Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Wanita Palestina di Libanon Ikut Kursus Keterampilan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Maret 2010 19:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para wanita di Kamp Nahr Al-Barid, Libanon, berupaya menata ulang hidup dan usaha mereka. Berbagai macam kursus keterampilan yang diadakan badan PBB, UNWRA, membantu mereka untuk bangkit.

Konflik yang terjadi tahun 2007 telah menghancurkan sebagian besar kehidupan ekonomi kamp pengungsi Palestina itu. Para wanita, yang memiliki lebih dari 10 persen usaha di sana, terpuruk dan tidak punya banyak pilihan.

Middle East Online melaporkan, UNWRA dan Pusat Program Wanita di kamp itu bekerjasama dengan Austrian Development Corporation, menggelar pelatihan agar para wanita siap memasuki dunia kerja guna meningkatkan gairah ekonomi di sana.

Dua bersaudara Ahlam (34) dan Aida (30) yang mengikuti kursus penata rambut, bercita-cita membuka salon sendiri. Toko kelontong milik Ahlam hancur akibat konflik.

Para pelatih, kata Ahlam, “Memberi kami semangat secara finansial dan mental untuk membuka usaha sendiri. Kami sangat semangat.”

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Setuju dengan Ahlam, Aida mengatakan, “Sebelumnya kami merasa sangat jenuh, karena tidak melakukan apa-apa. Keluarga melarang keluar, sehingga kami tidak punya teman. Sekarang kami merasa lebih baik dan memiliki lebih banyak kebebasan.”

Belajar bersama dengan wanita lain, bisa memperluas jaringan informal dan saling menggali informasi dan kemampuan satu sama lain. Salah seorang peserta kursus mengatakan, “Kami meningkatkan keterampilan menata rambut kami dan juga cara menghadapi orang lain.”

“Kursus ini membuat para wanita merasa lebih percaya diri dan memiliki tujuan.”

Para siswa yang semangat mengikuti kursus sebagian besar harus menghadapi kendala dari keluarga. Mereka berusaha meyakinkan keluarga mengenai pentingnya ikut kursus. Meskipun demikian, sebagian para wanita itu merasa kursus adalah sesuatu yang patut diperjuangkan. Mereka membandingkan dirinya dengan wanita yang berdiam diri di rumah, hanya melakukan pekerjaan rumah tangga.

“Kepribadian saya berubah, sekarang saya memiliki kebebasan untuk menyatakan perasaan saya,” ujar salah seorang wanita.

Perempuan lain yang putus sekolah, setelah kursus lebih memilih mencari pekerjaan di salon-salaon yang sudah ada daripada kembali ke rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Meskipun banyak hasil studi yang menjunjukkan bahwa wanita yang bekerja di luar rumah bisa memutus rantai kemiskinan, semoga mereka tidak melupakan tugas utama dan terseret feminisme Barat. [di/meo/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepalestinawanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menelaah Berita Kompas dan Republika tentang Dulmatin
Tulisan selanjutnya Siswa Muslim dan Yahudi Burlington Dapat Libur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Berita
5 September 2026 16:18
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?