Hidayatullah.com—Sebuah video yang viral dan beredar di media sosial menunjukkan belasan waria terekam berlenggak lenggok di atas karpet merah disertai musik. Video pendik ini menjadi sorotan dan kecaman dari berbagai pihak.
Di kutip dari TribunMedan video ini diduga disertai pesta minuman keras dan seksual sesama jenis alias LGBT. Berdasarkan video yang diterima, terlihat sebuah botol kaca berisi cairan merah dengan merek lokal ternama.
Walikota Padang Sidempuan, Effendi Nasution membenarkan kegiatan tersebut terjadi di Kota Padang Sidempuan. Namun, Irsan membantah bila kegiatan yang dilakukan para waria itu berkaitan dengan kegiatan LGBT.
“Kalau kejadiannya (video) itu benar di Padang Sidempuan, tetapi tidak benar kalau itu pesta LGBT, Itu hanya kegiatan ulang tahun,” kata Irsan Effendi, Rabu (22/2/2023).
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam aksi sejumlah waria yang viral berpesta di salah satu kafe di Kota Padang Sidimpuan, Sumatera Utara. Menurut MUI hal itu tidak wajar dilakukan.
“Kita dari majelis ulama sangat menyesalkan sekaligus mengecam kejadian itu, nggak wajar melakukan kegiatan seperti itu di wilayah Kota Padang Sidimpuan,” kata Ketua MUI Padang Sidimpuan, Zulfan Efendi Hasibuan, dikutip detikSumut.
Menurut Zulfan, Kota Padang Sidimpuan terkenal dengan daerah yang religius. Oleh karena itu, tak pantas menurutnya jika pesta waria seperti itu dilakukan di daerah tersebut.
Pesta
Sebagaimana diketahui, sebuah video dan foto pesta ulang tahun melibatkan sekelompok wanita pria (waria) di Padang Sidempuan, tengah menjadi sorotan dan menuai kecaman berbagai pihak. Acara yang kabarnya dilakukan di sebuah café, di samping Jembatan Siborang Padang Sidempuan itu viral di media sosial.
Hasil penulusuran Harian Wasapada, acara ini merupakan perayaan ulang tahun A alias M yang ke-19, seorang warga Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Ditemui bersama enam orang temannya sesama waria yang hadir di pesta itu, A alias M menyebut pesta ini sudah direncanakan dua minggu sebelumnya. Namun dalam undangan, ditegaskan tidak boleh membawa narkoba, minuman keras dan senjata tajam ke lokasi acara.
Peristiwa itu terjadi hari Senin (20/2/2023) malam itu dimulai pukul 22:00 dan ditutup pukul 00:00 atau hanya 2 jam. Diawali potong kue ulang tahun dan makan bersama.
Terkait video seorang undangan yang memegang sebotol minuman keras di pesta itu, A alias M mengaku sama sekali tidak mengetahui atau di luar pantauannya.
Enam teman-temannya sesama waria juga membenarkan. Kata mereka, malam sebelumnya juga ada pesta perayaan ulang tahun waria di tempat itu.
“Kami heran, di acara kami itu sejumlah anggota polisi datang dan memantau sejak awal sampai selesai,” kata mereka.
Dari pemberitaan yang mereka baca, polisi itu dari Polres Padang Sidempuan. Hadir memantau, karena pesta waria lain di malam sebelumnya itu terjadi keributan.
Terkait kegiatan ini, mereka sampaikan permintaan maaf kepada semua pihak. Mereka sadari itu salah dalam pandangan sosial dan tentunya juga di ajaran agama.
Kepada masyarakat dan juga pemerintah, mereka memohon maaf. Berjanji tidak akan mengulangi lagi, sekaligus meminta persoalan ditutup sampai di sini.
Atas peristiwa ini, Wali Kota Padang Sidempuan Irsan Efendi Nasution mengaku sudah memberi teguran kepada Camat bersama Lurah dan Kepling, Danramil. Bahkan Kapolsek Sidempuan sudah menemui pemilik cafe.*