Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

[Video] Kisah Ibu Yang Diterlantarkan Anaknya di Sebuah Gubuk

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Maret 2015 09:10 9:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Maret 2015 09:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— “Kasih Anak Sepanjang Galah, Kasih Ibu Sepanjang Jaman”, demikian kata pepatah masyhur. Kasih sayang ibu akan lekat pepanjang masa, berbeda  dengan kasih sayang anak yang sering terbatas.

Inilah kisah tentang seorang anak yang menelantarkan ibu kandungnya, namun akhirnya ia bertaubat. klik videonya di sini

Dirilis akun Youtube Syeikh Meshari Al Kharraz pada  Juli 2014, yang merekam kejadian di sebuah desa di pedalaman Kamboja.

“Saya diajak menemui seorang nenek tua. Saya mengira beliau layaknya orangtua renta lain yang biasa kami temui dalam perjalanan penyaluran bantuan di Kamboja. Namun kenyataan yang ada tidak demikian!” Kata Syeikh Mushari Al Kharraz yang bertindak sebagai narator memulai video tersebut.

Lensa kamera kemudian memperlihatkan kediaman Si Nenek. Sebuah gubuk kecil yang ukurannya berkisar tiga kali dua meter persegi. Nampak beberapa perabotan di dalamnya. Di bawah gubuk yang berdinding dan beratapkan jerami itulah Si Nenek tua tinggal.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Ini bukan rumah. Gubuk kecil dari jerami yang tidak sanggup melindungi beliau dari guyuran air hujan. Bahkan hewan sekalipun tidak layak menempati tempat ini! Semoga Allah memuliaakan kalian wahai saudara ku,” kata Mushari.

Setelah berbincang dengan Nenek itu, diketahui lah bahwa beliau dalam keadaan sakit dan harus segera di bawa ke rumah sakit.

“Dari sorotan matanya saya melihat kesedihan yang begitu dalam. Teman teman penerjemah mengatakan beliau sedih karena sakit. Namun batin saya mengatakan lain, pasti ada alasan lain!” Kata Mushari.

“Betul lah prasangka saya. Ketika saya bertanya apakah beliau punya anak? Karena harus ada mahrom untuk menemani dan menjaga beliau di Rumah Sakit. Beliau menjawab, ada. Saya tanya lagi, di mana anak ibu? Beliau diam,” lanjut Mushari.

Setelah bertanya kepada warga sekitar, ditunjukan lah di mana si anak tinggal. Nampak lah sebuah rumah besar lantai dua, dengan pekarangan luas lengkap dengan mobil dan motor. Ditambah kebun di sekitar rumah tersebut dan juga beberapa hewan ternak.

“Untuk standar ekonomi masyarakat setempat, anak ini adalah orang kaya!” Kata Mushari. “Lantas bagaimana dia bisa tinggal di rumah sebesar ini sedangkan ibu kandungnya dia terlantarkan di tempat seperti itu?” ucap Mushari sambil memegang kawat berduri yang dibentangkan untuk menghalangi Si Nenek agar tidak datang ke rumah si anak tersebut.

Bersama Tim, Mushari mendatangi kediaman anak tersebut. Memintanya untuk menemani sang ibu berobat. Setelah mendapatkan nasehat seputar berbakti kepada kedua orangtua dari Syeikh, dia pun bersedia.

“Awalnya saya ragu apakah dia akan menerima nasehat saya apa tidak. Sedangkan dengan ibu yang melahirkan dia saja, dia bersikap demikian kejinya. Namun betapa kagetnya saya, dia akhirnya mau menemui dan menemani sang ibu di rumah sakit,” kata Mushari.

Anak itu kemudian mengajak sang ibu untuk tinggal di rumah besarnya. Namun si ibu menolak. “Saya bertanya, mengapa beliau? Mau? Ibu itu mengatakan bahwa dia takut dengan istri anaknya. Istri si anak sering menyakitinya jika dia tinggal di sana. Maka dia memilih untuk menetap di gubuk nya saja,” terang Mushari.

Akhirnya si anak membenahi dinding dan atap gubuk sang ibu. Dia mengantarkan makanan untuknya setiap hari. Bahkan dia menyuapinya, dan mencucikan tangannya.

“Jika Anda kehilangan seorang anak, Anda bisa mendapatkan anak lainnya. Jika Anda kehilangan seorang istri, Anda sanggup mencari istri lainnya. Namun, jika ibu telah tiada, siapa yang sanggup memberikan anda ibu yang lain? Cinta ibu itu beda. Cinta dia dalah istimewa. Berbuat baiklah padanya. Sebelum tiba masanya, kelak engkau ingin berbakti namun beliau telah tiada,” demikian nasehat Syeikh Mushari Al Kharraz sebelum kemudian menutup videonya dengan berdoa kepada Allah untuk orangtua.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakistriorangtua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Agen DEA dan Secret Service Didakwa Mencuri Bitcoin >$800.000
Tulisan selanjutnya Wali Kota Surabaya Tutup 396 Minimarket Untuk Lindungi Toko Tradisional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

al-azhar masjid al-aqsha
Berita

Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri

Berita
16 September 2026 14:08
Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”

Terbaru

  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?