Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PM Israel Dikabarkan Berusaha Gagalkan ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Dirinya

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 29 April 2024 00:37 12:37 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 29 April 2024 07:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Beberapa sumber memberitakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu khawatir dengan kemungkinan dikeluarkannya surat perintah penangkapan terhadap dirinya oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Surat kabar Israel, Maariv, melaporkan bahwa Netanyahu mengadakan diskusi pribadi dengan Amerika Serikat untuk mencegah Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan. Surat kabar tersebut juga mengindikasikan adanya keyakinan bahwa “penerbitan surat perintah penangkapan tidak dapat dihindari dan dapat melibatkan tidak hanya Netanyahu, tetapi juga Menteri Keamanan dan Kepala Staf.”

Awal pekan ini, Jenderal Cadangan Israel Itzhak Brik mengatakan dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan oleh Maariv, bahwa “Israel harus menyatakan akhir dari perang ini karena mereka benar-benar kalah.” Dia menambahkan bahwa sirkus yang sebenarnya yang membahayakan pendudukan adalah koalisi Netanyahu, Gantz, Gallant, dan Halevi.

Mengenai rencana penjajah Zionis untuk menyerang Rafah, Brik berkomentar bahwa “Israel” tidak dapat sepenuhnya mengalahkan Hamas, dan serangan militer di Rafah tidak akan meningkatkan peluangnya. Dia menegaskan kembali kekalahan “Israel”, dengan mengatakan “Kami benar-benar kalah, jika Anda belum memahami hal itu.”

Baca juga: Mengaku Gagal Cegah Serangan 7 Oktober, Kepala Intelijen ‘Israel’ Mundur

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mengecam Netanyahu, Jenderal Cadangan mengatakan bahwa Perdana Menteri lebih tertarik pada pemerintahan daripada perang, dan “memberi makan tekanan dari [Menteri Keuangan Israel Bezalzel] Smotrich dan [Menteri Kepolisian Israel Itamar] Ben-Gvir”. Lebih lanjut ia menggambarkan Netanyahu sebagai orang yang mengikuti arus bencana.

Dalam konteks yang sama, surat kabar Israel Haaretz sebelumnya juga mengkritik Netanyahu, menggambarkannya sebagai “ahli kegagalan di berbagai bidang.” Kritik tersebut menyoroti kegagalannya di bidang keamanan, diplomasi, dan ekonomi.

Surat kabar tersebut menyarankan bahwa, setelah hari-hari perang yang berkepanjangan ini, prioritas utama pemerintah haruslah repatriasi tawanan Israel dari Gaza, bahkan jika itu harus mengorbankan gencatan senjata, pembebasan ribuan tahanan Palestina, atau “penggulingan Hamas.”

Baca juga: Sering Melanggar Lalu Lintas, Menteri Ekstremis Yahudi Itamar Ben Gvir Kecelakaan

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin Netanyahugenosida Gazaisraelmahkamah internasionalPerdana Menteri Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Bubarkan Demo Pro Palestina, Polisi Tangkapi Mahasiswa hingga Profesor Universitas Columbia
Tulisan selanjutnya (Video) Anak-anak Gaza Puji Aksi Mahasiswa Demo Pro-Palestina di AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?