Hidayatullah.com—Gelombang unjuk rasa di berbagai negara Muslim menentang Amerika Serikat mempengaruhi kampanye calon presiden dari Partai Republik dan Partai Demokrat, dengan menggeser fokus dari isu dalam negeri menjadi isu kebijakan luar negeri.
Para pengamat dari kedua kedua kubu sebagian menilai Barack Obama masih bisa mengambil untung dari kejadian unjuk rasa itu. Sementara bagi kampanye lawannya, Mitt Romney, unjuk rasa anti Amerika Serikat lebih banyak merugikan.
“Mitt Romney dipaksa untuk bereaksi, dia tidak memiliki semua informasi, dia di bawah tekanan, dia mencari celah kebijakan luar negeri untuk menambah dukungan, untuk menunjukkan bahwa Obama bukanlah seorang manajer yang kompeten dan sampai sejauh ini gagal. Partainya sendiri (Republik) berseberangan dengannya. Di lain pihak presiden memiliki semua keuntungan, dia bijaksana, terkendali serta berwibawa dan tentu saja … ibarat taman mawar. Yanga satu ini merupakan keuntungan bagi presiden,” kata Aaron David Miller dari Woodrow Wilson Center yang mendukung Partai Republik.
Romney, politisi lokal yang tidak punya pengalaman di tingkat internasional, meletakkan semua taruhannya pada isu perekonomian Amerika Serikat. Kubu Republik mengerahkan senator John McCain –bekas lawan Obama di pemilu 2008–untuk mengkritik kebijakan-kebijakan luar negeri Obama, sementara Romney berkutat pada zona nyamannya yaitu masalah dalam negeri.
“Jika hal itu (demonstrasi anti AS) akan merugikan semua, menurut saya Romney akan terdampak karena ia akan meniru apa yang Obama katakan sehingga terlihat mirip Obama, seorang pria yang terlalu cepat berkomentar pada saat bangsa ini butuh persatuan,” kata Michael O’Hanlon peneliti di Brookings Institution yang mendukung Partai Demokrat.
“Dunia Islam secara luas tidak lagi terpesona dengan Obama. Tingkat popularitasnya sama seperti George Bush. Banyak dari taktik yang dilancarkan untuk mencapai upaya itu tidak berjalan seperti yang kita harapkan,” kata O’Hanlon.
“Saya tidak berharap kita akan melihat lebih banyak lagi unjuk rasa dalam waktu dekat, tetapi saya yakin hal itu akan terus menimbulkan kerusakan yang berlangsung hingga beberapa pekan mendatang,” katanya, sebagaiman dikutip Euronews (14/9/2012).*