Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakistan Ancam Tarik Tentara dari Perbatasan Afghanistan

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 13 Juli 2011 07:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Pertahanan Pakistan Chaudhry Ahmed Mukhtar mengatakan, negaranya akan menarik pasukan dari perbatasan Afghanistan sebagai tanggapan atas pengurangan bantuan militer Amerika.

Ahmed Mukhtar mengatakan Pakistan “tidak sanggup” mempertahankan pasukan di kawasan terpencil tanpa anggaran cukup.

Amerika mengatakan akan mengurangi bantuan US$800 juta karena mengalami “kesulitan” dalam hubungan dengan Pakistan.

Pakistan mengatakan, pengurangan bantuan itu tidak akan mempengaruhi operasi terhadap al-Qaidah dan kelompok pejuang lain.

Pengurangan itu sekitar sepertiga dari jumlah bantuan militer tahunan Amerika untuk Islamabad.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian besar dana ditujukan untuk membantu pengerahan pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan Afghanistan. Kawasan ini biasanya tempat persembunyian kelompok pejuang.”Bila semua hal menjadi sulit, kami akan menarik pasukan,” kata Mukhtar kepada televisi Express 24/7 dalam wawancara yang disiarkan Selasa (12/07) malam.

“Bila Amerika tidak memberikan bantuan, saya rasa langkah selanjutnya oleh pemerintah atau angkatan bersenjata adalah bergerak dari kawasan perbatasan. Kami tidak sanggup menanggung pengerahan pasukan di pegunungan selama waktu lama.”
Kemarahan rakyat
Wartawan BBC Ilyas Khan di Islamabad mengatakan, pernyataan Menteri Pertahanan itu akan memperkeruh sengketa antara Amerika Serikat dan Pakistan.
 
Pakistan saat ini melakukan dua operasi besar di Mohmand dan Kurram, dan baru-baru ini menyatakan tetap akan melanjutkan operasi di kawasan itu.

Ilyas Khan mengatakan bila tentara ditarik, sulit untuk menjaga keamanan di perbatasan dan hal itu akan mempersulit rencana Amerika menarik pasukan dari Afghanistan.

Pakistan merupakan sekutu dekat AS, namun hubungan kedua negara memburuk sejak tewasnya Usamah bin Ladin bulan Mei lalu di rumah persembunyiannya di Pakistan.

Islamabad marah karena tidak diberitahu soal rencana penyerangan Amerika sebelumnya.

Namun Washington mempertanyakan, mengapa bin Ladin bisa tinggal lama di Pakistan tanpa sepengetahuan pemerintah.

Rakyat Pakistan juga marah karena Amerika menggunakan pesawat tanpa awak untuk menyerang sasaran yang dicurigai tempat persembunyian pejuang.

Pakistan baru-baru ini mengusir lebih dari 100 pelatih militer Amerika dan mengancam akan menutup kantor CIA di sana.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Minta PTAIN Jangan Keluar ‘Khittah’
Tulisan selanjutnya Dompet Dhuafa akan Berikan Award pada Alm. KH. Zainuddin MZ

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta

Berita
15 Agustus 2026 10:08
Tangkap Dua Pelaku Promosi Miras Pakai Ayat Al-Quran, Polisi: Masih Kami Periksa
Erdogan: ‘Israel’ Ingin Hapus Palestina, Mendukung Kemerdekaannya adalah Tanggung Jawab Umat Islam
Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
Pejabat Senior Iran Sebut Isu Gaza Jadi Syarat Pembukaan Selat Hormuz

Terbaru

  • Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
  • Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
  • Raja Yordania akan Melawat ke China
  • Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone
  • HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
  • Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama
  • Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
  • Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah
  • 22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
  • Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?