Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Syeikh Al Qarni Melahirkan Laa Tahzan dari Balik Penjara

Bambang S
Terakhir diupdate: 2 Maret 2016 16:11 4:11 pm
Bambang S
Dipublikasikan 2 Maret 2016 16:11
Bagikan
Aidh Al Qarni menyampaikan ceramah di Masjid Istiqlal, Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com–Berita penembakan terhadap ulama Saudi Syeikh Aidh Qarni (58) di Filipina sungguh mengejutkan. Belum jelas motif dari penembakan itu. Syukurnya, dikabarkan keadaan al Qarni  terus membaik.

Di Indonesia ulama dari Arab Saudi ini dikenal sebagai penulis produktif. Salah satu bukunya yang berjudul Laa Tahzan (jangan bersedih) menjadi fenomeal. Bukan saja di Indonesia tapi juga di berbagai dunia. Buku ini diterjemakan dalam hampir 30 bahasa dengan jumlah cetak ratusan ribu eksemplar.

Baca: Syeikh Aidh al Qarni Tertembak Saat Ceramah di Filipina

Yang menarik dari Laa Tahzan, buku ini bagai oase bagi orang-orang yang lagi dirundung masalah. Mengandung selaksa hikmah, ia memberi inspirasi bagi pembacanya.  Al Qarni juga mengajak agar tidak menyesali kehidupan, tidak menentang takdir, atau menolak dalil-dalil dalam Alquran dan sunah.

Yang mungkin tidak banyak diketahui bahwa Laa Tahzan lahir dari balik jeruji penjara.  Tidak semua memang, hanya sebagian. “Sekitar 100 halaman,” kata al Qarni. Sisanya ia selesaikan setelah ia keluar dari penjara.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Al Qarni masuk bui karena menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi. Ia kemudian di cokok pemerintah Arab Saudi dan dijebloskan di penjara selama 10 bulan pada 1996.  Selama di penjara ia baca membaca buku soal musibah dan problematika manusia, pembunuhan serta hubungan bapak dan ibu atau hubungan anak dan orangtua. Dari membaca inilah lalu muncul ide menulis Laa Tahzan.

Meski bukunya dicetak ratusan ribu eksemplar, al Qarni ternyata tidak menerima royalti, kecuali sebagian. Sebab, banyak penerbit yang mencetak bukunya tanpa seijin dirinya. Tapi ia tak mempersoalkan itu. “Saya serahkan kepada Allah,” katanya. Yang penting baginya, bukunya memberi manfaat kepada sebanyak-banyaknya orang.

Selain Laa Tahzan, Al-Qarni juga menulis sejumlah buku yang menjadi ‘best seller’. Di antaranya 30 Tips Hidup Bahagia, Berbahagialah: Tips Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat, Menjadi Wanita Paling Bahagia, Ramadhankan Hidupmu, Tersenyumlah: Jangan Putus Asa, dan Jangan Berputus Asa.

Karya Al-Qarni yang juga terbilang sukses di Indonesia adalah Jagalah Allah, Allah Menjagamu; Majelis Orang-Orang Saleh; Cambuk Hati; Bagaimana Mengakhiri Hari-Harimu; Berbahagialah; Power of Love; Al-Azahamah, Keagungan; Menakjubkan!; Jadilah Pemuda Kahfi; Mutiara Warisan Nabi SAW; dan Gerbang Kematian.

Karya-karyanya yang lain adalah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, Sumber Inspirasi Orang Saleh, 40 Hadits Qudsi dan Zikir, Membangun Rumah dengan Taqwa, Cahaya Pencerahan, Cahaya Zaman, Jangan Takut Hadapi Hidup, Demi Masa, Beginilah Waktu Mengajari Kita, Nikmatnya Hidangan Al-Qur’an, dan  Manusia Langit Manusia Bumi.

Al Qarni lahir di  Qarn, Arab Saudi bagian selatan tahun 1379 H. Nama Al-Qarni diambil dari daerah asalnya tersebut, Al-Qarn. Pada 1982, ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Ushuluddin Universitas Imam Muhammad bin Sa’ud al-Islamiyyah. Gelar magister dalam bidang hadist ia capai tahun 1987, sedangkan gelar doktor diperolehnya dari Universitas yang sama pada 1996.

Ia berasal dari keluarga ulama. Ayahnya, Abdullah al-Qarni, seorang tokoh masyarakat di daerah asalnya. Sejak kecil sang ayah sudah membawa Al-Qarni ke masjid untuk shalat berjamaah. Sang ayah juga telah memperkenalkan berbagai macam buku bacaan sejak Al-Qarni masih kanak-kanak. Karenanya, ia sudah terbiasa dengan bacaan sejak kecil.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:best sellerbukuindonesiaLaa TahzanSyeikh Aidh Al-Qarni
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ayah, Saya Bukan Teroris!
Tulisan selanjutnya Islam, LGBT dan Perkawinan Sejenis (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?