Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

“Jangan Kenal Istilah ‘Bad Mood’ dalam Menulis”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 November 2017 15:56 3:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 November 2017 06:00
Bagikan
Bedah buku 'Mindset Surga' di Panceng, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (18/11/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Dalam sebuah acara bedah buku di Panceng, Gresik, Jawa Timur, penghujung pekan kemarin, Sabtu (18/11/2017) lalu, ada sebuah pertanyaan dari seorang peserta,  yang dijawab dengan mengundang gelitik tawa dari para hadirin.

“Pak, dalam kepenulisan Anda produktif sekali. Selain buku, Anda juga aktif menulis di berbagai media massa,” ujar si peserta itu memulai prolog.

“Pertanyaan saya,” sambungnya, “Bagaimana tips menjaga mood (suasana hati) untuk menulis. Karena ini acap dialami oleh penulis, terutama pemula?” tanyanya.

Tak sependapat dengan pernyataan itu, Imam Nawawi, penulis buku tersebut, membantah keterkaitan ‘mood dan tidak mood’ dalam berkarya tulis.

Baca: Dorong Generasi Kekinian Berani Menulis, LDK Salim UNJ Gelar IJT

Sebab, ulas penulis sejumlah buku itu, pada dasarnya manusia itu sendirilah yang menyimpulkan dirinya tengah ‘mood atau tidak mood (bad mood)’.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Di lain sisi, menurutnya menulis sudah menjadi keharusan bagi seorang beriman. Untuk menyebar manfaat bagi generasi masa depan, sekaligus sebagai pengabadi karya.

“Apa yang saya ucapkan dalam forum ini akan hilang seiring waktu. Tapi apa yang saya tulis, insya Allah ‘abadi’,” ungkap Wakil Ketua Penulis Muda Indonesia (PENA) ini.

Maka seharusnya, kata dia, umat Islam tidak mengenal istilah ‘mood tidak mood’ dalam menulis. Tapi lebih hanya kepada lelah fisik dan fresh. Itu manusiawi.

Lagipula bila ditilik sejarah ulama-ulama terdahulu, tidak ada istilah menulis menunggu tumbuhnya mood.

Baca: Menulis dan Membaca, Warisan Luhur Para Ulama

Ia kemudian memberi contoh Imam Bukhari. Katanya, sang Imam asal Bukhara itu tidak akan pernah berhasil menulis kitab shahihnya, bila mana ‘mood’ menjadi patokannya menulis.

“Bagaimana mau selesai, baru mau menulis, terserang bad mood. Tapi ini semua tidak pernah dialami oleh para ulama, khususnya Imam Bukhari,” pungkas penulis buku Mindset Surga ini, yang disambut gelitik tawa para hadirin.* Khairul Hibri

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baca tulisbedah bukubuku Mindset SurgailmuJurnalistikliterasimahasiswamahasiswa jurnalistikmenulisMindset Surgapenapenulis bukuPenulis Muda Nusantaratulis menuliswarisan ulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Tanah Air Tempat Warga Bangsa Menjalankan Ajaran Agama
Tulisan selanjutnya Menkumham Sebut TKI di Malaysia Capai 2,7 Juta Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?