Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Sila Pertama adalah Bukti Bahwa Indonesia Tidak Sekuler

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2020 20:48 8:48 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 8 Agustus 2020 20:48
Bagikan
Pakar sejarah Dr. Tiar Anwar Bachtiar: Pancasila merupakan kesepakatan (gentlemen’s agreement) yang lahir dari rahim masyarakat yang tertindas oleh kolonialisme pada Abad ke-19
Bagikan

Hidayatullah.com— Pakar sejarah Dr. Tiar Anwar Bachtiar Pancasila merupakan kesepakatan (gentlemen’s agreement) yang lahir dari rahim masyarakat yang tertindas oleh kolonialisme pada Abad ke-19. Menurut Tiar, namanya kesepakatan, jadi harus di awat, dijaga dan tidak ada yang boleh merasa paling memiliki, apa lagi dibentur-benturkan dengan kelompok-kelompok lainnya karena alasan politik.

“Di awal abad ke-20 itulah persatuan di antara para Kiai, pesantren dan tokoh-tokoh nasional akhirnya mewujud pada dasar Negara Pancasila,” ungkapnya Jum’at (07/08/2020) malam, dalam pertemuan perdana Kelas Sejarah Islam dan Pancasila yang diselenggarakan komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ).

Dalam kajian yang diselenggarakan secara daring via aplikasi zoom Tiar saat menjelaskan konteks Pancasila di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.  Kegiatan belajar sejarah secara daring ini diikuti secara antusias oleh sekitar seratus orang peserta. Tema kajian yang disampaikan Tiar pada pertemuan perdana ini adalah “Lahirnya Pancasila yang Kita Kenal Sekarang”.

“Di bulan Agustus, peringatan kemerdekaan biasanya diramaikan sebatas dengan kegiatan lomba-lomba saja. Karena itu, ITJ mengajak para pemuda untuk lebih dalam menelusuri sejarah Pancasila agar benar-benar mampu mewujudkan masyarakat yang adil dan beradab,” ujar Gatot Prasetyo, Humas ITJ.

Menurutnya, kajian seputar sejarah Pancasila ini, dalam pandangan ITJ, sangat diperlukan. Hal ini untuk mengakhiri saling klaim di antara beberapa pihak yang merasa paling berhak atas Pancasila.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Kajian ini juga untuk membantu para pemuda Muslim untuk mendudukkan Pancasila pada tempatnya,” ujar Gatot. “Belajar sejarah adalah cara kita dalam memaknai nilai-nilai penting untuk bekal menghadapi masa depan,” tambahnya lagi.

Ketika ada peserta yang bertanya mengenai makna sila pertama dalam Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, dengan lugas Tiar menjawab, “Adanya sila pertama tersebut adalah bukti bahwa tidak ada yang boleh menanamkan ide-ide sekuler secara terbuka di Indonesia. Sebab, negara kita berlandaskan ketuhanan!”

Kelas Sejarah Islam dan Pancasila ini masih menyisakan tiga pertemuan lagi. Dua tokoh pemikir lainnya, yaitu Akmal Sjafril dan Dr. Adian Husaini, juga telah dijadwalkan untuk menyampaikan materi dalam kelas-kelas berikutnya.*/kiriman Gatot Prasetyo

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ITJpancasilasejarahsejarah PancasilaTiar Anwar Bachtiar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPAI Nilai Kurikulum Darurat Masa Pandemi yang Dikeluarkan Kemendikbud Dinilai Kurang Tegas
Tulisan selanjutnya Ketika Manusia Memilih Jalan Bengkok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?