Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pejabat Hamas: Titik Temu Rekonsiliasi Sedang Dirumuskan

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 13 April 2011 11:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Kepala Biro Politik Hamas Moussa Abu Marzouk mengkonfirmasi bahwa kontak-kontak sedang dilakukan dengan Ketua Fatah Mahmoud Abbas untuk mengakhiri perpecahan politik Palestina. Tapi ia mengatakan bahwa penganiayaan terhadap unsur-unsur Hamas di Tepi Barat harus diselesaikan sebelum rekonsiliasi diwujudkan.

“Sampai saat ini belum ada pemahaman akhir tentang topik yang diusulkan atau tempat untuk pertemuan,” katanya, sebagaimana dimuat pada laman Palestinian Information Center, Selasa (12/4). “Saya percaya masalah ini akan dapat segera teratasi,” tambahnya.

Ia mengatakan, Abu Mazen (Abbas) telah menghubungi banyak negara, seperti Suriah, Turki, Mesir, dan lain-lain dalam upaya mempromosikan usulannya, yang telah menimbulkan banyak pembicaraan di media.

“Abu Mazen telah meluncurkan usulan, dan kita telah mengajukan syarat untuk itu, karena usulan itu berdasarkan pada satu titik, yaitu membentuk pemerintahan Palestina dengan dua tugas prinsip: pemilihan dan rekonstruksi. Sementara visi Hamas didasarkan pada semua topik kebutuhan yang harus dibahas untuk mengakhiri perpecahan, dengan pondasi yang kuat agar pengalaman masa lalu tidak terulang, khususnya pengalaman perjanjian Makkah,” katanya.

Berkaitan dengan keinginan Abbas untuk mengunjungi Jalur Gaza, Abu Marzouk berkata, “Kami ingin kunjungan itu membawa ke titik terang rekonsiliasi, tidak dalam titik terang divisi (faksi-faksi). Yang berarti  ketika kita memutuskan untuk bersatu, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan, kita mesti membela semua rakyat dan diri kita dari semua aspek negatif, yang akan muncul jika kunjungan itu sebagai titik terang dalam interaksi internal. Idenya adalah untuk menyelesaikan masalah tertunda dan mengakhir perpecahan, kemudian Abbas silakan mengunjungi Jalur Gaza kapan saja. Dan kami pasti akan menyambut kunjungan ini.”

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Peran Turki

Tentang pemberitaan media bahwa Mesir akan menjadi penengah pada putaran berikutnya pembicaraan rekonsiliasi, Abu Marzouk mengatakan bahwa Kairo saat ini “tidak ingin langsung mensponsori dialog, tetapi ingin menerima keduanya setelah perpecahan tidak ada untuk merayakan. Mesir ingin melihat akhir dari kesimpulan, bukan tindakan dan dialog antara pihak-pihak.”

Dia melanjutkan, sikap Mesir terhadap isu Palestina secara keseluruhan telah membuat putaran utama menjadi lebih baik. Dia percaya masalah Palestina akan menjadi prioritas utama dalam isu-isu luar negeri Mesir untuk kepentingan rakyat Palestina.

“Turki juga hadir dalam  isu regionalnya pada masalah Palestina. Kami menyambut kegiatan ini, karena kami percaya Turki telah melayani sangat banyak orang-orang Palestina dan menegakkan hak-hak Palestina, dan juga merupakan salah satu negara terhormat yang berdiri di samping kami [Hamas] langsung setelah pemilu dan membela hak untuk memerintah setelah pemilu,” kata pejabat senior Hamas itu. Ia mengatakan, langkah-langlah Turki saat ini dalam isu rekonsiliasi Palestina, sebuah gerakan yang ia sebut “aktif”.

“Kami bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Davutoglu di Damaskus, dan ia juga  bertemu dengan Abu Mazen. Dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mesir yang ingin bersama-sama berpartisipasi dalam upaya rekonsiliasi.”

Ketika ditanya ditanya apakah visi Hamas telah berubah mengenai tahanan politik di Tepi Barat, Abu Marzouk berkata: “Semua masalah harus tetap terbuka didialogkan karena saling terkait. Kami tidak bisa ikut pemilu atau rekonsiliasi kalau Hamas dilarang di Tepi Barat dan pendukung-pendukungnya dianiaya atau dipenjara , serta lembaga-lembaganya ditutup.”

“Iklim harus diciptakan di Tepi Barat untuk rekonsilias. Saya tidak hanya berbicara tentang Tepi Barat. Apa yang berlaku di Tepi Barat juga berlaku di Jalur Gaza. Tapi semua orang tahu bahwa penganiayaan pasukan keamanan di Tepi Barat jauh lebih buruk dari apa yang telah terjadi di Gaza. Orang-orang Fatah menikmati kebebasan besar di Jalur Gaza, baik organisasi dan gerakannya, dan mereka baru melakukan pemilihan di internal mereka,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyelenggara Minta Uni Eropa Lindungi Freedom Flotilla 2
Tulisan selanjutnya Pasukan Iran Tunjukkan Peralatan Terbaru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?