Hidayatullah.com– Filipina ingin mempromosikan makanan halal dari daerah Mindanao dan menempatkan pulau yang dihuni banyak warga Muslim itu dalam peta wisata kuliner.
Pariwisata merupakan salah satu sumber devisa penting bagi Filipina, negara kepulauan yang dikenal memiliki pantai-pantai berpasir putih dan lokasi snorkeling dan selam yang indah. Sektor pariwisata menyumbang hampir 13 persen, atau sekitar $44 miliar, dari GDP (gross domestic product) negara itu pada 2019.
Setelah industri pelancongan global nyaris lumpuh dihajar Covid-19, Manila memperluas tujuan wisatanya dengan memasukkan pariwisata halal dan ramah Muslim guna menarik perhatian dan minat turis mancanegara.
“Kami mempromosikan makanan halal Filipina, khususnya makanan Muslim Mindanao, karena kami ingin semakin banyak orang yang berkunjung ke Mindanao,” kata Myra Paz Abubakar, wakil menteri pariwisata untuk urusan Muslim, mengatakan kepada Arab News pada hari Senin (27/11/2023).
Pulau Mindanao di bagian selatan Filipina merupakan salah satu dari segelintir kawasan dengan penduduk mayoritas Muslim. Penganut Islam di Filipina mencakup sekitar 6 persen dari 110 juta jiwa negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik. Komunitas Muslim juga tinggal di kepulauan Sulu dan Palawan, di bagian tengah-barat Filipina.
“Selain destinasi kelas dunia, Mindanao juga membanggakan kuliner kelas dunia yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Berkelas dunia karena dibangun berdasarkan sejarah Islam berabad-abad, yang berevolusi dari keluarga ke keluarga, generasi ke generasi,” papar Abubakar, seraya menjelaskan bahwa makanan Muslim Mindanao sangat beragam.
Departemen Pariwisata pada pekan terakhir bulan November menggelar sebuah acara di Makati City untuk mempromosikan kuliner Mindanao, yang dihadiri oleh utusan dari berbagai negara.
Di acara itu disajikan beraneka macam masakan halal yang dibuat oleh sejumlah chef Muslim. Menu yang disajikan antara lain kinilaw, marinasi makanan laut khas Filipina yang terdiri dari kerang, bulu babi, dan makarel Spanyol, serta dinilutan a seda, ikan todak bakar dengan saus kelapa dan jeruk nipis dari Provinsi Maguindanao.
Bagi sebagian tamu undangan, kuliner yang disajikan sangat mengesankan.
“Luar biasa. Saya sangat menikmati kelezatan masakannya, citarasa Mindanao … Saya sangat merasakan seolah-olah saya berada di Mindanao menikmati kelezatan-kelezatan itu,”
kata Dubes Malaysia Abdul Malik Melvin Castelino kepada awak media.
Menteri Pariwisata Filipina Christina Frasco mendorong para pelancong untuk menjelajahi Mindanao dalam acara itu, berharap hidangan yang disajikan dapat memberikan alasan bagi banyak orang untuk menyukai Filipina.
Abubakar mengatakan kantornya akan terus berusaha menarik minat pelancong mancanegara.
“Sebanyak mungkin, karena kami ingin mendorong pariwisata halal,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pelancong asal Timur Tengah sudah pasti merupakan pasar yang dibidiknya supaya tertarik mengunjungi Filipina.*