Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kurun 2 Pekan 210 Mayat Migran Ditemukan Terdampar di Pantai Tunisia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 April 2023 16:41 4:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 April 2023 16:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Penjaga pantai Tunisia mengatakan pihaknya telah menemukan sekitar 210 mayat migran dalam kurun kurang dari 2 pekan yang terdampar di pantai pesisir bagian tengah negaranya.

Pemeriksaan awal terhadap jasad menunjukkan bahwa para migran itu berasal dari kawasan sub-Sahara Afrika, menurut Houssemeddine Jebabli dari Garda Nasional seperti dilansir Associated Press.

Jumlah mayat yang ditemukan itu diumumkan pada hari Jumat (28/5/2023). Dari 210 migran mati yang ditemukan selama 10 hari sejak 18 April, sekitar 70 di antaranya ditemukan di pantai timur Sfax, pulau tetangga Kerkennah dan Mahdia, menurut jaksa Faouzi Masmoudi, yang menangani masalah migrasi.

Ketiga daerah tersebut merupakan titik tolak bagi kebanyakan migran yang ingin menyeberang ke wilayah Eropa, termasuk ke pulau terluar Italia, Lampedusa, kata Masmoudi.

Bagi banyak orang Afrika dari kawasan sub-Sahara, yang tidak memerlukan visa untuk bepergian ke Tunisia, negara di Afrika Utara itu berfungsi sebagai batu loncatan ke Eropa, sementara sebagian lain datang dari Libya, yang berbatasan dengan Tunisia.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Melonjaknya jumlah mayat migran yang ditemukan di Sfax membuat kamar mayat di RS Habib Bourguiba kewalahan.

Untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit, pihak berwenang setempat berupaya mempercepat penguburan para korban setelah melakukan tes DNA dan kemungkinan identifikasi oleh kerabat si mayat, kata Masmoudi.

Romdhane Ben Amor, jubir Tunisian Forum for Economic and Social Rights (FTDES), sebuah organisasi non-pemerintah yang bergerak menangani isu-isu migrasi, mengatakan bahwa pemerintah setempat sudah berkomitmen untuk membuat pemakaman khusus bagi para migran dengan dasar “mereka bukan Muslim”.

Namun, menurut Amor komitmen itu masih belum berhasil ditunaikan karen kesulitan untuk menemukan lahan untuk pemakaman.

Menyusul kunjungan awal pekan ini oleh Komisaris Eropa untuk Urusan Dalam Negeri Ylva Johansson, Kementerian Luar Negeri Tunisia mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Kamis bahwa Tunisia dan Uni Eropa sepakat untuk menggalakkan pemulangan sukarela para migran dari sub-Sahara ke negara asal mereka masing-masing.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaEropamayatmigransub-Saharatunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Tulisan selanjutnya MUI Tanggapai Polemik Shalat Idul Fitri ala Ponpes Al-Zaytun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?