Hidayatullah.com–Gelombang demontrasi menentang tindakan brutal dan kejam pasukan AS terhadap tahanan Iraq hari-hari telah dimulai. Rabu (5/5) kemarin, gelombang demokrasi melanda warga Turki.
Abdul Salam Al-Qubeisi, seorang senior Asosiasi Sarjana Iraq di Turki yang menggalang aksi itu menuntut pihak militer AS menghukum anggota-anggotanya yang terlibat pelecehan seksual dan kekejaman pada tahanan Iraq.
“Tuntutan ini sangat penting bagi kami rakyat Iraq dan memenuhi tuntutan ini akan membantu menjaga kemanan serta kekerasan, “ujar Qubeisi.
Sikap keji dan kejam para tentara AS terhadap para tahanan Iraq juga telah memancing kemarahan dunia. Gencarnya kecaman dunia internasional berkaitan atas tindakan brutal para tentara AS terhadap para tahanan di sejumlah penjara di Iraq yang ditayangkan ratusan media internasional beberapa hari ini.
Kejadian ini, akhirnya mendorong Presiden AS George Walker Bush tampil di jaringan televisi Arab, Rabu (5/5) malam. Dalam wawancara singkat dengan jaringan televisi Al Hurra dan Al-Arabiya. Bush menilai tindakan sejumlah tentara AS itu sebagai hal yang menjijikkan (abhorrent).
Menurut Bush, ia ingin rakyat Iraq mengerti bahwa apa yang dilakukan sejumlah tentara AS tersebut tidak mencerminkan Amerika (secara keseluruhan). Bush juga berjanji bahwa keadilan akan ditegakkan dan sejumlah orang akan diseret ke pengadilan.
“Kami ingin mengetahui kebenaran,” kata Bush sambil menambahkan bahwa penyelidikan juga akan dilaksanakan di penjara lainnya di Iraq.
Dalam wawancara itu Bush terkesan “menghindar” ketika ditanya kapan tepatnya ia melihat foto-foto tersebut untuk pertama kalinya. Awalnya Bush mengatakan, “Saya melihatnya di televisi”. Namun, ia kemudian menambahkan bahwa sudah ada laporan mengenai hal itu.
Beberapa hari ini, media massa seluruh dunia mengekspose foto-foto penyiksaan dan pelecehan seksual terhadap para tahanan di penjara Abu Gharib, barat Bagdad, oleh serdadu-serdadu AS.
Foto-foto itu menunjukkan para tahanan tersebut ditelanjangi dan dipaksa untuk memeragakan posisi hubungan badan. Sementara itu, sejumlah serdadu menyaksikan adegan-adegan itu, sambil tertawa dan berfoto ria.
Foto-foto lain menunjukkan para tahanan yang disiksa dan kepala mereka tampak dibungkus karung kain hitam. Kebutuhan air para tahanan itu juga dibatasi, dan mereka dibiarkan berada di luar gedung serta dijejalkan ke dalam satu ruang sempit yang disebut “peti mati”.
Tidak puas dengan cara itu, dalam foto-foto lain, pasukan AS mengencingi tahanan Iraq yang telanjang itu ibarat hewan yang tidak berarti.
Kasus kekejaman pasukan AS ini akan semakin menambah rasa luka masyarakat dunia, terutama warga Iraq setelah negeri mereka dijajah dan bumi hanguskan tanpa alasan yang jelas. (ap/afp/rtr/cha)