersebut terulang kembali dalam dua kasus sejauh ini,” tambahnya.

“Kami menganggap musuh bertanggung jawab penuh atas semua penderitaan dan bahaya yang dialami para tawanannya sebagai akibat dari pelanggarannya terhadap semua aturan perlakuan manusiawi dan kemanusiaan serta praktik genosida brutal terhadap rakyat kami.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASKonflik Palestina-IsraelpalestinaPertukaran Tahanansanderatawanan Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Enam Tahun Ditahan Tanpa Dakwaan Menteri Keuangan Pengkritik Presiden Eritrea Meninggal
Tulisan selanjutnya Anwar El Ghazi Donasikan Sepertiga Gaji untuk Palestina, Capai Rp25 Miliar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah

Berita
3 Juli 2026 20:51
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
  • Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
  • UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
  • Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
  • Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?