Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bagram Diserahkan, Afghanistan-Amerika Rebutan Tahanan

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 19 September 2012 20:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengkritik Amerika Serikat karena tidak menyerahkan 600 orang tahanan yang dikurung di penjara Bagram, meskipun penjara itu telah diserahterimakan dari AS ke pemerintah Kabul.

AS menyerahkan kontrol penjara dengan tingkat pengamanan tinggi itu pada tanggal 10 September lalu, namun enggan menyerahkan sebagian tahanan karena takut Afghanistan akan melepaskan mereka, lapor Associated Press seperti dikutip Russia Today (18/9/2012).

Sekitar 3.000 orang terduga anggota Taliban diserahkan kepada pemerintah Kabul, tetapi AS menolak menyerahkan 635 tahanan lainnya.

“Menunda penyerahan tahanan setelah 9 September merupakan pelanggaran serius atas kesepakatan yang telah ditandatangani antara Afghanistan dan Amerika Serikat,” kata Hamid Karzai dalam pernyataannya.

NATO berdalih, 600 orang itu ditangkap setelah kesepakatan awal penyerahan penjara Bagram telah ditandatangani, yang oleh karenanya mereka masih akan berada dalam tahanan AS untuk sementara waktu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

AS juga berdalih, 34 orang di antara ratusan tahanan yang belum diserahkan itu adalah orang-orang yang dianggap terlalu berbahaya.

Dalam pernyataannya Karzai mengatakan bahwa masalah penjara dan tahanannya bagi rakyat Afghanistan merupakan masalah yang menyinggung kedaulatan negara mereka, dan hal itu sudah berulangkali disebutkan dalam kesepakatan hubungan kerjasama strategis kedua negara.

Penjara Bagram dikenal sebagai penjara Guantanamo-nya Amerika di Afghanistan. Penjara yang berada di lingkungan pangkalan udara terbesar AS di luar negeri itu kerap menyiksa para tahanannya. Tahun 2002, dua orang tahanan pria dirantai di langit-langit dan dipukuli hingga tewas. Penyiksaan itu hanya setitik dari segunung kasus penyiksaan tahanan oleh tentara Amerika Serikat yang hingga kini tidak pernah diungkap dan diadili sebagaimana mestinya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerikaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Oposisi Sudan Tolak Undangan Pembentukan Konstitusi
Tulisan selanjutnya Hamas Tuduh Otoritas Palestina Tangkapi Aktivisnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Israel dan Uni Eropa EU
Berita

Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel

Berita
11 Juli 2026 10:20
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?