Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Populasi Menurun, Komunis China Dorong Warganya Memiliki Lebih Banyak Anak

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Januari 2023 16:29 4:29 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Januari 2023 14:10
Bagikan
Penduduk China
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah China perlu melakukan banyak perbaikan dari berbagai sudut jika ingin membalikkan penurunan populasinya. Populasi China telah menurun untuk pertama kalinya dalam 60 tahun ketika tingkat kelahiran nasional menyentuh rekor terendah, yaitu 6,77 kelahiran per 1.000 orang.

Jumlah populasi pada 2022 – 1.4118 miliar jiwa – turun menjadi 850.000 jiwa sejak 2021. Tingkat kelahiran di China mengalami penurunan selama bertahun-tahun sehingga mendorong banyak kebijakan untuk memperlambat tren tersebut.

Tapi tujuh tahun setelah menghapus kebijakan satu anak, tingkat kelahiran di China telah memasuki apa yang digambarkan oleh seorang pejabat sebagai “era pertumbuhan populasi negatif”.

Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan langkah-langkah untuk mendorong penduduk agar memiliki lebih banyak anak termasuk keringanan pajak, cuti hamil yang lebih lama, dan subsidi perumahan, namun sejauh ini hanya sedikit tindakan yang diambil.

Hasil dari sensus sekali dalam satu dekade yang diumumkan pada 2021 menunjukkan populasi China tumbuh paling lambat dalam beberapa dekade. Populasinya juga menyusut dan menua di antara negara-negara Asia Timur lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan.

Baca Juga

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

“Tren ini akan berlanjut dan mungkin memburuk setelah Covid,” kata Yue Su seorang ekonom di Economist Intelligence Unit dikutip BBC.

Yue Su merupakan salah satu ahli yang memperkirakan populasi China akan menyusut lebih jauh hingga tahun 2023. Biro statistik China merilis laporan sehari sebelumnya yang menunjukkan populasi menurun untuk pertama kalinya sejak 1961.

Namun, dengan lebih dari 1,41 miliar orang, China masih memiliki populasi terbesar di dunia.

Tetapi penurunan sekitar 850.000 pada tahun 2022 mengkhawatirkan para ahli demografi dan analis yang memperkirakan masalah ekonomi di masa depan jika tren berlanjut, meskipun pasokan tenaga kerja secara keseluruhan masih melebihi permintaan.

Mahalnya biaya pendidikan dan prospek ekonomi yang suram membuat banyak orang memilih untuk tidak memiliki anak lebih dari satu meski pemerintah membatalkan kebijakan satu anak pada 2015.

Penduduk yang lahir dalam dua dekade setelah kebijakan tersebut berlaku pada tahun 1980 khususnya tidak memiliki anak karena mereka memiliki tanggung jawab atas orang tua dan kakek nenek mereka tanpa bantuan saudara kandung.

“Orang yang lahir pada tahun 1980-an atau 1990-an tidak begitu tertarik memiliki anak seperti generasi orang tua kita,” ujar Ding Ding, 37, ayah dari seorang gadis berusia tiga tahun kepada Reuters.

“Orang tua kita berpikir jika mereka memiliki anak lebih banyak, mereka bisa mendapatkan lebih banyak perhatian ketika mereka besar nanti. Tetapi generasi muda tidak berpikir demikian karena mereka memiliki mental yang berbeda karena mengasuh anak sudah sangat melelahkan,” ujarnya. Menurut pakar populasi, kebijakan nol-covid ketat China yang diterapkan selama tiga tahun juga menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada prospek demografis negara tersebut. China adalah salah satu negara paling mahal untuk membesarkan anak, kedua setelah Korea Selatan, menurut YuWa Population Research yang berbasis di Beijing.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHeadlinependuduk chinapopulasi chinaprogram banyak anak china
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perisa Daging Babi Sintetik, Bolehkah Digunakan?
Tulisan selanjutnya Klaim Produknya Sudah Halal, LPPOM MUI Tegur Mixue

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?