Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Siapa Pemberontak Syiah Hautsi Yang Diperangi Koalisi Negara Arab? [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Maret 2015 11:49 11:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Maret 2015 09:50
Bagikan
Milisi pemberontak Syiah al Hautsi (Al Houthi)
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Kamis (26/03/2015) Dewan Kerja Sama Negara-Negara Arab Teluk (GCC) menggelar operasi  militer bertajuk “Aashifatul Hazm” (Badai Penghancur) yang dipimpinan Arab Saudi menyerang pemberontak Syiah Hautsi (Syiah al-Houthi atau Hautsiyyun).

Operasi militer ini melibatkan negara Timur-Tengah. Antara  lain; Arab Saudi, Mesir, Maroko, Yordania, Sudan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain.

Apa dan siapa pemberontak Syiah Al-Hautsiyyun (Syiah Al Houthi) hingga diserang koalisi Negara-negara Arab ini?

Seperti diketahui, Syiah Al-Hautsi (Syiah Al Houthi) adalah pemberontak Syiah yang berkembang di dataran Yaman Utara. Ia adalah  pecahan sekte Syiah Zaidiyah, yang berpaham dan berakidah Imam Dua Belas (Syiah Imamiah-Iran).

Namanya kelompok ini dinisbahkan kepada pemimpin pemberontakan yang pertama, Husain Badruddin al-Hautsi. Karena itu, sering disebut Al-Hutsiyyun, Al Hautsi atau Al-Houthi.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Badruddin al-Hautsi yang dilahirkan yang dianggap sebagai bapak spiritual bagi kelompoknya ini lahir dan tumbuh di lingkungan sekte Zaidiyah untuk aliran al-Jarudiyah, yang merupakan aliran sekte Zaidiyah yang paling dekat dengan Rafidhah.

Selain Badruddin al-Hautsi, tokoh penting lain adalah  Husain Badruddin al-Hautsi, anak tertua Badruddin al-Hautsi.

Dr. Raghib As Sirjani dalam ‘As-Syiah Nidhol am Dholal’ mengatakan, kisah berkembangnya pemberontak Syiah Al Hautsi di Yaman bermula  di provinsi Sha’dah, (240 KM selatan Ibu Kota Yaman, Sana’a), tempat kelahiran Badruddin al Hautsi.

Pada tahun 1986 M, di Sha’ada, yang banyak sekali populasi orang-orang Zaidiyah terbentuklah “Ittihadus Syabab“, lembaga yang bertujuan mengedukasikan aliran Syiah.

malik Al Houthi1
Pemberontak Syiah Al Houthi membentangkan spanduk di Sana’a dengan gambar (dari kiri) pemimpin Houthi Abd Al-Malik Al-Houthi, Khomeini, pemimpin Syiah Hizbullah Hassan Nasrallah [jcpa.org]

Tahun 1990 M terjadi Wahdah Yamaniyah (Persatuan Yaman) dan era multi partai, hingga membuat “Ittihadus Syabab” berubah menjadi “Hizbul Haq” dan Husain Badruddin Al-Hautsi  terpilih sebagai majelis perwakilan pada tahun 1993.

Seiring dengan itu berkembang konflik antara Husain Badruddin Al Hautsi dengan para ulama Syiah Zaidiyah Yaman. Badruddin menolak keras fatwa ulama-ulama Zaidiyah, dan ia cenderung pada Syiah Itsna ‘Asyariyah (Syiah Imamiyah).

Syiah Itsna ‘Asyariyah adalah cabang dari ajaran Syiah yang memiliki pengikut terbanyak. Mereka mengikuti ajaran yang disebut sebagai Syiah Imamiyah ini mempercayai bahwa mereka mempunyai 12 orang pemimpin, yang pemimpin pertamanya adalah Imam Ali ra. dan pemimpin terakhir mereka adalah Imam Mahdi Al-Muntazhar (Imam Mahdi yang ditunggu). Aliran Syiah inilah yang dianut oleh mayoritas  rakyat Iran juga diikuti oleh orang-orang Syiah di Indonesia.

Konflik makin memanas ketika Badruddin Al Hautsi terang-terangan membela Syiah Itsna ‘Asyariyah dan menulis buku “Az-Zaidiyah Fii Al Yaman” yang mengulas hubungan dekat antara Syiah Zaidiyah dan Syiah Itsna ‘Asyariyah. Karena adanya perlawanan sengit terhadap pemikirannya yang menyimpang dari Zaidiyah, akhirnya dia terdesak dan hijrah menuju Teheran, dan menetap di Iran beberapa tahun hingga mendapatkan gelas magister hingga doctoral. Dia juga beberapa kali mengunjungi ‘Hizbullah’ di Libanon.

Pulang dari Iran banyak pikiran-pikirannya yang terpengaruh Revolusi Syiah Iran.

Dia kembali ke Sha’ada dan aktif menyampaikan ceramah pada pengikutnya. Gaya ceramahnya umumnya banyak menyerang, membangun ideologi dan ingin menguasai negara.

Dia bahkan membuat pasukan pendamping dengan alas an keamanan dirinya. Dalihnya, dirinya telah menjadi incaran Amerika Serikat (AS).

Ia memimpin pemberontakan pertama kali melawan pemerintah resmi Yaman dan terbunuh oleh militer Yaman tahun 2004 di usianya 46 tahun.

Sekedar catatam awal gerakan kelompok ini adalah paham Zaidiyah yang cenderung lembut dan dekat dengan Ahlus Sunnah, dan masih menghormati para sahabat Rasulullah dan tidak mencaci mereka.

Namun seiring dengan perkembangannya, gerakan Syiah Hautsi di Yaman (terutama saat dipimpin Badrudin Al Hautsi), paham ini cenderung berubah dan menyelisihi pendahulunya. Bahkan secara terang-terangan mencaci para sahabat dan mencela Sahabat- Sahabat Nabi sebagaimana yang dilakukan oleh penganut Syiah Itsna Asyariyah, umumnya Syiah di Iran.*/(Bersambung).. Syiah Al Hautsi Serang Madrasah Salafy..

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiPemberontakan Syiahyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinar dan Kantongnya
Tulisan selanjutnya Pesawat Koalisi Gabungan Negara Arab Lanjutkan Serang Pemberontak Syiah Al Hautsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?