Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Rumah Sakit Pertama di Dunia Islam Mendahului Barat [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 September 2015 11:22 11:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 September 2015 09:45
Bagikan
Di Mesir di Kota al-Fustat (sekarang Kairo), Ahmad Ibn Tulun membangun rumah sakit al-Fusta (872 M). Rumah sakit ini dilengkapi dengan perpustakaan yang kaya akan literatur medis
Bagikan

SEBUTAN untuk rumah berobat pada zaman keemasan Ilmu Pengetahuan Islam adalah Bîmâristân’. Istilah modernnya disebut ‘Rumah Sakit’ atau ‘al-Mustasyfa”.

Dalam lembaran sejarah, di dunia Islam telah membangun rumah sakit berlevel tinggi. Mulai desain bangunan hingga manajemen pengelolaan, sekaligus menjadi fakultas-fakultas ilmu kedokteran.

Bîmâristân melahirkan dokter-dokter handal dan mencetuskan berbagai karya dalam bidang kedokteran. Inilah yang menginspirasi teknologi kedokteran di Barat sekarang.

Embrio

Embrio rumah sakit telah dicetuskan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Dalam Perang Khandak, telah dibangun pos kesehatan bagi sahabat yang terluka.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Sa`ad Bin Muadz adalah salah satu pasien yang terluka pada bagian urat nadi di tanganya. Harits bin Kaladah adalah salah seorang dokternya, salah seorang lulusan sekolah kedokteran Jundisabur yang sudah didirikan oleh Kisra pada Abad ke-6 M.

Bangsa Arab mengenal sekolah kedoteran Jundisabur yang didirikan oleh Kisra pada pertengahan abad ke-6 Masehi, Sekolah ini telah menelorkan dokter-dokternya, seperti Harits bin Kaladah yang hidup pada masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Dia mengimbau sahabat-sahabat Nabi agar berobat kepadanya apabila terserang penyakit.

Jika para sahabat ada yang jatuh sakit, Rasulullah mempersilahkan para sahabat untuk berobat kepadanya.

Selanjutnya, ‘Bîmâristân’ didirikan secara resmi oleh Khalifah Walid Bin Abdul Malik. Jumlahnya semakin meningkat. Bisa dikatakan, ada di setiap pusat-pusat daerah. Di Cordoba sendiri ada berbagai jenis rumah sakit yang jumlahnya sekitar lima puluh buah.‘Bîmâristân’ —berasal dari Persia—memiliki arti yang sama dengan rumah sakit (hospital), Bimar berarti penyakit dan stan berarti lokasi atau tempat.

Desain dan Pengelolaan

Dalam bukunya “Min Rawai` Hadlaratina”, Dr Mushthafa As-Siba`i menggambarakan desain dan pengelolaan secara teliti.  Sejak awal para dokter memilih tempat yang baik untuk pembangunan rumah sakit.

Misalnya saja, rumah sakit Adhudi Baghdad yang dibangun oleh Daulah Bin Buwaih tahun 371 H. Untuk mengetahui kondisi kebersihan lingkunganya, dokter ar-Razy menempatkan empat buah daging mentah selama satu malam di beberapa penjuru. Setelah pagi tiba, tempat daging yang paling segar dipilih sebagai tempat pilihan berdirinya Rumah sakit. Ini sebuah tanda bahwa dilingkungan yang bersih, pasti sedikit kuman yang memakan daging itu.

Adapun pengelolaan di mayoritas seluruh ‘Bîmâristân’ sebagai berikut. Laki-laki dan perempuan dirawat di ruangan berbeda.

Ruangan pun di desain sesuai dengan berbagai jenis penyakitnya. Ada ruangan penyakit dalam seperti sakit mata, jantung, tulang. Ada pula khusus penyakit bagian luar. Setiap bagian terdiri dari para dokter dan dikepalai dokter ahli yang biasa disebut dengan ‘Sa`ur’.

Kamar-kamar, perabotan dan alat-alat kesehatan tertata dengan sangat bersih dan steril. Pembersihan ini dilakukan oleh beberapa pegawai dengn gaji tertentu.

Dalam setiap ‘Bîmâristân’ terdapat apotik yang berisi berbagai macam obat-obatan.

Penangan pasien dilakukan dengan penuh perhatian. Jika penyakitnya tergolong ringan, maka dia cukup diperiksa dan diberi obat. Namun, jika butuh opname maka namanya akan dicatat, dibersihkan di kamar mandi, diberi pakaian khusus, dan ditempatkan di ruangan sesuai jenis peyakitnya. Pemberian makanan dengan piring dan gelas berbeda dan tidak boleh digunakan pasien lain.

Khusus ‘Bîmâristân’ al-Manshuri yang didirikan Raja Malik Mansur Syaifuddin tahun 683 H, mereka memperdengarkan syair merdu atau mendatangkan pendongeng pada pasien. Suara adzan pun dilantunkan dengan merdu yang bersebelahan dengan ‘Bîmâristân’ ini.

Bimaristan di Suriah ini dibangun oleh para ahli kedokteran Muslim sebagai pengganti kuil penyembuhan kuno
Bimaristan di Suriah ini dibangun oleh para ahli kedokteran Muslim sebagai pengganti kuil penyembuhan kuno

Dalam tahap penyembuhan, pasien akan dipindahkan diruangan khusus. Untuk mempercepat proses penyembuhan, pihak ‘Bîmâristân’ akan melakukan pertunjukan komedi. Jika telah benar-benar sembuh maka dia diberi pakaian baru dan uang ‘pesangon’ sampai pasien tersebut benar-benar bisa bekerja dan beraktifitas secara normal. Namun, jika meninggal akan dikafani dan dikebumikan secara terhormat. Model ‘service’ seperti ini berlanjut di Mesir hingga Tahun 1798 M yang membuat orang prancis berdetak kagum.

Bukan Dokter Sembarangan

Para dokter di ‘Bîmâristân’ harus melewati seleksi ketat. Pada masa Khalifah al-Muqtadir tahun 319 H, pernah terjadi kesalahan pengobatan yang mengakibatkan pasien meninggal. Maka Khalifah memerintahkan Sinan Bin Tsabit sebagai dokter ahli untuk menguji seluruh dokter di Baghdad yang mencapai 860 orang. Hanya dokter pribadi Khalifah dan khadim Negara yang tidak diuji.

Secara umum, seorang dokter harus mengadakan peneletian dan diujikan kepada dokter yang lebih ahli. Apabila dia lulus maka dia boleh mengobati pasien di rumah sakit tertentu.

Para dokter tersebut juga sewaktu-waktu mendapat tugas ke berbagai tempat. Seorang kepala daerah bernama Wazir Bin Isa Ali al-Jarrah pernah mengirimkan surat ke Sinan Bin Tsabit, kapala dokter di Baghdad. Uangkapnya “aku khawatir terhadap kondisi para tahanan dipenjara, mereka pasti banyak terserang penyakit karena tempatnya kotor”. Wazir meminta para dokter untuk memeriksa mereka perpekan. Ini berarti, dalam Islam tahanan harus diperlakukan secara “manusiawi”, apalagi ketika jatuh sakit.*/Ishom Mudin (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:‘Bîmâristânilmu pengetahuan islamkedokteranobat-obatanrumah sakit
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinilai Lakukan Pelecehan, Penyair Saut Sitomurang Jadi Tersangka
Tulisan selanjutnya FPI Laporkan Dugaan Tiga Kasus Korupsi yang Dilakukan Ahok Ke Polda Metro Jaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?