Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Artis dan Pesona Perdagangan Perempuan [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2016 10:03 10:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2016 10:30
Bagikan
[Ilustrasi] Acara TV.
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Oleh: Muh. Nurhidayat

YANG lebih memprihatinkan lagi, tidak sedikit di antara orangtua yang bangga, bahkan ada yang berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak mereka bisa menjadi artis. Ada seorang ayah yang mau mengeluarkan jutaan rupiah uangnya, dan ada pula yang rela menjual mobilnya (hanya) untuk membeli pulsa ponsel, demi memberikan SMS dukungan kepada putrinya, agar tidak tereliminasi dalam reality show calon artis. Sebab kemenangan peserta bukan dinilai dari kemampuannya, tetapi dari banyaknya SMS dukungan yang diberikan kepadanya.

Fenomena ini telah mengusik akal sehat kita. Dapat dibayangkan, belum menjadi artis beneran saja, mereka sudah ‘dijual’ melalui ‘lelang’ SMS terbanyak. Apa bedanya dengan ‘lelang’ budak perempuaan pada zaman dahulu kala?

Baca Juga

Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

Bedanya, perdagangan perempuan saat ini memiliki pesona yang luar biasa dahsyatnya. Pada zaman dahulu kala, para budak perempuan dalam ketakutaan, dipaksa berdiri di panggung pasar untuk dilelang. Kini, dalam reality show, para calon artis dengan bangga berlenggak-lenggok menari dan menyanyi di panggung hiburan yang gemerlap, untuk menanti SMS dukungan kepadanya.

Fetitisme membuat para calon artis maupun artis perempuan terpesona oleh dugem (dunia gemerlap) karena memperoleh materi yang luar biasa banyaknya di usia muda. Namun ketika kecantikannya sudah ‘kalah bersaing’ dengan para artis baru, mereka dicampakkan begitu saja oleh dunia hiburan yang telah membuatnya (pernah) terkenal. Dalam suasana seperti ini, banyak di antara mereka depresi hingga terjerumus menjadi pemakai (bahkan pecandu) narkoba. Ada pula yang terperosok pada jurang prostitusi kelas atas, demi meraih materi yang hilang setelah tidak laku lagi di dunia hiburan.

Belajar dari Madonna

Madonna merupakan contoh ikon kesuksesan artis perempuan dalam dunia hiburan di planet ini. Sebagai artis papan atas Hollywood, keberhasilannya dalam ‘menggenggam dunia’ (memperoleh limpahan materi dan popularitas) tidak datang begitu saja. Dia harus tampil buka-bukaan di berbagai syuting (untuk klip lagu) maupun aksi di panggung hiburan di berbagai negara yang mengundangnya. Selama puluhan tahun, Madonna tidak tereliminasi dari puncak ketenaran, meskipun tidak sedikit artis perempuan pendatang baru yang jauh lebih muda, cantik, dan lebih mau ‘buka-bukaan’, silih berganti tampil ‘mengadu nasib’ di Hollywood.

Namun, di balik citra sebagai artis asusila yang melekat pada namanya, Madonna adalah seorang perempuan yang normal. Ia sadar bahwa dunia hiburan yang membuatnya dipuja-puja di seluruh planet ini, adalah dunia yang tidak ramah terhadap harga diri wanita. Sebagai perempuan yang masih menyadari fitrahnya, Madonna ingin anaknya menjadi wanita baik-baik. Ia berharap agar putrinya memperoleh pendidikan agama yang memadai, sehingga tidak terjerumus dalam dunia hiburan seperti dirinya.

Pakar komunikasi budaya Universitas Padjajaran, Deddy Mulyana (1999) berkomentar, “Ternyata Madonna, penyanyi Amerika yang kesohor itu, menginginkan putrinya dididik secara katolik…. Bagi sebagian orang, sikap Madonna itu lucu, aneh, atau ironis. Soalnya, seperti kita tahu, Madonna sendiri tidak menampakkan ‘keshalehan’. Ia kumpul kebo dengan pemandu kebugaran fisiknya, yang membuahkan (kelahiran) anaknya itu.”

Penulis yakin, banyak orangtua di negeri ini yang masih jauh lebih ‘normal’, lebih ‘waras’, bahkan merasa lebih religius daripada Madonna. Lantas, apakah mereka masih ingin anak-anak perempuannya menjadi artis, padahal Madonna sendiri berusaha menjauhkan putrinya dari dunia tersebut?

Artis, termasuk di dalamnya artis suara (penyanyi) adalah pekerjaan yang tidak diridhai Allah Subhanahu Wata’ala. Sudah lebih dari 15 abad silam, Al Qur’an menggambarkan betapa buruknya pekerjaan tersebut, “Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna (lagu) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. 31 : 6)

Dengan demikian, pantaslah kita semua sebagai Muslim, senantiasa merenungkan firman Allah swt., “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu….” (QS. 66 : 6). Wallahua’lam.*

Dosen Tetap Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ichsan Gorontalo

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:artisaurateksploitasihiburantabarrujtelevisiTV
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sains Islam Bukan Mitos [1]
Tulisan selanjutnya pejuang taliban Diajak Berunding, Taliban Minta Syarat Tahanan Politik Dibebaskan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?