Hidayatullah.com – Seorang remaja Palestina berusia 16 tahun syahid ditembak oleh pemukim ilegal ‘Israel’ usai menghadiri pemakaman remaja lainnya.
“Hari ini, setelah pemakaman Ammar Sabah yang berusia 16 tahun, yang tewas kemarin oleh tentara Israel di pusat kota, sejumlah pemuda berkumpul di jalan utama ketika seorang pemukim menembak Muheeb Jibril yang berusia 16 tahun di kepala,” kata Walikota Tuqu, Mohammed al-Badan pada hari Selasa (16/12/2025).
Pasukan ‘Israel’ membunuh Sabah pada Senin dalam penyerbuan ke kota tersebut, kata kementerian kesehatan Palestina. Mereka berdalih sejumlah pemuda, termasuk Sabah, melempar batu ke arah para tentara yang kemudian membalas dengan tembakan.
Kekerasan terhadap warga Palestina, baik oleh pemukim ilegal ‘Israel’ maupun tentara terus meningkat tajam di Tepi Barat yang diduduki sejak awal perang di Gaza pada Oktober 2023, menurut laporan PBB.
Kematian baru ini menambah jumlah warga Palestina yang syahid akibat pemukim ilegal tahun ini menjadi 15 orang, dan 37 orang sejak dimulainya perang genosida ‘Israel’ di Gaza.
Kekerasan yang Meningkat
Pasukan penjajah ‘Israel’ dan pemukim ilegalnya telah membunuh setidaknya 1.097 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, melukai hampir 11.000, dan memenjarakan sekitar 21.000 sejak Oktober 2023, menurut data Palestina.
Tepi Barat adalah rumah bagi 2,7 juta warga Palestina dengan pemerintahan sendiri yang terbatas di bawah pendudukan militer ‘Israel’. Ratusan ribu warga ‘Israel’ telah menetap di sana.
Sebagian besar kekuatan dunia menganggap pemukiman ‘Israel’, di tanah yang didudukinya dalam perang tahun 1967, ilegal, dan banyak resolusi Dewan Keamanan PBB telah menyerukan entitas zionis untuk menghentikan semua aktivitas pemukiman.
Dalam sebuah putusan penting Juli lalu, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan ‘Israel’ atas wilayah Palestina ilegal dan menyerukan evakuasi semua pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.*




