Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Maret 2026 09:29 9:29 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Maret 2026 09:28
Bagikan
Bagikan

Belajar di waktu subuh terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan fokus, kinerja otak, dan daya ingat melalui pengaruh ritme biologis dan hormon kortisol

Hidayatullah.com | BELAJAR di waktu subuh tidak hanya menjadi kebiasaan produktif, tetapi juga didukung oleh temuan ilmiah terbaru. Penelitian dalam jurnal Hormones and Behavior (2024) oleh Lisa Pötzl dan rekan dari Ruhr University Bochum, Jerman, menemukan bahwa kemampuan memori pengenalan dapat meningkat saat kadar hormon kortisol berada pada level tinggi di pagi hari.

“Kortisol mungkin memiliki peran penting dan layak diteliti saat mempelajari pengaruh waktu dalam sehari terhadap kinerja memori,” demikian kutip penelitian Hormones and Behavior tahun 2024 oleh Lisa Pötzl dkk.

Kortisol merupakan hormon penting yang berperan dalam meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Secara alami, kadar hormon ini mencapai puncaknya pada pagi hari setelah seseorang bangun tidur. Kondisi ini membuat otak berada dalam keadaan paling siap untuk menerima, mengolah, dan menyimpan informasi baru.

Menurut Dr. Andika Prasetyo, pakar neurologi dari Universitas Indonesia, “Belajar di pagi hari, khususnya di subuh, memanfaatkan puncak alami hormon kortisol. Hormon ini membantu otak fokus lebih baik, memproses informasi lebih cepat, dan memperkuat daya ingat jangka pendek maupun Panjang.”

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti
Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

Konsep ini memiliki dasar panjang dalam dunia sains. Sejak tahun 1950–1970-an, penelitian di bidang kronobiologi menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki ritme sirkadian yang mengatur siklus hormon, tidur, dan fungsi otak.

Salah satu temuan utama adalah pola kortisol yang meningkat di pagi hari dan menurun sepanjang hari, yang berkaitan dengan tingkat kewaspadaan manusia.

Penelitian modern kemudian memperkuat temuan tersebut. Studi dalam jurnal Neuroscience (2013) menemukan bahwa proses pembelajaran dan memori tertentu bekerja lebih optimal pada fase pagi.

Penelitian itu menyatakan bahwa “waktu dalam sehari secara signifikan memengaruhi proses belajar dan memori” (Neuroscience, 2013).

Selain itu, kajian dalam Molecular Brain (2008) juga menunjukkan hubungan antara hormon stres dan fungsi memori. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa “glukokortikoid seperti kortisol memainkan peran penting dalam pembentukan dan pengambilan memori.” (Molecular Brain, 2008).

Menariknya, temuan ilmiah ini sejalan dengan anjuran Islam. Baginda Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan umat untuk memulai aktivitas baik di waktu subuh, seperti dalam hadits riwayat Ahmad dan Bukhari: “Barangsiapa yang memulai hari dengan shalat subuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah”.

Waktu subuh dianggap berkah, di mana tubuh dan pikiran manusia lebih segar, yang secara ilmiah terbukti mendukung proses belajar dan konsentrasi.

Dr. Fitri Amalia, peneliti psikologi kognitif di Lembaga Riset Kognisi Indonesia, menambahkan, “Kombinasi ritme biologis pagi hari, hormon kortisol, dan lingkungan yang tenang membuat subuh menjadi waktu paling ideal untuk mempelajari hal-hal kompleks dan memperkuat daya ingat” (Riset internal, 2024).

Selain faktor biologis, lingkungan waktu subuh juga mendukung proses belajar. Suasana yang tenang, minim gangguan, dan kondisi mental yang masih segar membuat konsentrasi lebih mudah terjaga. Hal ini menjadikan waktu subuh sebagai periode efektif untuk memahami materi yang kompleks.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:belajardaya ingatHeadlinehormon kortisolkinerja otakPilihan Redaksiritme biologissubuh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komdigi Panggil Meta dan Google, Tekan Big Tech Patuhi Aturan Perlindungan Anak
Tulisan selanjutnya Pendiri PKK Abdullah Ocalan Minta Diizinkan Berbicara kepada Masyarakat Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi

Berita
17 Juni 2026 15:27
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan

Terbaru

  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Iptekes

Alarm Pakar AS: Gen Z dan Ancaman Penurunan Kecerdasan Akibat Teknologi

11 Februari 2026 05:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?