Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belasan Mayat Pasien Ebola Dibiarkan Tergeletak di Jalanan Sierra Leone

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 November 2014 13:04 1:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 November 2014 13:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para petugas pemakaman di Sierra Leone membiarkan mayat-mayat pasien Ebola di jalanan di luar sebuah rumah sakit sebagai protes karena bonus yang seharusnya mereka terima khusus menangani mayat penderita Ebola belum dibayar.

Warga setempat mengatakan sekitar 15 mayat dibiarkan tergeletak di kota Kenema, yang mana tiga di antaranya menghalangi jalan masuk ke rumah sakit.

Kepala Ebola Response Team di distrik tersebut, Abdul Wahab Wan, mengatakan hari Selasa (25/11/2014) bahwa di antara mayat terdapat dua bayi yang meninggal karena Ebola.

Seorang jurubicara para pekerja yang melakukan mogok itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa mereka belum mendapatkan bayaran tunjangan mingguan selama 7 pekan.

Pihak berwenang mengakui bahwa upah para pekerja belum dibayarkan, tetapi mereka juga mengatakan para pekerja yang melakukan mogok itu semuanya akan dipecat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Memajang mayat-mayat dengan cara sangat sangat tidak manusiawi itu sama sekali tidak bisa diterima,” kata Sidi Yahya Tunis, juru bicara untuk National Ebola Response Centre.

Menurut Tunis, pemerintah pusat sudah membayar upah pekerja melalui tim manajemen kesehatan di distrik tersebut.

“Seseorang di suatu tempat perlu diselidiki guna mengetahui ke mana uang-uang itu pergi,” kata Tunis kepada Reuters dikutip Aljazeera.

Pekerja kesehatan di Sierra Leone dan Liberia beberapa kali melakukan unjuk rasa menuntut pembayaran upah dan kondisi lingkungan kerja mereka yang berbahaya.

Dua pekan lalu para pekerja angkat kaki dari sebuah klinik di Bo, Sierra Leone, guna memprotes masalah yang sama.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setengah Juta Kasus Kanker Disebabkan Obesitas
Tulisan selanjutnya Mengunjungi Masjid-Masjid di Kotanya Bruce Lee (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?