Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hubungan Palestina-Kuwait Mencair

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 16 April 2013 16:42 4:42 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 16 April 2013 16:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, melakukan kunjungan pertamanya ke Kuwait, sekaligus kunjungan pertama pemimpin Palestina, sejak invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990. Kunjungan ini untuk membuka kedutaan Palestina yang baru di negeri tersebut.

Hubungan Palestina dan Kuwait mengalami kemerosotan selama 22 tahun saat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang dipimpin almarhum Presiden Yasser Arafat tidak bersikap jelas atas invasi Irak ke Kuwait. Pada waktu itu PLO tidak mengecam invasi, kecuali menyatakan tidak menyetujui invasi tersebut. Namun PLO justru menolak keras serangan tentara sekutu menyerang Irak akibat invasinya terhadap Kuwait.

Setelah mengibarkan bendera Palestina di kedutaan dalam upacara resmi, sebagaimana diberitakan IMEMC News, Selasa (16/04/2013), Abbas mengatakan, ini momen bersejarah dalam hubungan timbal balik antara Kuwait dan Palestina.

Abbas menambahkan bahwa Palestina bangga dengan sikap Kuwait mengenai Palestina, dan telah menampung ribuan warga Palestina.

Presiden Palestina juga menyatakan, gerakan Fatah dan PLO “lahir di Kuwait dan disambut oleh orang-orang Kuwait dan pemerintah”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Luar Negeri Kuwait, Sabah Al-Khaled As-Sabah, menyatakan, Kuwait menghargai dan bangga dengan peran yang dimainkan Palestina dalam membangun negara.

Kuwait adalah negara donor utama dan pendukung PLO dan almarhum Presiden Yasser Arafat saat mendirikan gerakan Fatah di Kuwait pada tahun 1964.

Pada tahun 2003, Kuwait menolak mengizinkan Mahmoud Abbas, memasuki negara itu ketika ia menjabat sebagai Perdana Menteri di bawah Presiden Arafat. Sikap Kuwait diputuskan karena Abbas “menolak meminta maaf atas sikap Arafat selama invasi Irak ke Kuwait.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengapa Tuduhan Terorisme Tak Habis-habis untuk Kami?
Tulisan selanjutnya Bashar al-Assad Obral Diskon Hukuman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Berita
21 Juli 2026 18:32
MUI Siapkan RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ, Akan Dibahas di KUII VIII 2026
KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR
Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran

Terbaru

  • MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
  • Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
  • MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
  • Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
  • MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
  • Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045
  • KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR
  • Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa
  • Tak Cukup Bermodal Cinta, Keluarga Harus Dibangun di Atas Maqasid Syariah
  • Krisis Identitas Berawal dari Cara Berpikir, Keluarga jadi Benteng Terakhir Peradaban

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?