Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Demonstrasi Anti Amerika Pengaruhi Kampanye Capres

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 16 September 2012 08:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Gelombang unjuk rasa di berbagai negara Muslim menentang Amerika Serikat mempengaruhi kampanye calon presiden dari Partai Republik dan Partai Demokrat, dengan menggeser fokus dari isu dalam negeri menjadi isu kebijakan luar negeri.

Para pengamat dari kedua kedua kubu sebagian menilai Barack Obama masih bisa mengambil untung dari kejadian unjuk rasa itu. Sementara bagi kampanye lawannya, Mitt Romney, unjuk rasa anti Amerika Serikat lebih banyak merugikan.

“Mitt Romney dipaksa untuk bereaksi, dia tidak memiliki semua informasi, dia di bawah tekanan, dia mencari celah kebijakan luar negeri untuk menambah dukungan, untuk menunjukkan bahwa Obama bukanlah seorang manajer yang kompeten dan sampai sejauh ini gagal. Partainya sendiri (Republik) berseberangan dengannya. Di lain pihak presiden memiliki semua keuntungan, dia bijaksana, terkendali serta berwibawa dan tentu saja … ibarat taman mawar. Yanga satu ini merupakan keuntungan bagi presiden,” kata Aaron David Miller dari Woodrow Wilson Center yang mendukung Partai Republik.

Romney, politisi lokal yang tidak punya pengalaman di tingkat internasional, meletakkan semua taruhannya pada isu perekonomian Amerika Serikat. Kubu Republik mengerahkan senator John McCain –bekas lawan Obama di pemilu 2008­–untuk mengkritik kebijakan-kebijakan luar negeri Obama, sementara Romney berkutat pada zona nyamannya yaitu masalah dalam negeri.

“Jika hal itu (demonstrasi anti AS) akan merugikan semua, menurut saya Romney akan terdampak karena ia akan meniru apa yang Obama katakan sehingga terlihat mirip Obama, seorang pria yang terlalu cepat berkomentar pada saat bangsa ini butuh persatuan,” kata Michael O’Hanlon peneliti di Brookings Institution yang mendukung Partai Demokrat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dunia Islam secara luas tidak lagi terpesona dengan Obama. Tingkat popularitasnya sama seperti George Bush. Banyak dari taktik yang dilancarkan untuk mencapai upaya itu tidak berjalan seperti yang kita harapkan,” kata O’Hanlon.

“Saya tidak berharap kita akan melihat lebih banyak lagi unjuk rasa dalam waktu dekat, tetapi saya yakin hal itu akan terus menimbulkan kerusakan yang berlangsung hingga beberapa pekan mendatang,” katanya, sebagaiman dikutip Euronews (14/9/2012).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikaold migratepresiden
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga AS yang Tewas di Libya dalam Misi Intelijen
Tulisan selanjutnya Astaghfirullah! 92 Persen HP Pelajar Surabaya ada Gambar Porno

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?