Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Kunci Rahasia “Pertahanan” Jalur Gaza Adalah Tarbiyah Islamiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2012 09:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Suasana panas serangan Israel pada Januari 2007 itu membuat semua sumbu perekonomian di Jalur Gaza lumpuh. Hari itu masih pagi, setengah sisa sandwich semalam masih sayang untuk dibuang. Bekal untuk sekolahpun sudah siap. Remaja pemilik sandwich itu akhirnya memberikan sisa makanan itu kepada sang Ibu. Awalnya sang ibu menolak, namun akhirnya menerima juga. Wanita ini bersama adik adik perempuannya belum makan sejak 2 hari dan hanya meminum air.

Hari itu, sang Ibu lalu melarang anak-anaknya pergi ke sekolah.

“Percuma kamu ke sekolah, kondisi sedang perang. Kemungkinan sekolah juga tutup. Ibu mengkhawatirkanmu, tinggallah di rumah dulu,” ujarnya.

Namun, sang anak menolak karena ia merasa harus tetap menuntut ilmu.

“Ummi aku harus menuntut Ilmu, aku tak takut kepada rudal Israel. Lagipula aku mau mencari bahan makanan untuk di rumah. Peganglah sandwich ini, Insya Allah aku masih kenyang.” Setelah menjelaskan ke Ibunya, anak itupun berangkat ke sekolah bersama dengan ketiga temannya,

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Sekitar 20 meter dari rumahnya, serangan udah Israel datang menghampiri. Sejarah menutup amal sandwichnya dengan sebuah syahid. Anak itu dipanggil Allah bersama ketiga temannya oleh rudah pesawat tempur Israel.

Kisah-kisah  memilukan itu langsung oleh Jomah M Al Najjar, seorang warga Palestina, yang juga aktif di Palestinian Welfare House (PWH) kepada dalam silahturahim dengan Forum Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Jakarta (07/04/2012).

Kepada media ini, Jomah menceritakan bagaimana perjuangan anak-anak Palestina menghadapi kekejaman Zionis-Israel. Mereka tak hanya tertunda mencari ilmu, bahkan harus terancam nyawanya dan bertahan dari kelaparan akibat blokade Zionis.

“Anak anak kami bertahan dari lapar, musim berganti musim kami melewatinya tanpa mengeluh. Kami tidak menjadi cengeng karena semua ini. Kami justru tumbuh menjadi orang – orang yang tangguh di Jalur Gaza,” jelas Jomah.

Menurut Jomah, tidak ada yang bisa membantu perjuangan Gaza yang utama selain pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala. Kekuatan akidah, penegakan syariat, menghafalkan al-Qur’an adalah nilai nilai yang terus dibangun dan dijaga di Jalur Gaza.

Tarbiyah Islamiah

Meski Jalur Gaza telah lama di bawah tekanan. Jomah menceritakan rahasia mengapa gerakan seperti Hamas dan masyarakat Palestina bisa kuat bertahan dari tekanan dan makar Zionis.

“Hamas memiliki sistem tarbiah yang komprehensif. Sebelum seorang berangkat ke medan jihad. Mereka mentarbiah diri dengan pemahaman Islam dan keutamaan mendekatkan diri kepada al-Qur’an adalah nilai – nilai yang terus di jaga. Kunci rahasia dari masyarakat Jalur Gaza ada pada tarbiyah Islamiah,” ujarnya kepada hidayatullah.com.

Selain itu, menurut Jomah, perjuangan Palestina bukan hanya sebatas kemanusiaan tapi juga yang lebih utama adalah masalah akidah Islamiah.

“Israel telah merampas tanah kami sejak zaman deklarasi balfour. Kini keadaan sudah berubah, Gaza bukanlah sebuah Negara. Ia hanya sebuah kota kecil. Dan jika kami bisa kuat dan bertahan dalam melawan Israel itu karena nashrullah (pertolongan) dari Allah, karena itulah kami selalu menjaga nilai nilai Islam di tiap keluarga Islam di Jalur Gaza,” tambahnya.

Saat dimintai pendapat tentang usulan beberapa orang tentang berdamai dengan Israel, ia menjawab dengan tegas.

“Di mana otak orang Islam yang melakukan kesepakatan damai untuk mengakui Negara Israel? Apa Yang akan mereka pertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak? Tanah suci mereka dirampas dan saudara-saudara mereka telah dibunuh puluhan tahun,” tambahnya.

Menurutnya, bagi warga Gaza, Palestina bukan tanah kemanusiaan. Tapi dia tanah Islam, karena itu menurutnya perang di Jalur Gaza adalah perang agama. Dan karena semangat keislaman itulah Allah selalu mengawal Gaza dengan kemenangan melawan Zionis-Israel. Dan kemerdekaan Palestina itu sejatinya baru akan ada jika Israel sudah dihapus dari peta dunia, demikian, tutup laki – laki lelaki yang kini sedang mengurus masalah pengadaan kebutuhan air bersih di Jalur Gaza Ini.*/thufail

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jalur GazaMedia Islamold migratepalestinaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah Daftar, Capres dari Salafy Terancam Dicoret
Tulisan selanjutnya Sekjend MIUMI Ajak Masyarakat Lawan Paham Liberal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Berita
21 Juli 2026 19:08
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?