Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Februari 2026 14:19 2:19 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Februari 2026 14:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penjajah ‘Israel’ menyetujui proses untuk menetapkan sebagian besar wilayah di Tepi Barat sebagai tanah milik negara. Keputusan ini memicu kecaman keras dari sejumlah negara Arab yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk “perebutan tanah besar-besaran” yang berpotensi mempercepat aneksasi wilayah Palestina yang diduduki.

Langkah tersebut dinilai memperdalam ketegangan di kawasan dan memperkecil peluang penyelesaian konflik melalui solusi dua negara. Tepi Barat sendiri merupakan wilayah yang diduduki ‘Israel’ sejak 1967 dan hingga kini menjadi pusat sengketa berkepanjangan antara ‘Israel’ dan Palestina.

Pemerintah Mesir menjadi salah satu yang paling keras menyuarakan kritik. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut kebijakan itu sebagai “eskalasi berbahaya yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan kendali ‘Israel’ atas wilayah Palestina yang diduduki,” sebagaimana dikutip AFP.

Qatar juga mengecam keputusan tersebut. Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa langkah ‘Israel’ merupakan pelanggaran hukum internasional dan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait status wilayah pendudukan, demikian dilaporkan AFP.

Yordania turut menyampaikan keberatan keras. Pemerintah Yordania menilai kebijakan tersebut akan memperburuk situasi keamanan dan stabilitas regional, serta menghambat upaya diplomasi yang tengah dilakukan untuk menghentikan eskalasi konflik.

Baca Juga

OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

Sementara itu, Otoritas Palestina (yang selama ini dekat ‘Israel’) menyebut keputusan tersebut tidak memiliki dasar hukum. Kementerian Luar Negeri Palestina menegaskan bahwa persetujuan penjajah terhadap usulan untuk mendaftarkan sebagian besar wilayah di Tepi Barat sebagai “properti negara” adalah “tidak sah dan batal demi hukum,” seperti dilaporkan AFP.

Menurut pihak Palestina, kebijakan ini merupakan bagian dari pola sistematis untuk memperluas kontrol administratif dan legal Zionis ‘Israel’ atas wilayah pendudukan, yang pada akhirnya dapat mengarah pada aneksasi de facto. Mereka juga menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan kebijakan tersebut.

Sejumlah analis menilai, penetapan lahan sebagai properti negara membuka jalan bagi perluasan permukiman haram ‘Israel’ di wilayah Tepi Barat. Permukiman tersebut selama ini menjadi salah satu isu paling kontroversial dalam pendudukan ‘Israel’ di Palestina dan kerap menuai kritik internasional.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah ‘Israel’ belum memberikan tanggapan resmi atas kecaman dari negara-negara Arab tersebut. Namun keputusan tersebut diperkirakan akan kembali menjadi agenda pembahasan di berbagai forum internasional dalam waktu dekat.

Ketegangan atas status Tepi Barat kembali menegaskan bahwa pendudukan ‘Israel’-Palestina masih jauh dari penyelesaian, sementara dinamika politik di lapangan terus bergerak dengan implikasi yang luas bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.

Hingga awal Januari 2026, data otoritas medis Gaza yang terus diperbarui menunjukkan bahwa jumlah warga Palestina yang gugur dalam aksi genosida ‘Israel’ sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai sekitar 71.769 jiwa, mayoritas perempuan dan anak-anak, dengan lebih dari 171.000 lainnya luka-luka akibat agresi militer tersebut. Banyak korban masih diyakini terperangkap di bawah puing bangunan atau belum diidentifikasi, menunjukkan angka sebenarnya kemungkinan bisa lebih tinggi lagi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinaTepi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah: Demokrasi Tak Hanya Bebas Bicara, Tapi Jaga Harmoni
Tulisan selanjutnya Di Malaysia Gegara Petasan dan Kembang Api Orang Bisa Masuk Bui 7 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

30 Tahun Menyalahgunakan Kekuasaan Pejabat China Diganjar Hukuman Mati

Berita
7 Juli 2026 18:00
Analisa Israel: Iran dan Hizbullah Tidak Bantu Hamas Lancarkan Operasi Thufan Al-Aqsha
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral

Terbaru

  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
  • Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
  • Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
  • Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
  • Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?