Hidayatullah.com– PPada Sabtu (08/02/2020), kegiatan seminar internasional berlangsung atas kerja sama Pengurus Yayasan Ulil Amri Hidayatullah Kota Kupang dengan pendamping/penerjemah Syeikh Thoriq, Ustadz Muslim Julio (dai Timor Leste).
Hadir sebagai pembicara utama dalam seminar Dosen Senior Universitas Islam Madinah yaitu Syeikh Prof Dr Thoriq Bin Abdillah Hajar.
kegiatan berlangsung di Jl C.H Mooy 06, Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT dengan mengangkat tema “Pentingnya Pendidikan Al-Qur’an Bagi Anak”.
Diawali pembacaan kalam ilahi oleh Ahmad Dhiya Amin dkk, peserta didikan Tahfidz Yayasan Ulil Amri. Ada tiga peserta yang tampil, masing masing membacakan Surat An Naba’, Abasa, dan Al Alaq pada juz ke-30 Al-Qur’an.
Hadir memberikan sambutan Ketua MUI Kota Kuang, H. Muhammad, S.E. Dalam sambutannya ia menyampaikan, sungguh sangat luar biasa apa yang dilakukan Syeikh Thoriq. Di usia yang sudah tak muda lagi, masih sempat melakukan safari dakwah ke pelosok daerah dan jauh dari negaranya, Arab Saudi.
“Kami bangga dan salut dengan apa yang telah beliau lakukan untuk umat ini,” katanyanya. Pada usia 80-an tahun, Syeikh Thoriq masih kuat melakukannya. Tentu ini juga memompa semangat anak anak muda untuk turut berjuang lebih giat.
Ketua MUI Kota Kupang juga menyampaikan permohonan maaf apabila pada kunjungan kali ini ada yang kurang berkenan, mewakili masyarakat Muslim Kota Kupang agar mohon dimaafkan. Ia berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Syeikh Thoriq, semoga Allah Subhanahu Wata’ala memanjangkan umurnya dan kita semua. Di lain waktu dapat bertemu kembali, dan selalu mendapatkan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.
Dalam semiar yang dipandu oleh penerjemah Ust Saifullah Zain Lc, sang Syeikh mengisahkan masa kecilnya. Ia mengatakan bahwa kecintaan yang mendalam kepada masyarakat Indonesia.
Dahulu masa kecilnya di tahun 1950 an Syeikh Thoriq pernah melihat orang-orang Indonesia ketika menunaikan ibadah haji. Jamaah haji asal Indonesia terkenal dengan keramahan dan sopan santunnya sangat baik sekali kepada jamaah lain yang menunaikan ibadah haji. Setiap ada anak kecil yang lewat di Masjidil Haram pada musim haji, selalu diberikan uang pada anak-anak itu. Inilah yang memberikan kesan kepada Syeikh Thoriq masa itu hingga kini.
Pesan Syeikh Thoriq dalam seminarnya bahwa, jangan pernah meninggalkan al-Qur’an dan As Sunah. Di dalam hidup ini ada panduan yang harus dan mesti diikuti setiap mukmin yaitu Al-Qur’an dan Sunah. Inilah yang menghantarkan keselamatan bagi kita di dunia dan di akhirat.
Kepada para wanita dan ibu – ibu (ummahat) agar senantiasa menjaga hijab, pakaiannya untuk menutupi kehormatannya itulah sebaik baik wanita. Tidak hanya itu. Syeikh Thoriq juga mengingatkan kepada puluhan ibu-ibu yang hadir agar mendidik buah hati dengan penuh kasih sayang, sebagaimana dicontohkan oleh Baginda Rasulullah. Agar buah hati tumbuh dengan baik maka tanamkan tauhid yang benar sejak usia dini.* Kiriman Usman AW