Oleh: Rofi Munawar
GENERASI – M adalah Generasi Muda Muslim. Bagian kecil dari 1,6 milyar Muslim yang memiliki kesamaan karakteristik, yaitu keimanan mereka mempengaruhi gaya hidup.
Mereka menemukan identitas di ‘jaman now’ ini, tanpa membuang atau bersikap anti terhadap modernitas.
Istilah Generasi M sendiri dicetuskan Shelina Janmohamed, konsultan pencitraan Islam secara global yang berpengalaman membangun merek dengan audiens Muslim. Wanita yang pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 50 tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia ini mengatakan, “Generasi M adalah populasi Muslim muda yang terus bertumbuh, dan percaya akan iman dan modernitas.”
Dalam bukunya “Generation M: Young Muslims Changing the world” Shelina juga menulis, “Melalui pertumbuhan Generasi M, pergantian kekuatan ekonomi serta politik akan mengarah pada Timur Tengah dan Asia.”
Baca: Aksi 212 dan 5 Fenomena Lahirnya Generasi Baru Islam Indonesia
Ketika perjalanan dunia modern menempatkan agama sebagai penghambat menuju masa depan. Sains, teknologi & kemajuan tersebar luas, maka agama akan menghilang, demikian teorinya. Tapi sikap Generasi M mengejutkan: menganggap agama menjadikan modernitas menjadi lebih baik.
Salah satu tren ini karena; Generasi M merefleksikan warisan mereka untuk melihat apa yang dulu menjadi kekuatan mereka dan bagaimana menjadikannya inspirasi sekali lagi untuk mengukuhkan tempat mereka sendiri di dunia modern.
Kesadaran itu adalah; sadar bahwa gerbang menuju dunia modern ini dituntun oleh ulama dan ilmuwan Muslim. Banyak hal yang digunakan dalam kehidupan hari ini, adalah kontribusi sejarah dan warisan ilmu pengetahuan umat Islam.
Pada tahun 2010, hampir dua pertiga populasi Muslim dunia -63%- berusia di bawah 30 tahun. Artinya satu milyar orang yang mewakili 14% populasi dunia adalah Muslim muda. Sedangkan pada saat bersamaan populasi barat malah menua.
Walaupun 1 milyar Muslim muda ini tidak mewakili semua Generasi M yang modern tapi tidak melunturkan kebanggaan dan semangat atas agama mereka. Tetap saja bagian dari 1 milyar Muslim muda ini sangat besar.
Tentu ini mengkhawatirkan barat. Bukan saja soal populasi. Tetapi pengaruh kekuatan yang secara bertahap beralih ke arah dunia Islam dan Timur. Karena bagian yang mewakili 25% populasi global ini berkembang sangat pesat.
Namun, munculnya Generasi M, beserta gaya hidup, budaya, dan industrinya yang telah berkembang di periode ini merupakan hal yang kebanyakan belum terpetakan.
Perlu perhatian yang serius untuk memahami karakternya, kemudian rebut simpatinya. Mengarahkan mereka akan asa kebangkitan lewat kesadarannya yang mulai tumbuh.
Jika perhatian dan usaha dapat maksimal mengarahkan Generasi ini. Tentu akan benar pandangan ahli futuristik barat, bahkan sebagian ulama melihat zaman ke depan yg dekat ini sebagai momen bangkitnya Islam.*
Aktif di Al-Fatih Journalistic Club (AJC)