Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

“Scarcity Akibat Covid-19 dalam Tinjauan Ekonomi Islam”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juni 2020 16:31 4:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2020 16:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat selama pandemi Covid-19 di tanah air.

Mereka ada yang membantu mensosialisasikan pencegahan penularan virus corona, berpartisipasi meringankan tugas pemerintah atau memberikan donasi, menghibur para tim medis dan mereka yang selalu berada digarda terdepan selama masa wabah masih berlangsung.

Mahasiswa sebagai agen of change (agen perubahan) dan entitas masyarakat pun demikian. Merebaknya Pandemi Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia, tidak lah menjadi alasan kaum muda untuk terus bergerak menciptakan karya sebagai bentuk kontribusi bagi kehidupan.

Semua pihak secara naluri kemanusiaan tergerak untuk berkontribusi memberikan solusi dan bantuan untuk mengatasi kondisi pandemi.

Sebagai bentuk kontribusi positif, mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan membuat karya buku dengan judul Scarcity Akibat Covid-19 dalam Tinjauan Ekonomi Islam.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Isu kelangkaan (scarcity) ini menarik untuk dikaji sebagai isu sentral. Sebab tidak bisa dipungkiri impact (dampak) bayang-bayang krisis dari berbagai sektor kehidupan dunia global pasti akan selalu beriringan bersamaan setali tiga uang dengan fenomena scarcity.

Buku ini menjadi sangat menarik untuk diposisikan sebagai pesan moral dan moril, yang ingin disampaikan para pemuda ini kepada setiap stakeholder yang bersentuhan langsung dengan wilayah kebijakan.

Sebab, ancaman kelangkaan (scarcity) akibat Covid-19 menjadi isu sentral yang hampir setiap saat dan setiap tempat secara tidak langsung selalu diangkat oleh media. Dan sebagian besar masyarakat kita saat ini sudah mulai merasakan impact dari ketidaksanggupan kita dalam men-counter problem ini.

Buku Scarcity Akibat Covid-19 dalam Tinjauan Ekonomi Islam ini digarap oleh 22 mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STIS Hidayatullah. Proses penerbitan buku berukuran 148 mm x 210 mm ini dilakukan selama 2 bulan semenjak mahasiswa melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akhir Maret 2020.

Beberapa tema yang diangkat dalam buku ini adalah korelasi wabah Covid-19 kelangkaan (scarcity) dalam tinjauan ekonomi Islam, dampak Covid-19 terhadap perekonomian global, cara mengatasi kelangkaan yang diakibatkan Covid-19 dalam perspektif ekonomi Islam, perbandingan scarcity dalam tinjauan ekonomi konvensional dan ekonomi Islam, dan tema seputar kelangkaan (scarcity) dalam tinjauan ekonomi Islam.

Scarcity yang akan ditimbulkan oleh wabah Covid-19 ini terjadi disebabkan oleh ketidaksigapan manusia dalam mengatasi impact dari peristiwa kehidupan ini.

Khususnya di Indonesia, dalam kacamata pakar dan pemerhati ekonomi, Indonesia saat ini sudah masuk pada tahapan financial impact. Sebentar lagi, jika financial impact ini tidak bisa diatasi, akan terjadi tragedi economy impact (krisis ekonomi/kelangkaan) yang berakibat pada social impact, tahapan peristiwa mengerikan yang ingin dihindari setiap kita.

Social impact ini akan menyebakan penjarahan, perampokan, pembunuhan, dan perilaku sosial buruk lainnya demi mempertahankan hidup dirinya dan kelompoknya dan mengorbankan manusia dan kelompok lainnya. Menghadapi ujian dan berbagai cobaan ini, manusia terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu ada yang sukses dan ada pula yang larut dalam kegagalan. Biasanya, orang yang sukses akan bahagia. Adapun orang yang gagal dalam menghadapi musibah akan merasa putus asa dan merana.

Alangkah durjananya kita kepada Allah Ta’ala, manakala Dia telah memberikan fasilitas rahmat serta keluasan rejeki kepada manusia, namun kebanyakan manusia lalai dan terkadang karena kasih saying-Nya lah kepada umat manusia, Allah tak segan-segan memperingatkan kita lewat bencana maupun cobaan kepada setiap pribadi manusia.

Dalam teori ekonomi, merupakan impact dari sebuah peristiwa musibah/bencana, baik bencana alam maupun bencana non alam. Bencana alam (natural disaster) merupakan suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, badai tropis, tornado, kebakaran liar, dan dan lain-lain.

Salah satu bentuk bencana alam yang juga berkonfrontasi dengan manusia secara langsung adalah wabah penyakit, seperti yang sedang dilanda umat manusia saat ini.

Permasalahannya, problem yang muncul akibat dari rangkaian pasca bencana tersebut berimbas pada lahirnya bentuk bencana lainnya, atau yang biasa disebut non-natural disaster, yaitu bencana alam yang terjadi tidak secara alami.

Dampak nyata akibat dari peristiwa bencana tersebut adalah kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam. Peristiwa rentatan bencana ini dalam disiplin ilmu ekonomi menjadi problem paling mendasar yang disebut scarcity atau kelangkaan. Kelangkaan terjadi terjadi apabila terjadinya gap atau ketidakseimbangan antara kebutuhan (keinginan) manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas.

Dari ketidakseimbangan itulah terjadinya kelangkaan (scarcity). Dalam perkembangannya, problem kelangkaan dipecah menjadi tiga pokok permasalahan. Kelangkaan ini mencakup jumlah, kualitas, tempat, dan waktu. Sesuatu disebut tidak langka jika jumlahnya berlimpah, bermutu baik, dan dapat ditemukan di segala tempat dan waktu. Ketika kebutuhan – kebutuhan tersebut masih bisa dipenuhi oleh sumber daya yang ada, maka tidak akan terjadi persoalan, bahkan juga tidak akan terjadi persaingan.

Namun manakala kebutuhan seseorang atau masyarakat akan barang dan jasa sudah melebihi kemampuan penyediaan barang dan jasa tersebut, maka akan terjadilah apa yang disebut kelangkaan.* Rizky Kurnia Syah/Pegiat komunitas PENA di Balikpapan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bukucovid-19ekonomiekonomi Islamkelangkaankrisis sosialmahasiswastis hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengamat Politik Ingatkan Pemerintah Agar Batalkan RUU HIP
Tulisan selanjutnya Al-Shabab Dirikan Pusat Perawatan Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?