Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Empat Hal Yang Bisa Dilakukan untuk Rohingnya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2012 14:49 2:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2012 14:49
Bagikan
Bagikan

Oleh: M Adli Abdullah

APA akar masalah yang dialami oleh etnik Rohingya? Memahami akar persoalan di negeri junta militer akan memberi pemahaman jelas perihal konflik yang sudah terjadi puluhan tahun lalu. Masalah di sana bukan terjadi kemarin sore atau tiba-tiba meledak.

Adalah pemerintah Burma tidak mengakui keberadaan etnis Muslim Rohingya. Kondisi yang tidak nyaman ini diperparah lagi ketika pihak ultranasional dibawah pimpinan Jendral Ne Win pada tahun 1962 mulai membagi penduduk di Provinsi Arakan berdasarkan agama.

Walhasil, jadilah etnik Rakhine yang beragama Budha dianakemaskan sedangkan etnik Rohingya beragama Islam dianaktirikan. Belum cukup itu, pada pada tahun 1982 junta militer mengeluarkan undang-undang kewarganegaraan yang tidak mengakui etnis muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Padahal Rohingya penduduk asli Arakan yang sudah Islam sejak tahun 788 oleh pedagang Arab. Kemudian abad ke 11, penganut Budha Theravada menguasai Arakan, dengan kata lain, etnik Rohinya tidak diakui keberadaanya di negeri sendiri.

Walaupun berbeda agama, kehidupan Muslim-Budha tidak banyak masalah. Mereka hidup toleransi tanpa ada konflik. Kehidupan mereka menjadi persoalan sejak kaum junta menguasai Myanmar dan mengusik kehidupan harmoni di Arakan.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Data terbaru, etnis Muslim Rohingya tersisa 800.000 jiwa lebih kurang dari 3 juta jiwa sebelumnya. Komunitas Muslim tersebar di 6 Kabupaten (township) dari sebelumnya menguasai 17 Kabupaten di Myanmar. Hal yang menyakitkan, pemerintah Burma menuduh etnik Rohingya sebagai pendatang gelap di Arakan padahal mareka telah beranakpinak berabad-abad sebelumnya.

Mengutip laporan badan pengunsi PBB (UNHCR) etnis minoritas yang paling teraniaya di dunia. Bayangkan saja, di Burma, etnis Rohingya dianggap sebagai orang Bangladesh. Sebaliknya di Bangladesh, etnis Rohingya dianggap sebagai orang Burma.

Padahal etnis Rakhine yang mendiami Bangladesh diakui sebagi warga negara Bangladesh, sedangkan etnis Rohingya yang mendiami Myanmar tidak diakui sebagai warga negara Burma karena mareka beragama Islam.

Kondisi Terkini

Sejak 10 Juni 2012, junta militer Burma telah menerapkan hukum darurat di Arakan. Kondisinya seperti Indonesia menerapkan darurat militer untuk umat Islam di Aceh pada tahun 2003-2004. Sejak berlaku undang-undang darurat ini, akses etnis Muslim Rohingya terhadap makanan, shelters, perubatan dan bantuan kemanusiaan lainnya sangat terbatas, bantuan yang diberikan oleh NGO harus melalui saluran pemerintah dan bantuan ini sedikit mengalir ke etnis Islam Rohingya tetapi banyak mengalir terhadap etnis Budha Rakhine yang dianakemaskan oleh pemerintah Myanmar.

Sudah sering terjadi konflik di sana. Misalnya pada 28 Mei 2012 yakni 3 etnis Muslim Rohingya dituduh memperkosa wanita Budha Rakhine. Namun Tetapi para analis menyakini kasus ini hanya rekayasa junta militer Myanmar.

Akibatnya pada tanggal 3 Juni 2012, 10 Jamaah Tabligh secara brutal disalib di kawasan Taung Gok. Dan pada 8 Juni 2012, kaum Muslimin di Maung Daw berdoa untuk korban Jamaah Tabligh ini yang dibalas dengan sikap militer setempat yang menembak para jamaah Jum’at. Setelah itu etnis Rakhine yang didukung oleh aparat keamanan membakar mesjid, al-Quran, bahkan masjid bersejarah di Akyab dan Maung Daw jadi rata dengan tanah sampai sekarang, pembakaran rumah kaum muslimin rohingya, mengeksekusi paksa harta kekayaan etnis rohingya, dan pemerkosaan terhadap gadis-gadis Muslim Rohingya terus terjadi.

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Paling kurang ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama, melakukan tekanan diplomatik terhadap pemerintah Myanmar, baik oleh negara Muslim seperti Indonesia, Asean UN, sehingga pemrintah Myanmar merubah kebijakan terhadap etnis Muslim di sana. Dan mareka diakui punya hak hidup yang sama dengan etnis etnis lain yang ada di Myanmar.

Kedua, bantuan kemanusian terus digiatkan agar mareka dapat bertahan hidup dari sekatan ekonomi yang dimainkan olet etnis Rakhine yang didukung oleh Junta Militer Myanmar. Bahkan kondisi sekarang etnis Muslim tidak hari ada korban eksekusi oleh etnis Rakhine tanpa ada balasan. Bahkan untuk kain kafan pun tidak ada. Maka dikifayahkan menurut apa adanya.

Ketiga, untuk menghentikan kebrutalan ini tekanan internasional, kunjungan diplomatik dari negara-negara atau lembaga internasional akan mengurangi kebrutalan terhadap etnis muslim di sana.

Selanjutnya, unjuk rasa yang dilakukan secara terus-menerus merupakan bagian yang dahsyat untuk menekan mengingatkan Presiden SBY. Unjuk rasa yang damai menjadi media pengingat bahwa ada masalah kemanusiaan di Burma. Ini bukan sekedar masalah agama, namun lebih dari itu, ada sisi-sisi kemanusiaan yang mesti dibela.

Bagaimana pun, mengutip sabda Rasulullah, umat Islam itu bersaudara. Jika satu bagian tubuh sakit, maka yang lain merasakan sakit juga. Ukhuwah Islam dibuktikan dengan peduli pada nestapa muslim di seluruh dunia.*

Penulis adalah Executive Secretary International Concern Group for Rohingya di Bangkok

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengenang Keramahan Muslim Joplin yang Masjid nya Dibakar
Tulisan selanjutnya Yayasan IHH Turki 15 Tahun Bantu Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?