Hidayatullah.com–Puluhan mahasiswa Universitas Mulawarman, Samarinda, yang menamakan gerakannya sebagai Unmul Student for Justice in Palestina (Unmul SJP) menggelar aksi peringatan 76 tahun Peristiwa Nakba (Malapetaka). Acara digelar hari Rabu, 15 Mei 2024, di depan pintu utama Unmul di Jalan M. Yamin.
Menurut Koordinator Aksi, Panji Prasetyo, aksi Unmul SJP ini merupakan bagian dari aksi global di seluruh kampus-kampus yang ada di dunia, guna menuntut penghentian penjajahan ‘Israel’ dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
“Selain itu memberikan edukasi kepada sivitas akademika dan masyarakat sekitar untuk melakukan pemboikotan terhadap produk-produk yang jelas berafiliasi terhadap ‘Israel’, dan menolak terjalinnya hubungan diplomatik antara Indonesia – ‘Israel’,” ujarnya.
Menurut Panji, aksi ini merupakan aksi yang kedua yang diadakan Unmul SJP. Sebelumnya telah dilaksanakan pada pekan lalu, Rabu, 8 Mei 2024 di depan Fakultas Kedokteran Unmul, arah pintu keluar menuju Jalan Pramuka dan Jalan Perjuangan.
Aksi kedua ini diramaikan dengan orasi dari sejumlah mahasiswa dan dosen, pembagian sticker dan pin Palestina, serta diakhiri pembacaan pernyataan sikap.
“Kami berharap dengan diselenggarakan aksi ini, bisa membangkitkan jiwa kemanusiaan dan kepedulian sivitas akademika Unmul dan juga masyarakat sekitar tentang penjajahan dan genosida yang terjadi di Palestina,” ucap, Panji Prasetyo.
“Selanjutnya gerakan Unmul SJP ini akan terus ada selama kemerdekaan Palestina belum diraih, selama itu pula kami ada dan melakukan edukasi serta usaha persuasif kepada masyarakat untuk menekan usaha ‘Israel’ melalui upaya pemboikotan produk yang jelas berafiliasi terhadap ‘Israel’,” tambahnya.
Menurut Panji, hingga hari ini, sudah puluhan kampus Indonesia melakukan gerakan bersama, Gerakan Mahasiswa untuk Keadilan di Palestina. Mulai dari UI SJP, IPB University SJP, Unpad SJP, ITB SJP, Unand SJP, UGM SJP, UNS SJP, Untan SJP, UIN SGD SJP, UIN JKT SJP, PNJ SJP, UNG SJP, ITS SJP, UB SJP, UNY SJP, UNNES SJP, Tel-U SJP, UPI SJP, dan masih banyak lagi kampus yang lain.
Diketahui, 15 Mei diperingati sebagai Hari Nakba (malapetaka), mengingat peristiwa di tanggal dan bulan yang sama pada tahun 1948. Saat itu, imigran Yahudi (kemudian disebut zionis ‘Israel’) membentuk kekuatan militer melakukan perampasan, pembunuhan, dan pengusiran kepada rakyat Palestina sehingga menyebabkan 840.000 rakyat Palestina mengungsi ke daerah yang aman di dalam Palestina maupun ke negara tetangga, seperti, Lebanon, Turki bagian selatan, Yordania, dan Suriah.
Sehari sebelumnya, tanggal 14 Mei mereka berhasil melakukan upaya penghancuran desa-desa dan pengusiran massal rakyat Palestina. Imigran Yahudi kemudian mendeklarasikan berdirinya negara palsu bernama ‘Israel’ dan sampai hari ini terus mengupayakan merebut seluruh wilayah Palestina.
Pasca deklarasi pendirian negara ‘Israel’ tersebut, terjadilah Perang Arab-’Israel’ dan berbagai perlawanan lainnya dari rakyat Palestina sendiri hingga hari ini.
Ketika malapetaka itu terjadi, rumah-rumah bangsa Palestina dirampas dan diambil-alih Zionis. Akibat pengusiran itu pula hampir 78% wilayah Palestina dikuasai oleh Zionis ‘Israel’.
Terakhir wilayah yang tersisa hanya Yerusalem (Baitul Maqdis) Timur, Gaza dan Tepi Barat, namun wilayah tersebut juga hari ini terus dijajah dengan Impian seluruh wilayah Palestina menjadi milik penjajah zionis ‘Israel’.
Akibat lainnya, Al-Quds juga terbagi menjadi dua, di wilayah barat di bawah kendali Yahudi, dan di wilayah timur di bawah kendali Arab.
Sejak itulah, setiap tanggal 15 Mei ditetapkan sebagai Peringatan Nakba oleh Yasser Arafat selaku pemimpin palestina pada tahun 1998 tepat 50 tahun peristiwa Nakba.*