Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Penguatan Ukhuwah Dengan Kalender Hijriah

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Juli 2023 07:35 7:35 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Juli 2023 05:08
Bagikan
Ilustrasi bulan Muharram pada Kalender Hijriah
Bagikan

Oleh: Choirunisa Karina*

Hidayatullah.com – Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang bagaimana awal mula munculnya kalender hijriah? Atau bagaimana bulan-bulan pada kalender tersebut diturunkan serta mengapa urutannya disusun seperti sekarang? Tahukah Anda bahwa ternyata ada alasan di balik semua itu; yaitu untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah?


Sejarah kalender hijriah memiliki peran penting dalam mengikat umat Islam di seluruh dunia dalam satu kesatuan. Seperti adzan yang dipilih sebagai panggilan bagi kaum Muslimin untuk shalat, penentuan penanggalan hijriah juga melalui proses yang teliti. Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum juga mempelajarinya dengan seksama, tertarik dengan cara yang dilakukan oleh bangsa lain.


Beberapa Sahabat menyarankan penggunaan kalender Romawi, namun gagasan ini ditolak karena beberapa alasan. Diantaranya hari-harinya terlalu panjang bahkan diisi dengan perayaan khusus di negara-negara tertentu.


Kemudian, beberapa orang menyarankan penggunaan kalender Persia. Namun, gagasan ini sekali lagi ditolak karena setiap kali seorang raja Persia baru naik takhta, penanggalan mereka yang sebelumnya digunakan akan dihapuskan.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran


Oleh karena itu, ‘Umar Ibn al-Khattab Radiyallahu Anhu memutuskan untuk menjadikan Hijrah Nabi Shallallahu Alaihi Wassalaam sebagai dasar penanggalan Islam. Dengan demikian, ‘Umar menjadi orang pertama yang menyusun kalender hijriah.


Namun, pembahasan terus berlanjut. Ibnu Hajar al-Asqalani Rahimahullah dalam kitab Fathul-Baari menyebutkan, “‘Umar berkonsultasi dengan para Sahabat tentang penanggalan kalender hijriah, dan mereka menemukan bahwa mereka dapat mendasarkan awal kalender pada empat peristiwa yaitu tanggal lahir Nabi Sallallahu Alaihi Wassalaam, bulan dan tahun saat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalaam pertama kali menerima wahyu, hijrah Nabi Shallallahu Alaihi Wassalaam, dan bulan serta tahun wafatnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.”


Namun, mayoritas umat Islam tidak sepakat dalam tanggal pasti kelahiran Nabi dan saat pertama kali Nabi Shallallahu Alaihi Wassalaam menerima wahyu. Selain itu, mereka juga tidak ingin mendasarkan kalender pada tanggal wafatnya Nabi Shallallahu Alaihi Wassalaam, karena hal itu hanya akan menimbulkan kesedihan di hati mereka. Akhirnya, satu-satunya peristiwa yang dipilih adalah peristiwa hijrah dari Makkah menuju Madinah.


Melalui ide sederhana ini, ‘Umar mengajak kepada pentingnya persatuan di antara umat Islam. Meskipun sudah bersatu dalam agama yang sama dan diikat oleh ikatan persaudaraan dalam iman, bukan karena warna kulit, ras, atau garis keturunan, umat Islam juga perlu sebuah kalender yang mempersatukan mereka. Dengan kalender yang sama, umat Islam dapat mencatat peristiwa kolektif dan sejarah yang membanggakan dengan cara serupa.


Begitu besarnya arti kalender ini, sehingga Muharram dipilih sebagai bulan pertama. Ibnu Hajar al-Asqalani Rahimahullah dalam kitab Fathul-Baari menjelaskan, “Setelah Bai’at al-‘Aqabah kedua dan setelah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam membuat tekad yang kuat untuk bermigrasi ke Madinah, bulan baru pertama yang muncul adalah Muharram, sehingga menjadikan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender hijriah.


Dalam konteks ini, kita sebagai umat Muslim mempunyai peran penting dalam memelihara kemenangan sejarah Islam. Meskipun seringkali sejarah tidak dituliskan secara adil, dengan kalender hijriah, peristiwa-peristiwa besar yang pernah terjadi dalam sejarah kejayaan Islam akan terus hidup di hati kita. Sebagaimana hadits-hadits Rasulullah yang masih bertahan berkat usaha para ulama terdahulu, semoga peristiwa-peristiwa sejarah Muslim juga tetap abadi lewat penanggalan hijriah ini. Allahu Akbar...

Dengan memahami sejarah dan makna di balik kalender hijriah, kita pun dapat lebih menghargai warisan dan persatuan yang telah memperkuat umat Islam selama berabad-abad.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kalender hijriahmuharramUkhuwahukhuwah Islamiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Tulisan selanjutnya Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran

Berita
12 Juli 2026 09:49
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?