Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kasus Perbudakan Modern di Inggris Mencapai Rekor Tertinggi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Maret 2025 18:02 6:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Maret 2025 18:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Jumlah korban perbudakan modern potensial di Inggris mencatatkan rekor tertinggi tahun lalu, menurut data statistik yang dirilis hari Kamis (6/3/2025).

Data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan 19.125 rujukan korban potensial yang diajukan ke National Referral Mechanism (NRM) – sistem untuk identifikasi dan perlindungan korban di Inggris – pada tahun 2024, melebihi rekor sekitar 17.000 pada 2023, lansir Reuters.

Perbudakan modern – yang antara lain berupa perdagangan manusia, perbudakan atau kerja paksa – secara global angkanya naik disebabkan sejumlah faktor seperti kemiskinan, konflik dan migrasi jutaan manusia.

Di Inggris kejahatan itu terjadi dalam berbagai bentuk, di mana pria, wanita dan anak-anak dieksploitasi untuk bekerja dalam perdagangan narkoba atau seks, kerja paksa di pencucian mobil, salon perawatan kuku, dijadikan pembantu rumah atau sebagai perawat atau pengasuh.

Angka sesungguhnya dari jumlah orang yang hidup dalam perbudakan modern di Inggris diperkirakan sekitar 130.000, menurut kelompok peduli HAM Anti-Slavery International.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Sekitar 23 persen rujukan yang dibawa ke NRM melibatkan warga negara Inggris (terbanyak), sementara orang Albania mencakup 13 persen, orang Vietnam 11 persen. Sekitar 31 persen atau hampir 6.000 merupakan anak-anak.

Pemerintah Inggris berjanji akan menambah jumlah pekerja yang bertugas memproses klaim untuk mendukung NRM.

Lebih dari 17.000 orang yang menjadi korban perbudakan modern sedang menunggu keputusan tahap kedua atas klaim mereka pada akhir tahun lalu, menurut data resmi.

Kalangan aktivis, organisasi amal dan anggota parlemen mendesak Inggris untuk mengubah pendekatannya dalam penanggulangan perbudakan modern.

Kebijakan imigrasi yang lebih keras justru menyebabkan ribuan orang terperangkap di dalam perbudakan modern dan kemungkinan besar tidak berani melapor karena takut justru akan dideportasi, lapor Reuters bulan lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisperbudakan modern
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hujan Intensitas Tinggi di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Waspada
Tulisan selanjutnya Wasathiyah di Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?