Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Abang-Beradik Tahanan Guantanamo Dipindahkan ke Pakistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Februari 2023 13:58 1:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Februari 2023 13:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Amerika Serikat telah memindahkan dua pria abang-beradik dari penjara Guantanamo ke Pakistan, kata Pentagon.

Abdul Rabbani dan Mohammed Rabbani ditangkap pada tahun 2002. Abdul Rabbani adalah fasilitator al-Qaida sementara Mohammed Rabbani adalah fasilitator keuangan dan perjalanan bagi para pemimpin al-Qaida terkemuka, menurut informasi yang dimuat di situs web Pentagon. 

“Amerika Serikat mengapresiasi kesediaan pemerintah Pakistan dan mitra-mitra lain dalam mendukung upaya AS yang sedang berlangsung yang berfokus pada pengurangan populasi tahanan secara bertanggung jawab dan pada akhirnya menutup fasilitas Teluk Guantanamo,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters Jumat (24/2/2023).

Penjara Guantánamo mulai digunakan oleh Presiden George W Bush pada 2002 untuk menahan orang-orang yang secara sepihak dituduh AS sebagai teroris tanpa melalui proses hukum dan peradilan, menyusul serangan yang meruntuhkan kompleks gedung WTC di New York City pada 11 September 2001 yang menurut Pentagon menewaskan sekitar 3.000 orang.

Pada masa pemerintahan Presiden Obama penjara yang dikelola badan intelijen CIA itu dijanjikan akan ditutup. Namun, sampai masa jabatannya berakhir janji Obama itu tidak ditunaikan.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Ketika Joe Biden mulai menjabat presiden pada Januari 2021, terdapat 40 orang yang masih dikurung di Guantanamo. Biden mengatakan dia berharap fasilitas itu ditutup.

Pemerintah federal AS terhalang undang-undang sehingga tidak dapat memindahkan tahanan Guantanamo ke penjara-penjara yang ada di wilayahnya. Penjara Guantanamo itu berada di kompleks pangkalan laut AS di Teluk Guantanamo di wilayah Kuba.

Saat ini total ada 32 orang yang masih ditahan di sana, yang 18 di antara layak untuk dipindahkan ke tempat lain, kata Pentagon.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatGuantanamoPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Flu Burung H5N1 Merenggut Nyawa Anak di Kamboja
Tulisan selanjutnya Banyak Masalah Fikih Baru, Ma’ruf Amin: Indonesia Butuh Ahli Ijtihad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?