Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Presiden Chechnya Dibom

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Februari 2004 09:53 9:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Februari 2004 09:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menurut pejabat polisi Qatar Haman Ali al-Misnad, nyawa Yandarbiyev tidak tertolong lagi selepas dirawat di rumah sakit Hamad, di ibu kota Doha.

“Nyawanya tak tertolong. Dia telah meninggal,” terang salah seorang polisi

Di rumah sakit itulah Yandarbiyev dilarikan seusai mobilnya terkena ledakan bom. Dua pengawalnya malah tewas seketika dalam insiden tersebut.

Sebelumnya, televisi Al Jazirah melaporkan bahwa mantan presiden Chechnya itu terluka parah dalam insiden ledakan bom. “Zelimkhan Yandarbiyev dilarikan ke rumah sakit di Doha dalam kondisi sangat kritis setelah mobilnya terkena ledakan. Dua orang yang melakukan perjalanan bersamanya tewas,” lapor stasiun televisi Qatar itu. Tak ada keterangan lain. Para pejabat Qatar belum dapat dimintai komentarnya.

Saksi mata melaporkan ledakan tersebut terjadi di daerah pemukiman Al-Dafna pukul 13.00 siang (pukul 17.00 WIB). Kendaraan mantan pemimpin Chechnya tersebut pun terbakar. Dia lalu dilarikan ke RS Hamad. Tak berapa lama anggota keluarganya pun berkumpul untuk membesuk.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Yandarbiyev hidup di pengasingan di ibu kota Qatar itu selama lebih dari tiga tahun. Ia merupakan pemimpin pejuang Chechnya pertama yang masuk daftar PBB soal kelompok dan orang yang diburu AS atas permintaan Rusia.

Moskow berkali-kali mengupayakan ekstradisinya dari Qatar. Rusia menganggap Yandarbiyev sebagai tokoh kunci di balik invasi Chechnya ke Dagestan, negara tetangganya, pada 1999.

Yandarbiyey dianggap sebagai tokoh berbahaya bagi Rusia karena telah penganjur munculnya gerakan Islam Chechnya.

Rusia terus memburu kaum muslimim Checknya yang ingin lepas dari jajahan komunias Rusia dengan cara memberika stigma gerakan sparatis dan radikal.

Yandarbiyev merupakan presiden sementara Chechnya setelah Dzhokhar Dudayev, mantan jenderal AU Soviet yang melancarkan gerakan kemerdekaan Chechnya setelah jatuhnya Soviet. Dudayev tewas di tangan pasukan Rusia pada 1996, dan kemudian digantikan Aslan Maskhadov yang terpilih jadi presiden Chechnya pada 1997. (dari berbagai sumber)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Kehabisan Uang Operasi Militernya di Iraq
Tulisan selanjutnya Tokoh Katolik Minta Mukaddimah UUD 1945 Diganti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim

Berita
24 Oktober 2026 13:42
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi

Terbaru

  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?