Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Disponsori Negara Hacker Berbasis di China Meretas Email Organisasi Pemerintah AS dan Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juli 2023 15:09 3:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juli 2023 15:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Para hacker yang berbasis di China mengakses akun-akun email sekitar 25 organisasi, termasuk milik pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa Barat. Peretasan baru diketahui beberapa pekan kemudian setelah aktivitas ilegal itu dimulai, kata Microsoft hari Rabu (13/7/2024).

Microsoft tidak mengatakan organisasi atau pemerintah mana yang terpengaruh, tetapi mengatakan bahwa kebanyakan target kelompok peretas tersebut adalah entitas di Eropa Barat.

“Microsoft sudah mengontak langsung semua organisasi yang menjadi target atau terdampak secara langsung lewat admin mereka dan memberi mereka informasi penting untuk membantu mereka untuk menyelidiki dan menanggapi masalah itu,” kata pernyataan di situs web Microsoft seperti dilansir DW.

Microsoft mengatakan kelompok tersebut, yang diidentifikasi sebagai Storm-0558, memalsukan token otentikasi digital akses akun webmail yang berjalan di layanan Outlook buatan Microsoft.

Dikabarkan bahwa aktivitas tersebut dimulai pada bulan Mei. Namun, peretasan terdeteksi beberapa pekan kemudian ketika para pelanggan mengeluh kepada Microsoft perihal kejanggalan aktivitas email mereka.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mengutip pernyataan dari sejumlah pejabat AS, koran The Washington Post mengabarkan bahwa Storm-0558 juga meretas akun-akun email tidak rahasia berkaitan dengan pemerintah AS.

AS mendeteksi peretasan akun-akun pemerintah federal “dengan cukup cepat” dan berhasil mencegah peretasan lebih lanjut, kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan dalam wawancara dengan kanal televisi ABC.

China menyebut apa yang disampaikan Microsoft itu sebagai “disinformation,” mengatakan bahwa tuduhan itu dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian dari aktivitas siber Amerika Serikat.

“Tidak masalah lembaga mana yang mengeluarkan informasi ini, tetapi itu tidak akan pernah mengubah fakta bahwa Amerika Serikat adalah peretas negara paling besar di dunia yang melakukan pencurian siber paling banyak,” kata jubir Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam pengarahan rutin.

“Sejak tahun lalu, organisasi-organisasi keamanan siber China dan negara lain mengeluarkan banyak laporan yang mengungkap serangan-serangan siber terhadap China oleh pemerintah AS dalam kurin waktu yang lama, tetapi sejauh ini AS belum menanggapinya,” kata Wang.

Bulan lalu, firma keamanan siber milik Google, Mandiant, mengatakan pihaknya mencurigai para hacker sokongan pemerintah China sudah meretas jaringan ratusan organisasi pemerintah dan swasta di seluruh dunia dengan memanfaatkan sebuah lubang keamanan email populer.

Awal tahun ini, Microsoft mengatakan para peretasan bayaran Beijing menarget infrastruktur penting AS.

Beberapa tahun lalu Edward Snowden, bekas pekerja yang menggarap jaringan siber lembaga-lembaga intelijen dan keamanan Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa pemerintah AS memata-matai komunikasi digital bukan hanya warganya tetapi juga negara-negara sekutunya. Pengintaian itu dilakukan selama bertahun-tahun dan disinyalir masih dilakukan sampai saat ini. 

Edward Snowden sekarang masih terdampar di Rusia dalam upaya pelariannya setelah menjadi target penangkapan oleh pihak keamanan Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatchinaEropahackerkeamanan siberMicrosoftperetasan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Joe Biden ‘Yakin’ Dapat Jual F-16 ke Turki
Tulisan selanjutnya OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?