Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Gelapnya Penjara Jalan Menuju Kemerdekaan Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Desember 2015 09:58 9:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Desember 2015 09:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Puluhan tahun sudah sejak berdirinya, HAMAS bersama rakyat Palestina melaukan perlawanan terhadap Penjajah. Perlawanan bersenjata yang harus mereka bayar mahal. Ratusan ribu terluka dan tewas. Lainnya mendekam puluhan tahun di penjara. Bahkan hingga hari ini.

Liku-liku para pejuang Palestina di tahanan, ditulis Gerakan Perlawanan Islam/ Harakah Muqawamah Islamiyah (HAMAS) melalui laman resminya Hamas.ps, pada Senin (14/12/2015).

Para pemimpin HAMAS memberi contoh terbaik. Seperti Sang Pelopor perjuangan mereka, Syeikh Ahmad Yasin. Ulama yang Beliau dua kali mendekam di dalam penjara. Satu diantaranya selama 15 tahun. Komandan Syahid Abdul Aziz Rantisi, termasuk orang pertama yang diciduk dan ditahan oleh penjajah pada Intifada pertama. Pada hari itu banyak panglima gugur. Seperti Jamal Salim, Jamal Mansour, Ibrahim Makadmeh dan Ismail Abu Shanab.

Di antara mereka bahkan dijatuhi hukuman penjara lebih lama dari umurnya. Seperti Abbas Sayyid yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup (36 tahun) dan ditambah 150 tahun lagi.

“Para pemimpin HAMAS di atas ingin menunjukan bawa sekalipun Penjajah menjadikan jeruji besi sebagai cara terbaik menghentikan perlawanan. Bahkan perlawanan tetap berlanjut dan memperkuat barisannya!” tulis Hamas dalam situsnya.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

‘Universitas Nabi Yusuf’ dan Basis Baru Perlawanan

Mendapati diri mereka akan mendekam puluhan tahun bahkan menghabiskan masa hidupnya di dalam penjara, para pejuang tidak lantas putus asa apalagi berpangku tangan. Sebaliknya, mereka ‘merubah’ ruang tahanan itu menjadi ‘Universitas Nabi Yusuf.’ Tempat belajar dan berpolitik. Basis baru perlawanan.

Pada tahun 1992 mulailah mereka merapatkan barisan kemudian menyatukan kekuatan di dalam penjara. Terbentuk lah Cabang baru HAMAS di dalam Penjara. Seperti di Penjara Zionis di al-Quds, Ramallah, dan lainnya. Mereka melanjutkan gerak perlawanan dari dalam penjara. Komandan Abdul Aziz Rantisi mengomandoi gerakan di Penjara Pusat Gaza. Isma’il Abu Shanab di Penjara Ramallah. Dan Ahmad Ja’bari di Penjara Asqolan.

Berikut Pemimpin HAMAS di dalam penjara:

2004-2006: Muhammad Jamal Natsyah dan Wakil nya Ruhi Musytahi

2006-2008: Yahya Sinwar dan Wakil nya Abdul Khaliq Natsyah

2008-2011: Abbas Sayyid dan Wakil nya Muhammad Isa

2011-Sekarang: Muhammad Arman

Meski dipenjara, mereka tetap membentuk Madrasah Stanawiyah dan Universitas bagi para tahanan Palestina. Dosen dan mahasiswa nya adalah tahanan Palestina sendiri. Layaknya madrasah dan universitas pada umumnya, mereka belajar mata pelajaran agama juga dunia.

Ambil contoh Syahid Ibrahim Muqaddimah, yang memberikan kuliah kepada para tahanan, juga melanjutkan belajarnya. Bahkan menyusun buku nya sendiri dan menulis syair.

Abdullah Barghouti bahkan menyusun buku berjudul “Muhandis ‘Ala thariq” dan enam buku lainnya.

Juga Muhammad Arman, beliau menyusun buku yang menceritakan cerita perlawanan dia terhadap penjajahan.

Merebut Kemerdekaan

Membebaskan para tahanan adalah salah satu agenda besar dan terpenting bagi HAMAS. Dan hal itu hanya bisa dilakukan dengan melawan Zioinis, bukan mengemis.

Salah satu usaha tersebut adalah sebuah operasi khusus menculik dan menawan serdadu Zionis, Ghilad Salit. Kemudian menukar nya dengan 1027 tahanan Palestina pada tahun 2011.

Hingga hari ini, berikut rakyat Palestina yang mendekam di dalam penjara Zionis-Israel; Gaza: 363, al Quds dan Distric 48: 850, Tepi Barat: 5550, dan 32 dari Arab.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASisraelMasjidil AqshapalestinapenjaraZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DSKS: Tokoh Muslim Kalah di Pilkada Solo karena Belum Bersatu
Tulisan selanjutnya Inggris Siapkan RUU Bendung Aktivis “Boikot Israel” [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?