Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Buku “Transformasi Menuju Fitrah”, Kajian Kritis Terhadap LGBT

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Desember 2019 14:03 2:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Desember 2019 14:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ahad pagi (29/12/2019), Aliansi Cerahkan Negeri menghadiri grand launching buku berjudul “Transformasi Menuju Fitrah: LGBT Dalam Perspektif Keindonesiaan”. Acara yang diselenggarakan oleh Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA Indonesia) dan Yayasan Dompet Dhuafa Republika tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Daarut Tauhid, Wanita Persatuan Umat Islam, ACT, Indonesia Tanpa JIL, KAMMI Pusat, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, FSLDK Nasional, BAZNAS, dan perwakilan berbagai lembaga lainnya.

Acara yang dilangsungkan di INSISTS, Kalibata Utara, Jakarta, ini dibuka pukul 9.30 WIB dengan pemaparan oleh Dr Dinar Dewi Kania mengenai filosofi “Transformasi Menuju Fitrah”. Dinar menegaskan bahwa terdapat nature of disposition atau kecenderungan alami setiap manusia kepada kebaikan.

“Nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia menolak LGBT karena perilaku tersebut merupakan sebuah penyimpangan dari fitrah kemanusiaan. Meskipun produk hukum dan perundangan di Indonesia tidak secara eksplisit membebaskan atau melarang LGBT, namun living law dan dasar negara Pancasila tidak memberi ruang pada perilaku LGBT karena bertentangan dengan Nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusiaan, Nilai Persatuan, Nilai Kerakyatan, dan Nilai Keadilan,” tutup Dinar.

Baca: AILA Berupaya Mengembalikan LGBT kepada Fitrah Kemanusiaan

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh salah seorang penulis buku lainnya yakni Hasbi Anwar. Hasbi membuka pembicaraan dengan menyampaikan fakta mengenai sejarah gerakan LGBT di dunia yang diawali dari Barat pada abad 18. “Gerakan ini menjadi masif dan terstruktur semenjak mereka membawa isu human rights dalam kampanye dan retorika mereka,” ungkap Hasbi.

Pembicara ketiga yaitu Nurul Amelya menyampaikan berbagai kasus LGBT yang terjadi di masyarakat, mulai dari kasus sodomi yang dilakukan oleh guru kepada muridnya, kasus sodomi dimana korban dan pelakunya adalah anak, kasus lesbian yang tertangkap tangan, hingga kasus kejahatan seksual berbasis cyber.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Setelah mengadakan Press Conference, Ketua AILA Indonesia, Rita Soebagio memberikan sambutan sekaligus secara resmi menyatakan rilisnya Buku “Transformasi Menuju Fitrah: LGBT Dalam Perspektif Keindonesiaan”.

“Kita seolah-olah dipaksa untuk menjadi bangsa yang menerima nilai-nilai LGBT. Buku ini hadir sebagai bentuk kajian kritis untuk menjawab wacana-wacana yang berkembang tersebut, dari sisi hukum, psikologi, sosial, budaya, dan sebagainya,” tutur Rita.

Baca: Mengembalikan LGBT ke Fitrah dengan Penguatan Nilai Moral-Agama

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Rita Soebagio mengenai LGBT dari Perspektif Psikologi, kemudian dari Evie Risna Yanti mengenai proses judicial review pasal-pasal kesusilaan yakni Pasal 284, 285, dan 292 KUHP ke Mahkamah Konstitusi sepanjang 21 persidangan.

“Buku ini sekaligus menjadi jalan politik kami untuk mengajak praktisi dan aliansi lain yang sebenarnya menolak LGBT namun belum berani mempublikasikannya dikarenakan tekanan yang didapatkan dari pihak eksternal. Buku ini menawarkan cara pandang lain bahwa Indonesia tidak perlu ragu untuk menyampaikan inilah cara pandang kami sebagai bangsa dari segi hukum, psikologi, budaya, hingga agama. Kita semua harus berani untuk menyatakan sikap, inilah standing position kami sebagai sebuah bangsa dalam menyikapi LGBT,” ujar Rita menutup sesi tanya jawab sekaligus mengakhiri acara tersebut.* (Fazza/ACNewz)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ACNAILA IndonesiaAliansi Cerahkan Negeribukufitrahhomoseksualhukumlgbtmoral
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] Ahmad Dhani “Bebasnya Sang Pengujar Kebenaran”
Tulisan selanjutnya Serangan AS Tewaskan 4 Milisi Syiah Hizbullah Pro-Iran di Iraq dan Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?