Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Amerika dan Israel Gunakan Abbas Menarik “Laporan Goldstone”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Oktober 2009 19:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua minggu setelah pertemuan tripartit yang diselenggarakan di New York, setelah skandal “Laporan Goldstone”, utusan khusus Amerika George Mitchell tiba di Tel Aviv untuk mengadakan putaran pembicaraan dengan para pejabat Israel.

Menurut surat kabar Israel “Ma’ariv”, Amerika  “meminta” Israel ikut mendukung Abbas menarik “Laporan Goldstone” dengan memperlihatkan fleksibilitas dan mengambil langkah memperkuat posisinya (Abbas) di tengah-tengah rakyat Palestina.

Diperkirakan Mitchell bertemu dengan Menhan Israel Ehud Barak dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Jumat.

“Ma’ariv” mengutip dari para pejabat Zionis yang mengatakan, “Amerika meminta Israel menyokong Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas dan memperkokoh kekuatan dan posisinya, setelah pukulan keras yang dialaminya telah memperlemah posisinya di tengah-tengah rakyat Palestina, setelah dia menarik dukungan pada “Laporan Goldstone” dari agenda sidang Dewan HAM PBB.

“Sekarang terletak pada pundak Israel untuk bekerja memperkuat posisi Abu Mazen (Abbas),”  ujar seorang pejabat politik senior Amerika pada Ma’ariv.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Kekecewaan Faksi Perlawanan   

Sementara itu, Wakil Sekjen Jihad Islam Ziad Nakhala menyebut, permintaan Otoritas Palestina menunda pembahasan “Laporan Goldstone” di Dewan HAM PBB sebagai skandal besar dan memalukan dalam sejarah bangsa Palestina, yang terjadi setelah persekongkolan Palestina, Arab, dan Amerika.

Ia menyebut, Otoritas Palestina dan rezim Arab yang bersekongkol dengannya, kini tertangkap sedang mencuci tangan Israel dari darah anak-anak dan orang-orang Palestina.  

Dia menegaskan bahwa meskipun perlawanan hari ini dipadamkan, namun dalam struktur dan kemampuannya, terutama di Jalur Gaza, masih lebih kuat daripada sebelumnya, terutama karena perlawanan terlibat dalam pertempuran besar, terutama menghadapi pertempuran melawan agresi Zionis.

Penolakan Abbas  juga mengundang kecaman dari kelopok Fatah maupun rakyat Palestina. Ketua juru runding Palestina, Saeb Erekat, menyatakan, Abbas kini sedang mempertimbangkan keterlibatan negara-negara Arab untuk membahas laporan Goldstone ini ke Dewan Keamanan.

Erekat juga diminta untuk menyebutkan negara mana saja yang menekan Abbas untuk menarik sikapnya, dan memilih berunding dengan Israel tanpa syarat. Di sisi lain AS sampai kini sedang berupaya menggagalkan resolusi PBB tersebut.

Sedangkan Libya masih menantikan dukungan dari negara Islam atau Liga Arab untuk menindaklanjuti laporan tuduhan kejahatan perang yang dilakukan Israel. Sebelumnya, kecaman mengalir atas keputusan Abbas menunda pembahasan laporan Goldstone. ”Ini sama saja dengan memperdagangkan darah wanita dan anak-anak kami di Gaza,” kata Perdana Menteri dari kubu Hamas, Ismail Haniyah, Ahad (4/10).

Tak hanya itu, tekanan juga dari para aktivis HAM. Tak kurang dari 13 kelompok HAM telah menyampaikan pernyataan sikap yang mengutuk penundaan penyelidikan kejahatan perang Israel saat menyerbu Jalur Gaza. Dalam perang yang berlangsung tiga pekan, 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009 itu, sebanyak 1.400 warga Palestina dinyatakan tewas. Sedangkan dari pihak Israel, 13 serdadu tewas.  

Penjahat Perang

Sebagaimana diketahui, penyelidikan yang dilakukan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan dilakukan oleh mantan Hakim Afrika Selatan Richard Goldstone, telah mengkaji sejumlah dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel dan Palestina pada Januari.

Laporan setebal 575 halaman itu, yang disiarkan pada 15 September, menyimpulkan bahwa meskipun kedua pihak bertanggung jawab atas sejumlah pelanggaran serius hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional, Israel bereaksi atas serangan HAMAS dengan kekuatan yang tak sebanding. Akibar serangan ini, sebanyak 1.400 orang Palestina tewas, kebanyakan dari mereka warga sipil.

Akibat laporan ini, Israel bisa diseret ke Mahkamah Internasional dan dituntut sebagai penjahat perang. Namun ulah Mahmoud Abbas ini, bisa menggagalkan segalanya. Dan tentu saja akan sangat menguntungkan Israel. [infp/cha/hidayatullah.com]

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 30 Hari Larangan Masuk Yerusalem Bagi Raed Salah
Tulisan selanjutnya Presiden Barack Obama Akan Berkunjung ke Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?