Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Anggota Palestine Media Forum: Biar Tak Sebut Pejuang “Teroris”,  Begini Tips Menulis Pemberitaan Soal Palestina!

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2023 10:27 10:27 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 Oktober 2023 10:24
Bagikan
Pizaro Gozali saat peliputan masalah Palestina di Malaysia
Bagikan

Hidayatullah.com—Serangan kelompok perlawanan dan pejuang kemerdekaan Palestina ke kantor-kantor militer ‘Israel’ menyebabkan banyak media mengalami polarisasi. Di antara polarisasi adalah ketidakfahaman memetakan masalah yang terjadi di Palestina sehinga banyak menuliskan hal salah, misalnya menyebut “konflik” atau “teroris” kepada pejuang kemerdekaan.

Karena itulah ia memberikan beberapa tips kepada wartawan dan penulis agar tidak salah fatal dalam memahami masalah Palestina, yang nantinya bisa menyesatkan para pembaca.

“Pertama, hindari menulis kata ‘Konflik Palestina-Israel’, karena yang terjadi di tanah Palestina bukan konflik tapi penjajahan structural,” demikian pernyataan Pizaro Gozali, mantan redaktur Timur Tengah pada Kantor Berita Turki Anadolu Agency yang diterima redaksi, Kamis  (12/10/2023).

Menurutnya, istilah konflik tidak menggambarkan realitas sesungguhnya di Palestina yang mengalami kolonialisme sistematis oleh zionis. “Istilah konflik tentunya juga tidak menggambarkan agresi dan ketidakadilan Israel terhadap masyarakat adat Palestina, “ ujar pengamat Timur-Tengah yang juga kandidat Ph.D Policy Research and International Studies Universitas Sains Malaysia ini.

Menurut anggota Palestine Media Forum ini, ketidakpahaman memahami masalah sesungguhnya di Palestina, menyebabkan banyak media Indonesia menggukan kata “bentrok” antara warga Palestina dan tentara ‘Israel”, padahal, yang terjadi bukanlah demikian.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

“Kedua, hindari memilih kata “bentrokan antara warga Palestina dan tentara Israel”,  berita-berita ini mengaburkan akar kekerasan ‘Israel’ yang seolah-olah peristiwa ini hanya insiden sementara dan bukan kekerasan sistematis yang dilakukan penjajah Zionis sejak lama,” ujar pria yang aktif menulis perkembangan Timur Tengah dan Palestina ini.

Yang tidak kalah mengagetkan bagi dia adalah banyaknya media Indonesia memakai kata “teroris” kepada kelompok perlawanan atau kelompok pejuang kemerdekaan Palestina, yang telah meneteskan dari lebih dari 75 tahun agar mereka bisa bebas menjadi negara merdeka.

“Ketiga, hindari menulis kata-kata “teroris Hamas,” “Teroris Palestina”, dan “tentara Israel”. Istilah ini mengesankan Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya adalah entitas ilegal, sedangkan Zionis adalah negara resmi dan tentara resmi,” ujarnya.

Padahal yang terjadi adalah sebaliknya.  Zionis saat ini menduduki tanah curian yang menjadi hak sah bangsa Palestina.

Keempat, kata dia, sebaiknya langsung menyebut kelompok perlawanan atau langsung saja sebut Hamas. “Menggunakan istilah “militan Hamas” sama saja mengabaikan faktwa bahwa mereka memenangkan pemilu secara demokratis sejak tahun 2006.”

Kelima, sebaiknya wartawan menghindari menulis perlawanan bangsa Palestina tanpa konteks. Jelaskan dalam penulisan akar masalah mengapa bangsa Palestina melakukan perjuangan.

“Karena mereka mengalami penindasan secara panjang, tidak bebas menajalankan agamanya, hidup blokade, boikot ekonomi, kemiskinan, dll akibat penjajajahan,” katanya.

Keenam, pastikan konsistensi dalam menggambarkan korban Palestina sebagai “terbunuh”, bukan “meninggal/tewas”. “Karena itu, hindari penggunaan kalimat pasif saat mendeskripsikan peristiwa. Dalam judul, sebutkan siapa yang melakukan tindakan tersebut, bukan hanya di mana tindakan tersebut terjadi, untuk menghindari ambiguitas dalam penulisan,” kata dia.

Ketujuh, ia juga memberikan tips wartawan agar memberikan konteks penuh terhadap peristiwa-peristiwa tersebut, termasuk peristiwa-peristiwa sebelumnya yang telah menyebabkan kekerasan.

“Hindari menyiratkan bahwa tanggung jawab atas kekerasan hanya ada pada bangsa Palestina. Mereka adalah “korban” bukan “pelaku”. Jangan sampai yang terjadi dalam penulisan adalah sebaliknya,” tutup dia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berita palestinaHAMASHeadlineisraelkonflik Palestinamenulis Palestinapalestinatip menulis berita Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Senjata Api Warga Sipil Israel Menteri “Israel” akan Bagikan 10 Ribu Senjata Api kepada Warga Sipil
Tulisan selanjutnya Presiden Turki Hubungi Pemimpin Negara Islam Membahas situasi Israel-Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?