Sejarah memiliki hukumnya sendiri. Kepongahan ‘Israel’ akan berakhir, sebagaimana Amerika di Vietnam dan Uni Soviet di Afghanistan
Oleh: Dr Anwar Abbas
Hidayatullah.com | HANYA orang yang tidak punya rasa perikemanusiaan dan perikeadilanlah yang tidak bisa merasakan bagaimana pahit dan getirnya penderitaan rakyat Palestina akibat kejahatan, kebrutalan dan kebiadaban tindakan yang dilakukan oleh ‘Israel’.
Coba saja bayangkan kalau ada negara asing sekarang ini yang menduduki dan menjajah tanah air kita lalu mereka dengan mudahnya membunuh anak-anak dan ibu-ibu yang tidak berdosa tanpa ada rasa kasihan sedikitpun. Apakah kita akan tinggal diam dan bisa menerimanya?
Tentu saja tidak dan itulah yang terjadi dan dialami oleh rakyat Palestina sejak 75 tahun yang lalu. Pertanyaannya sakit dan menyakitkankah hal demikian?
Saya rasa bukan lagi sakit dan menyakitkan tapi adalah benar-benar sangat sakit dan menyakitkan sehingga hal demikian tentu pasti akan menimbulkan rasa dendam dan kemarahan yang mendalam.
Dan itu bisa kita lihat dimana seluruh rakyat Palestina dari kalangan bapak-bapak, para pemuda bahkan juga ibu-ibu dan anak-anak kecil mereka juga turut tanpa henti memberikan perlawanan meskipun itu hanya bisa mereka lakukan dengan mengucapkan sumpah serapah kepada tentara ‘Israel’.
Bahkan anak-anak kecil mereka kita lihat juga tidak tinggal diam. Mereka kita lihat mengambil batu-batu kecil kemudian melemparkannya kepada para tentara ‘Israel’. Memang yang kita lihat adalah batu-batu kecil yang tentu saja secara lahiriah tidak akan berdampak apa-apa.
Tapi di balik yang terlihat oleh mata kita tersebut kita tahu bagaimana tinggi dan kuatnya semangat juang dari seluruh elemen rakyat Palestina sehingga saya sudah bisa membayangkan pada waktunya pembalasan dendam besar-besaran akan terjadi sehingga penjajah akan menyerah dan bertekuk lutut.
Pandangan saya ini bukan tidak beralasan karena sejarah punya hukumnya sendiri. Bukankah kita tahu yang namanya dunia ini selalu berputar dimana tidak akan ada satu negara dan atau satu suku bangsapun di dunia ini yang mampu mempertahankan kejayaannya dan keadikuasaannya untuk selama-lamanya sehingga Barat dan Amerika yang hari ini menjadi adikuasa dan menjadi polisi dunia, pada waktunya nanti atau dalam beberapa puluh tahun ke depan era mereka akan berakhir.
Negara adikuasa baru akan muncul sehingga Barat dan Amerika tidak lagi akan bisa diharapkan akan bisa membela ‘Israel’. Karena jangankan akan membela ‘Israel’, untuk mengatasi masalah dalam negeri mereka sendiri saja mereka tidak akan bisa.
Di saat seperti itulah Palestina akan bangkit dan menyerang serta menyapu bersih ‘Israel’, sehingga kalau mereka tidak lari dari tanah yang mereka jajah dan mereka duduki hari ini, maka tentu kematianlah yang akan mereka hadapi.
Untuk itu kalau kita tidak mau hal itu terjadi, maka ‘Israel’ harus merubah sikapnya, karena jika mereka tetap mempertahankan sikap biadab dan keras kepalanya seperti yang mereka perlihatkan hari ini, maka tunggulah nasib buruk akan menimpa mereka karena.
Sepanjang pengetahuan saya dari sejarah yang ada, ternyata senjata yang sehebat apapun tidak akan punya arti apa-apa di hadapan jutaan rakyat yang marah. Lihat saja nasib Amerika di Vietnam.
Kita tahu bagaimana canggihnya senjata yang dimiliki Amerika, tapi data dan fakta menunjukkan Amerika harus angkat kaki dari daerah tersebut karena tidak mampu menghadapi kemarahan rakyat Vietnam yang sudah menggumpal dan bersatu.
Begitu juga dengan nasib Uni Soviet dan Amerika di Afghanistan. Kurang apa kecanggihan senjata mereka tapi apa yang terjadi? Uni Soviet dan Amerika ternyata harus angkat kaki dari sana.
Oleh karena itu bagaimana dengan nasib ‘Israel’ yang menjajah Palestina? Mari kita lihat dan tunggu saja apa kira-kira yang akan terjadi. Tapi saya yakin dan percaya nasib ‘Israel’ juga akan mengalami hal yang sama, meskipun kita tahu perjuangan yang harus dilalui rakyat Palestina akan memakan waktu yang panjang dan lama.
Bukankah kita, bangsa Indonesia baru bisa merdeka setelah lama dijajah oleh Belanda? Kita tahu bagaimana Belanda dan Jepang dengan pongahnya yakin bahwa mereka akan bisa menjajah kita untuk selamanya.
Tapi apa yang terjadi? Mereka akhirnya juga harus angkat kaki karena kekuatan suatu negara dan bangsa itu tidak ditentukan oleh kekuatan senjatanya tapi ditentukan oleh kekuatan dan semangat yang membara yang dimiliki oleh rakyatnya. Dan itulah yang dimiliki rakyat Palestina.*
Penulis Wakil Ketua MUI Pusat