Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Pluralisme Agama adalah Pemaksaan Terhadap Agama Itu Sendiri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 April 2015 13:57 1:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 April 2015 13:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Wacana pluralisme agama dengan segala variannya pada dasarnya bermasalah, mulai dari definisi pluralisme itu sendiri.

Tidak banyak orang yang mendefinisikan paham itu secara definitif sehingga bisa dipahami masyarakat banyak. Meski demikian, para pengasong pluralisme agama, khususnya di Indonesia, masih saja mengkampanyekan pluralisme agama tanpa membuat definisi yang jelas.

Demikian diungkap peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Akmal Sjafril, M.Pd.I, saat menjadi narasumber kuliah Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/15) lalu.

“Anehnya lagi, kaum pluralis yang katanya menjunjung tinggi keberagaman seringkali malah memaksa orang lain untuk menerima gagasan pluralismenya itu. Jika ada orang yang menolak konsep pluralisnya, mereka akan diberi ‘cap fanatik’,” kata Akmal.

Maka, untuk memahami wacana pluralism itu, lanjut Akmal, Dr. Anis Malik Thoha dalam bukunya, ‘Tren Pluralisme Agama’, membagi varian pluralisme agama ke dalam empat tren, yaitu humanisme sekuler, teologi global, sinkretisme, dan hikmah abadi.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Adapun dalam pandangan Akmal, ada satu lagi tren pluralisme agama yang dapat ditambahkan, yakni Teosofi-Freemasonry.

“Masing-masing tren pluralisme ini memang tidak sama persis, tetapi pada hakikatnya bermuara pada kesimpulan yang sama, yaitu bahwa semua agama itu sama,” ujar alumnus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor itu.

Demi melakukan kampanye pluralisme itu, lanjut Akmal, kaum pluralis di Indonesia biasa melakukan tambal sulam di antara teori-teori pluralisme agama tersebut. “Padahal, teori-teori tersebut sebenarnya saling bertentangan dalam beberapa bagiannya,” ungkap Akmal lagi.

Di akhir kuliah, Akmal menjabarkan efek pluralisme agama bagi kehidupan beragama, khususnya kaum Muslimin. Di antaranya, disebutkan Akmal, ialah makin merebaknya sekularisme dan skeptisisme. Karena tidak lagi meyakini agamanya benar, masyarakat menjadi tidak lagi mengindahkan agama dalam seluruh segi kehidupan sekaligus ragu terhadap agamanya sendiri.

“Jadi, pluralisme agama itu sejatinya berakibat terminasi, alias penghancuran agama, dan bukannya menjaga eksistensi agama,” simpulnya.*/Nur Afilin

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendidikan Yang Benar Harus Lahirkan Orang Yang Baik dan Berakhlak
Tulisan selanjutnya Menjadi yang Kedua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?