Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Setengah Warga AS Tak Puas pada Obama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Agustus 2010 10:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dukungan rakyat Amerika Serikat pada perang Afghanistan dan penanganan yang dilakukan Presiden Barack Obama mencapai tingkat terendah sesudah kebocoran naskah rahasia tentara, kata jajak pendapat pada Selasa.

Peringkat keseluruhan Obama juga turun ke titik terendah, dengan hanya 41 persen orang Amerika Serikat mengatakan menerima kinerjanya, kata jajak pendapat USA Today/Gallup yang menunjukkan citra terburuknya sejak berkuasa pada Januari 2009.

Persentase orang Amerika Serikat, yang mengatakan negaranya melakukan kesalahan dalam mengirimkan pasukan ke Afghanistan, meningkat menjadi 43 persen jika dibandingkan dengan 38 persen sebelum penyiaran puluhan ribu naskah rahasia tentang perang itu.

Kepercayaan masyarakat pada kebijakan perang Obama juga anjlok menjadi 36 persen, turun dari 48 persen dalam jajak pendapat pada Februari, katanya.

Meskipun ia gagal mengurangi pengangguran tinggi Amerika Serikat, Obama mendapat peringkat sedikit lebih baik untuk pengelolaan ekonomi daripada perang itu, dengan 39 persen mendukung penanganan ekonomi.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Peningkatan keraguan rakyat atas perang Afghanistan terjadi saat tentara Amerika Serikat tewas pada Juli mencapai angka tinggi 66 orang.

Balabantuan Amerika Serikat berusaha mengusir pejuang Taliban di selatan dengan satuan terahir 30.000 tentara, yang menjadikan jumlah tentara Amerika Serikat melonjak menjadi 100.000 orang dalam beberapa pekan mendatang.

Kebocoran 92.000 naskah rahasia pemerintah Amerika Serikat tentang perang itu menjadi “peluru” bagi penentang tugas itu, yang menunjuk naskah itu menuduh Pakistan -sekutu Amerika Serikat- mengembangkan hubungan dengan pejuang Taliban di Afghanistan.

Pejabat Amerika Serikat mengutuk laman WikiLeaks atas penyiaran naskah itu dan jajak pendapat menunjukkan kebanyakan orang negara adidaya tersebut setuju naskah itu seharusnya tidak dilansir di Internet.

Jajak pendapat tersebut menyatakan 66 persen dari orang Amerika Serikat menyatakan laman itu salah dengan menerbitkan naskah tersebut, sedangkan 25 persen mengatakan WikiLeaks benar.

Obama pada Senin membela perang itu, dengan mengatakan ada tanda kemajuan dan bahwa tujuan pemerintahnya masih dalam jangkauan.

“Kami menghadapi tantangan besar di Afghanistan,” katanya kepada veteran tentara, “Tapi penting bahwa orang Amerika Serikat tahu bahwa kita mendapat kemajuan dan berpusat pada tujuan jelas dan dapat dicapai.”

Menteri Pertahanan Robert Gates dalam wawancara yang ditayangkan Minggu menyatakan ada tanda menggembirakan di propinsi selatan, Helmand dan Kandahar, dengan peningkatan keamanan dan kemajuan ekonomi di garis depan.

Tapi sesama Demokrat-nya Obama di Kongres menyatakan kecewa atas hasil serangan -yang dipuji- di daerah Marjah di propinsi Helmand, tempat pemerintah dan polisi Kabul berjuang menegakkan kewenangan di bekas kubu Taliban itu.

Obama menghadapi penurunan dukungan pada perang itu di antara warga Demokrat di Kongres.

Pada pekan lalu, anggota parlemen mendukung permintaan Obama bagi dana perang, tapi dengan selisih sedikit jika dibandingkan dengan pada 2009.Kekerasan terjadi lagi di Afghanistan selatan pada Selasa.

Seregu jibaku Taliban bersenjata bom dan roket menyerang pangkalan tentara Amerika Serikat di Kandahar, melukai seorang tentara persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO dan dua warga.

Sementara itu, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dalam wawancara dengan suratkabar Prancis “Le Monde” menyatakan pasukan pimpinan NATO kalah dalam perang melawan Taliban di Afghanistan.

“Ini puncaknya, karena kita gagal dalam pertempuran untuk merebut hati dan pikiran rakyat Afghanistan,” katanya.

Jajak pendapat USA Today/Gallup itu didasarkan atas wawancara melalui telepon dengan 1.208 orang Amerika Serikat sejak 27 Juli hingga 1 Agustus.

Jajak pendapat tersebut memiliki ambang salah tiga persen. [ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Liga Muslim Dunia Mengajak Umat Islam Lindungi Al-Aqsa
Tulisan selanjutnya Aktivis Pro Palestina Akan Kirim Kembali Bantuan ke Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?